Ulama Muslim Sedunia Tolak Kedua Pihak: Pernyataan Resmi Rabithah Ulama Muslimin soal Perang Iran–Israel

Ulama Muslim Sedunia Tolak Kedua Pihak: Pernyataan Resmi Rabithah Ulama Muslimin soal Perang Iran–Israel

Jakarta, 2 Maret 2026 — Di tengah berkecamuknya military escalation antara Iran dan koalisi Israel–Amerika Serikat, Himpunan Ulama Muslim Internasional (Rabithah Ulama Al-Muslimin) mengeluarkan pernyataan resmi bertanggal 1 Maret 2026 / 12 Ramadan 1447 H. Pernyataan ini menegaskan penolakan terhadap kedua belah pihak yang bertikai, dan menolak framing bahwa konflik ini adalah perang demi membela kepentingan umat Islam.

Bukan Perang Agama, Tapi Perang Hegemoni

Majelis Tinggi Rabithah menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung bukan merupakan pertempuran demi membela umat Islam, melainkan murni perebutan pengaruh antara dua kekuatan besar yang sama-sama tidak mewakili aspirasi dunia Islam. Dalam pernyataannya, organisasi ulama lintas negara ini menyebut konflik tersebut sebagai "struggle for power and domination" yang dikendalikan oleh kalkulasi kekuatan, bukan nilai-nilai agama.

Mereka mengutip firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 42: "Janganlah kamu mengira bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak."

Dua Pihak, Dua Ancaman

Kecaman terhadap Israel dan AS

Rabithah menegaskan bahwa entitas Zionis Israel adalah musuh nyata umat Islam — berdiri di atas fondasi pendudukan, agresi, dan pembersihan etnis, didukung penuh secara militer dan politik oleh Amerika Serikat. Sikap ini, menurut mereka, tidak memerlukan tafsir lebih jauh.

Kecaman terhadap Rezim Iran

Di sisi lain, Rabithah juga secara tegas mengkritik Iran. Rezim Teheran disebut sebagai expansionist project yang memanfaatkan krisis demi memperluas pengaruh regional, menggunakan slogan-slogan agama sebagai instrumen kepentingan politik. Keterlibatan Iran di berbagai negara Muslim — Suriah, Irak, Yaman, Lebanon — dinilai telah menyebabkan perpecahan dan mengipasi konflik internal di negara-negara tersebut.

Organisasi ini mengingatkan bahwa permusuhan Iran dengan Israel saat ini tidak menjadikan Iran layak dibela, sebab keduanya tetap merupakan aktor dalam permainan power struggle yang sama.

Mereka mengutip firman Allah dalam surah Al-An'am: "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka kerjakan."

Keprihatinan atas Dampak ke Negara-negara Muslim

Rabithah menyatakan keprihatinan mendalam atas kerugian yang menimpa sejumlah negara Muslim akibat eskalasi ini. Negara-negara Teluk yang terkena limpahan rudal Iran disebut menjadi korban dari perang yang bukan urusan mereka.

Pernyataan itu secara khusus menyoroti bahaya kehadiran pangkalan militer asing di tanah Muslim. Memperbolehkan kekuatan asing mendirikan permanent military bases di wilayah Muslim, atau menjadikan wilayah udara dan daratan Muslim sebagai launchpad operasi militer, dinilai sangat berbahaya secara syariat maupun politik — karena menyerahkan kendali atas rakyat Muslim kepada pihak non-Muslim dan menjadikan negeri-negeri Islam sebagai sasaran empuk dalam perang yang tak ada kaitannya dengan kepentingan umat.

Sikap Resmi: Enam Poin Penolakan dan Seruan

Dalam pernyataan ini, Rabithah Ulama Muslimin secara resmi menyatakan:

Pertama, menolak segala bentuk keberpihakan — politik, media, maupun militer — kepada salah satu dari dua pihak yang bertikai.

