Dolane Kurang Adoh
Dolane Kurang Adoh Tentang khilaf, nyinyir, dan hati yang belum menep dalam ilmu Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Beberapa hari ini saya mengikuti keramaian setelah terbit buku Ustadz Adi Hidayat tentang Syaikh Al-Albani, Syaikh Albani di Antara Muhaddits dan Bahitsul Hadits . Ada yang membahas bukunya, ada yang membantah, ada yang membela Al-Albani, ada pula yang membela Ustadz Adi Hidayat. Itu biasa. Yang menarik justru ketika perdebatan mulai bergeser dari argumentasi menjadi sindiran, dari membahas pendapat menjadi membahas orang. Lalu muncul satu hal yang sangat akrab di media sosial: nyinyir . Melihat beberapa komentar, saya malah teringat ungkapan sederhana yang kadang dipakai orang Jawa ketika melihat seseorang terlalu cepat bicara tentang sesuatu yang belum banyak ia kenal: “Dolane kurang adoh.” Bukan berarti kurang piknik. Kadang yang kurang jauh bukan perjalanan kakinya, tetapi perjalanan pikirannya. Pernah Gumun Saya pernah berada di fase itu. Pernah mendengar seorang ustadz m...