Postingan

Perempuan yang Tahu Cara Memilih

Perempuan yang Tahu Cara Memilih Oleh: Nuraini Persadani Ada perempuan-perempuan yang kekayaannya membuat orang kagum dari jauh. Ada pula perempuan yang kekayaannya membuat orang kagum — lalu diam, lalu merenung — karena mereka melihat sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar angka. Khadijah binti Khuwailid — radhiyallahu 'anha — adalah perempuan dari golongan kedua. Ia memang salah satu manusia terkaya yang pernah berjalan di muka bumi. Tapi yang membuat namanya terukir abadi bukan berapa banyak yang ia miliki — melainkan bagaimana ia memilih untuk melepasnya. Dan untuk siapa. Setengah Perekonomian Sebuah Kota Untuk memahami siapa Khadijah, kita perlu memahami dulu seperti apa Mekkah di abad keenam Masehi. Mekkah bukan hanya kota suci — ia adalah simpul perdagangan internasional yang menghubungkan Yaman di selatan dengan Syam di utara, tempat bertemunya sutra, rempah, emas, dan segala komoditas berharga dari berbagai penjuru dunia. Dan di kota perdagangan itul...

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-34/35: Ancaman Nuklir Menggelayut, IAEA Peringatkan Dunia, Trump Ancam "Bom Iran ke Zaman Batu"

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-34/35: Ancaman Nuklir Menggelayut, IAEA Peringatkan Dunia, Trump Ancam "Bom Iran ke Zaman Batu" Oleh: Nuraini Persadani Memasuki hari ke-34 hingga ke-35 sejak serangan pembuka koalisi AS–Israel pada 28 Februari 2026, perang yang kini memasuki pekan kelimanya ini mulai membawa dunia ke ambang kekhawatiran yang lebih dalam dari sekadar korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Hari ini, dimensi nuclear — baik sebagai risiko kecelakaan radiologis maupun sebagai pemantik proliferasi kawasan — mengemuka menjadi perhatian paling mendesak di panggung diplomatik internasional. Di lapangan, rudal masih bergemuruh. Di meja IAEA di Wina, sirene peringatan yang berbeda pun berbunyi. Serangan Rudal Iran, 3 April: Sistem Pertahanan Israel Bekerja Keras Pada Jumat, 3 April 2026, Iran kembali meluncurkan gelombang rudal balistik ke Israel, menyasar wilayah tengah termasuk area Tel Aviv. Sistem pertahanan udara Israel aktif bekerja menangkisnya; belu...

Kebersamaan dalam Awal dan Akhir Ramadhan

Kebersamaan dalam Awal dan Akhir Ramadhan Oleh: Abdullah Madura Setiap kali Ramadhan mendekat, ada pemandangan yang selalu saya rindukan dari masa kecil di kampung: orang-orang berkumpul di halaman masjid setelah Maghrib, mendongak ke langit barat yang mulai gelap, menunggu bersama. Tidak ada yang sibuk dengan ponselnya. Tidak ada yang bergegas pulang. Semua menunggu satu hal yang sama — hilal. Ketika seseorang berteriak "Ada!" dan yang lain ikut melihat, lalu takbir pecah bersahut-sahutan — itu bukan sekadar momen astronomi. Itu adalah momen umat. Momen ketika ribuan jiwa yang berbeda-beda itu berdenyut dalam satu irama. Rasulullah ﷺ mengajarkan cara menyambut dan mengakhiri Ramadhan dengan sebuah hadits yang tampak sederhana namun menyimpan kedalaman luar biasa: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ "Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena mel...