Kedua, menolak narasi yang membingkai konflik ini sebagai perang pembebasan atau pembelaan atas isu-isu umat Islam.

Ketiga, menegaskan bahwa isu Palestina tidak boleh dijadikan kartu truf dalam perang pengaruh, dan tidak boleh dikaitkan dengan poros regional atau internasional mana pun. Palestina adalah kewajiban seluruh negara Muslim secara independen.

Keempat, menyerukan dibangunnya independent stance umat Islam yang berpijak pada perlindungan agama, persatuan, dan keamanan rakyat — bukan sebagai bahan bakar dalam perang hegemoni.

Kelima, mengingatkan umat agar tidak terbawa arus propaganda media yang membungkus perang kekuasaan dengan jubah isu-isu syariat.

Keenam, mendorong pembangunan proyek kolektif yang mandiri untuk menjaga kedaulatan umat dan mempersiapkan diri menghadapi era pasca-perang, ketika kekuatan yang berseteru itu saling menghabisi satu sama lain.

Konteks dan Signifikansi Pernyataan

Pernyataan ini terbit di hari kedua setelah tewasnya Supreme Leader Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan AS–Israel. Situasi yang sangat fluid ini membuat posisi banyak kelompok dan negara Muslim menjadi ambigu — sebagian condong membela Iran atas nama perlawanan terhadap Barat dan Israel, sementara sebagian lain mendukung operasi AS–Israel.

Rabithah Ulama Muslimin, dengan pernyataan ini, memilih jalur ketiga: menolak keduanya, dan menyerukan agar umat Islam tidak menjadi proxy bagi kepentingan mana pun.

Pernyataan ditutup dengan doa: "Semoga Allah menahan kezaliman orang-orang zalim dari negeri-negeri Muslim, menjadikan kesudahan yang baik bagi orang-orang bertakwa, dan melindungi umat dari tipu daya para penipu."


Pernyataan ini dikeluarkan oleh Majelis Tinggi Rabithah Ulama Al-Muslimin pada 12 Ramadan 1447 H / 1 Maret 2026 M.


 

