KH. Shaleh Darat: Ketika Ilmu Tidak Berhenti di Kepala
KH. Shaleh Darat: Ketika Ilmu Tidak Berhenti di Kepala Ketika Perjalanan Ilmu Menjadi Perjalanan Hati Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada orang yang belajar agar dikenal sebagai orang berilmu. Ada pula yang belajar karena sadar bahwa dirinya adalah orang yang tidak tahu. Dan ada orang-orang yang perjalanan ilmunya justru mengajarkan kepada kita bahwa semakin dalam seseorang mengenal ilmu, semakin besar pula tuntutan untuk merendahkan hati di hadapan Allah. Di antara mereka adalah KH. Muhammad Shaleh bin Umar as-Samarani, yang lebih dikenal sebagai Syekh Shaleh Darat. Beliau lahir sekitar tahun 1820 M di Kedung Cumpleng, Mayong, Jepara, putra dari Kiai Umar—sosok kepercayaan Pangeran Diponegoro yang berjuang di Jawa bagian utara. Jika sang ayah mengangkat senjata melawan penjajah, sang putra memilih jalan juang yang berbeda: menyucikan zaman lewat ilmu, tulisan, dan tazkiyatun nafs, penyucian jiwa. Beliau kelak menetap di kawasan pesisir utara Semarang bernama "Darat"—derm...