Postingan

Psikologi Islam yang Sempurna

PSIKOLOGI ISLAM YANG SEMPURNA Perluasan dan Pendalaman dengan Landasan Al-Qur'an dan Hadits Bismillahirrahmanirrahim MUKADIMAH Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah menyempurnakan agama ini sebagai pedoman hidup yang komprehensif. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga, dan para sahabatnya. Islam adalah agama yang sempurna ( kāmil كامل) dan lengkap ( tāmm تام), mencakup seluruh aspek kehidupan manusia termasuk dimensi psikologis. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًۭا "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu." (QS. Al-Ma'idah [5]: 3) Ayat ini turun pada hari Arafah di tahun Haji Wada' حجة الوداع, menyatakan kesempurnaan Islam sebagai sistem kehidup...

Air Mata yang Membersihkan Jiwa

Air Mata yang Membersihkan Jiwa Ada tangisan yang tidak terdengar oleh telinga manusia, namun bergema hingga ke langit ketujuh. Ada air mata yang jatuh dalam sunyi malam, namun ditampung oleh malaikat dalam bejana cahaya. Ini adalah tangisan seorang hamba yang merindukan Tuhannya—tangisan yang lahir bukan dari kepedihan dunia, melainkan dari kerinduan yang mendalam kepada Allah. Kita begitu mudah menangis untuk banyak hal. Menangis ketika kehilangan harta, ketika dikhianati kekasih, ketika mimpi-mimpi dunia hancur berkeping. Tapi pernahkah kita menangis hanya karena Allah? Menangis karena merasa begitu jauh dari-Nya, karena dosa-dosa yang menggunung, karena takut tidak sempat bertobat sebelum ajal menjemput? Rasulullah ﷺ bersabda, "Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya..." dan salah satunya adalah "seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian, lalu kedua matanya bercucuran air mata." Bayangkan. Di ten...

GENERASI RABBANI (Seri 4)

IV. Kecerdasan Intelektual dan Pola Pikir Rabbani Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya: kenapa Al-Qur'an berkali-kali menyinggung soal berpikir ? Kenapa Allah berkali-kali bertanya, أَفَلَا تَعْقِلُونَ "Afala ta'qilun?" (Tidakkah kamu berpikir?). Atau أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ "Afala yatadabbarun?" (Tidakkah mereka merenungkan?). Di zaman scroll tanpa batas ini, di mana informasi datang bertubi-tubi setiap detik, kita sering lupa bahwa akal adalah salah satu anugerah terbesar Allah kepada manusia. Generasi Rabbani bukan cuma generasi yang rajin shalat dan puasa—tapi juga generasi yang cerdas, kritis, dan visioner . Bab ini akan membahas bagaimana Islam sebenarnya sangat menghargai kecerdasan intelektual, dan bagaimana kita bisa membangun pola pikir yang Rabbani di tengah zaman yang penuh distraksi ini. A. Fondasi: 'Aql (Akal) sebagai Karunia Agung 1. Kedudukan Akal dalam Islam Coba buka Al-Qur'an, dan hitung berapa kali kata-kata yan...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...