📜 بيان رابطة علماء المسلمين بشأن التصعيد العسكري في المنطقة 📜
الحمد لله القائل: ﴿وَلَا تحۡسَبَنَّ ٱللَّهُ غَـٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ۝ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ﴾ [إبراهيم: ٤٢]، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد:
فإن رابطة علماء المسلمين، وهي تتابع المواجهات العسكرية الدائرة بين الكيان الصهيوني – مدعومًا دعمًا مباشرًا من الولايات المتحدة الأمريكية – وبين النظام الإيراني، تؤكد أن ما يجري اليوم هو صراع نفوذ وهيمنة بين مشروعين متنازعين، لا يمثل أحدهما الأمة، ولا ينطلق من نصرة قضاياها، وإنما تحكمه حسابات القوة والمصالح وإعادة رسم موازين السيطرة في المنطقة.
أولًا:
إن الكيان الصهيوني عدو ظاهر للأمة، قائم على الاحتلال والعدوان، مسنودًا عسكريًا وسياسيًا من الولايات المتحدة، وقد رسّخ وجوده بالقوة والإبادة والتهجير، وعداوته ليست محلّ لبس أو تأويل.
ثانيًا:
كما أن النظام الإيراني مشروع توسعي يستثمر الأزمات لبسط نفوذه الإقليمي، ويوظف الشعارات لخدمة مشروعه السياسي، وقد أسهمت تدخلاته في تمزيق عدد من بلدان المسلمين وإشعال الصراعات الداخلية فيها. وإن تنازعه الحالي مع الكيان الصهيوني لا يخرجه عن كونه طرفًا في صراع مصالح وهيمنة.
وإن من سنن الله الجارية أن يُسلّط الظالمين بعضهم على بعض، وأن يكون بأسهم بينهم شديدًا، قال تعالى: ﴿وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعۡضَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بَعۡضَۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكۡسِبُونَ﴾، غير أن صراعهم لا يعني تزكية أحدهم، ولا يبرر الاصطفاف خلفه.
ثالثًا:
تعرب الرابطة عن بالغ أسفها لما لحق ببعض بلدان المسلمين من أضرارٍ وترويعٍ للآمنين وتهديدٍ للاستقرار نتيجة هذا التصعيد، وتؤكد أن تحويل أراضي المسلمين إلى ساحات صراع أو منصات عسكرية يخدم مشاريع الهيمنة ويجعل شعوبها عرضةً للاستهداف والابتزاز.
وإن تمكين الأعداء من إقامة قواعد عسكرية دائمة في بلاد المسلمين، أو تسخير أراضيهم وأجوائهم لخدمة مشاريعهم القتالية، أمرٌ عظيم الخطر شرعًا وسياسةً؛ لما يترتب عليه من تمكينٍ لغير المسلمين من رقاب المسلمين، وتعريض البلاد والعباد للاستهداف في حروب لا ناقة للأمة فيها ولا جمل، وإضعافٍ للسيادة والاستقلال. 
والأصل الشرعي أن أرض المسلمين لا تكون منطلقًا لعدوانٍ ، ولا أداةً في صراعات الهيمنة الدولية، بل الواجب أن تُصان عن ذلك وتُحمى مصالح أهلها وأمنهم.
كما تعلن الرابطة بوضوح:
- رفضها لأي اصطفاف سياسي أو إعلامي أو عسكري خلف أحد المشروعين المتصارعين.
- رفضها لمحاولات تصوير هذا الصراع على أنه معركة تحرير أو نصرة لقضايا الأمة.
تأكيدها أن قضايا الأمة – وفي مقدمتها قضية فلسطين – لا يجوز أن تُستعمل ورقةً في صراع نفوذ، ولا أن تُربط بمحاور إقليمية أو دولية.
- دعوتها إلى بناء موقف مستقل للأمة، يقوم على حفظ دينها ووحدتها وأمن شعوبها، وعدم الزج بها وقودًا في حروب الهيمنة.
- إن فلسطين وتحريرها واجب على كافة دول المسلمين، وهي قضية عادلة مستقلة لا تختزل في تجاذبات القوى، ولا تُستعمل غطاءً لمشاريع لا تخدم أهلها ولا تعيد لهم حقوقهم.
رابعًا: توصي الرابطة بما يلي:
١- وجوب الوعي بخطر المشروعين معًا، ورفض أي ارتهان سياسي أو فكري لهما.
٢- عدم الانجرار خلف الدعاية الإعلامية التي تلبّس صراعات النفوذ بلبوس القضايا الشرعية.
٣- تعزيز وحدة المسلمين على أساس العقيدة الصحيحة والمصالح المشتركة، بعيدًا عن المحاور المتصارعة.
٥- رفع مستوى الخطاب التوعوي، وكشف مشاريع الهيمنة التي تُدار على حساب دماء المسلمين وأمن بلدانهم.
٥- العمل على بناء مشروعٍ جامعٍ مستقلٍّ، يحفظ للأمة قرارها وسيادتها، ويهيئها لمرحلة ما بعد إنهاك القوى المتصارعة.
نسأل الله أن يكف بأس الظالمين عن بلاد المسلمين، وأن يجعل العاقبة للمتقين، وأن يحفظ الأمة من مكر الماكرين.
والله غالب على أمره ولكن أكثر الناس لا يعلمون.

صادر عن:
الهيئة العليا لرابطة علماء المسلمين
١٢ رمضان ١٤٤٧هـ الموافق ١ مارس ٢٠٢٦م

Artikel Populer

Perang Iran 2026: Serangan Awal dan Balasan

Mengapa Indonesia Memakai Pancasila, Bukan Piagam Madinah?

Update Perang Iran vs Israel: 2 Maret 2026

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...