Gerimis, Kok Kuyup?
[ TAZKIYATUN NAFS ] Gerimis, Kok Kuyup? Ketika Kesalahan Kecil Tak Lagi Terasa Salah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ “Waspadalah terhadap dosa-dosa yang dianggap remeh.” (HR Ahmad) Hujan deras membuat orang segera mencari tempat berteduh. Gerimis justru membuat orang menunda. Merasa belum perlu. Mengira sebentar lagi juga reda. Tahu-tahu kuyup. “Lho, kok teles?” “Gerimis, Pak.” “Lha, kok ora ngiyup?” “Kirain cuma sebentar.” Begitulah. Sesuatu yang kecil sering kehilangan daya ancamnya, bukan karena tidak berbahaya, melainkan karena terlalu mudah diremehkan. Manusia pandai sekali menyiapkan istilah untuk mengecilkan kesalahannya sendiri. “Cuma terlambat sedikit.” “Cuma pinjam sebentar.” “Bukan ghibah, cuma cerita.” “Bukan bohong, hanya tidak menjelaskan semuanya.” Dan bila alasan mulai kehabisan tenaga, masih ada jurus pamungkas: “Lha, wong liyane yo podo.” Selesai. Hati mendapat pembelaan. Kesalahan mendapat tempat yang nyaman. ...