Empat Nama untuk Satu Luka: Tadabbur Psikologi Spiritual Dosa dalam Al-Qur'an

Empat Nama untuk Satu Luka: Tadabbur Psikologi Spiritual Dosa dalam Al-Qur'an Oleh: Nuraini Persadani Persadani — Media Islam Analitik / Wasathiyah "Sesungguhnya Al-Qur'an adalah lautan kata yang setiap kata-katanya menyimpan alam makna tersendiri. Barang siapa yang berhenti hanya pada terjemahannya, ia hanya membasahi ujung jarinya saja." — Imam Al-Ghazali , Ihyā' 'Ulūmiddīn Pengantar: Ketika Al-Qur'an Berbicara tentang Dosa Pernahkah kita bertanya: mengapa Al-Qur'an tidak menggunakan satu kata saja untuk menyebut "dosa"? Mengapa Allah — yang Mahatahu segala keelokan bahasa — memilih setidaknya empat istilah berbeda: itsm (إثم), dzanb (ذنب), khathi'ah (خطيئة), dan ma'shiyah (معصية)? Jawabannya bukan semata soal variasi stilistika. Al-Qur'an — sebagaimana ditegaskan oleh para ulama tafsir — memilih kata dengan presisi ilahi. Setiap istilah menanggung muatan psikologis, moral, dan spiritual yang berbeda. Dan mem...

Islam Bukan Sekadar Kumpulan Hukum

Islam Bukan Sekadar Kumpulan Hukum Oleh: Abdullah Madura Ada seorang santri tua di pesantren tempat saya mondok dulu. Setiap kali ditanya soal ibadah, beliau tidak langsung menjawab dengan hukum. Beliau diam sejenak, lalu bertanya balik: "Kamu ibadah untuk apa?" Pertanyaan itu sederhana. Tapi bertahun-tahun kemudian, saya baru menyadari betapa dalamnya. Karena sebagian besar dari kita — termasuk saya sendiri — sering menjalankan Islam layaknya membaca daftar kewajiban. Shalat: wajib. Zakat: wajib. Puasa: wajib. Haji: wajib bila mampu. Selesai. Tanda centang. Lanjut. Kita hafal hukumnya. Tapi kita sering lupa mengapa hukum itu ada. Rasulullah ﷺ tidak memperkenalkan Islam sebagai daftar aturan . Beliau memperkenalkannya sebagai bangunan . بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ "Islam dibangu...

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-33

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-33: Rudal Terbesar Sebelum Passover, Fasilitas Nuklir Luluh Lantak, Trump Beri Ultimatum 2–3 Minggu Oleh: Nuraini Persadani Tiga puluh tiga hari setelah serangan pembuka koalisi AS–Israel pada 28 Februari 2026, perang yang kini oleh Al Jazeera disebut sebagai "US-Israel war on Iran" belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara nyata di lapangan. Justru sebaliknya: tepat menjelang perayaan Passover, Iran melancarkan salah satu barrage rudal balistik terbesar sejak perang dimulai, sementara serangan udara AS–Israel terus menghancurkan infrastruktur strategis Iran — termasuk instalasi nuklir yang kini mendapat sorotan penuh dari komunitas internasional. Rudal Iran Hantam Israel Tengah Menjelang Passover Pada Rabu malam, 1 April 2026, Iran melancarkan gelombang rudal balistik berskala besar ke wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan sekitarnya. Sirene peringatan berbunyi berulang kali di berbagai kota; ledakan terdengar dan kobaran ...

Jabatan atau Kebenaran — Imam Abu Hanifah Hanya Bisa Memilih Satu

Jabatan atau Kebenaran — Imam Abu Hanifah Hanya Bisa Memilih Satu Oleh: Nuraini Persadani Ada tawaran yang tampak seperti kehormatan, tapi sesungguhnya adalah perangkap. Ada jabatan yang tampak seperti amanah, tapi sesungguhnya adalah rantai. Dan ada manusia-manusia langka yang bisa melihat perbedaan itu — bahkan ketika seluruh dunia menganggap mereka bodoh karena menolaknya. Imam Abu Hanifah — rahimahullah — adalah salah satu dari manusia langka itu. Dua kali ia ditawari jabatan Qadhi — Hakim Agung — oleh dua dinasti yang berbeda. Dua kali ia menolak. Dan dua kali penolakan itu ia bayar dengan harga yang tidak murah: cambukan, penjara, dan akhirnya — kematian di balik jeruji. Tapi ia tidak pernah menyesal. Siapa Abu Hanifah? Lahir di Kufah, Iraq, pada tahun 80 H, Abu Hanifah An-Nu'man ibn Tsabit tumbuh sebagai anak seorang pedagang sutra keturunan Persia. Sejak muda ia dikenal dengan kecerdasan yang tidak biasa — bukan kecerdasan yang hanya pandai menghafal, ta...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...