Watake Kekeh: Antara Keteguhan dan Keangkuhan
Watake Kekeh : Antara Keteguhan dan Keangkuhan Tentang keberanian untuk berubah, keteguhan mempertahankan kebenaran, dan keengganan mengakui kesalahan. ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Ada orang yang keras pendiriannya karena tidak ingin kehilangan kebenaran. Ada pula yang sama kerasnya karena tidak sanggup kehilangan muka. Keduanya mungkin sama-sama menolak untuk menyerah. Namun, yang satu sedang menjaga imannya, sementara yang lain barangkali hanya sedang melindungi harga dirinya. Orang Jawa menyebutnya watake kekeh . Sebuah ungkapan yang tidak selalu bernada celaan. Dalam keadaan tertentu, watak semacam ini justru diperlukan. Tanpanya, seseorang mungkin terlalu mudah menyerah ketika menghadapi tekanan, terlalu cepat meninggalkan prinsip ketika kehilangan dukungan, atau terlalu gampang menukar keyakinan demi memperoleh penerimaan. Tetapi watak yang sama juga bisa menjadi penjara. Seseorang begitu lama mempertahankan pendiriannya hingga tak lagi mampu membedakan antara kebenara...