Postingan

Jalan Sunyi Menuju Derajat Orang Shalih

Enam Pintu yang Harus Dilewati: Jalan Sunyi Menuju Derajat Orang Shalih Oleh: Nuraini Persadani Ada sebuah kata yang mudah kita ucapkan, tapi berat kita jalani — kesalehan . Kita menginginkan derajat orang-orang shalih: tenang hatinya, jernih pandangannya, dicintai Allah dan manusia. Tapi kita kerap bertanya dalam diam: mengapa jalan menuju ke sana terasa begitu berliku? Seorang wali zuhud dari abad kedua hijriah pernah menjawab pertanyaan itu. Bukan dengan teori. Bukan dengan ceramah panjang. Tapi dengan enam kalimat yang menghunjam. Ibrahim bin Adham: Sang Pangeran yang Memilih Jalan Sunyi Ibrahim bin Adham — رحمه الله — adalah salah satu tokoh zuhud terbesar dalam sejarah Islam. Ia pernah menjadi pangeran dari Balkh (kini wilayah Afghanistan), hidup dalam kemewahan, memiliki istana dan pasukan. Namun suatu malam, sebuah peristiwa mengubah seluruh hidupnya. Ia meninggalkan mahkota dan memilih jalan para sufi — jalan yang sunyi, jalan yang dalam. Para ulama mencatat ...

Dampak Perang Iran–Israel–AS terhadap Indonesia: Energi, Pangan, Petani, dan Nelayan

Dampak Perang Iran–Israel–AS terhadap Indonesia: Energi, Pangan, Petani, dan Nelayan Laporan ini disusun berdasarkan data yang dikumpulkan dari CNN, Al Jazeera, Reuters, BBC, Bloomberg, IEA, WTO, serta pernyataan resmi Kemlu RI, Kemenkeu, Kementan, KKP, Bank Indonesia, OJK, dan Komisi IV DPR RI — hingga awal April 2026. Konflik Iran–Israel–AS yang dimulai 28 Februari 2026 telah memasuki bulan kedua dengan dampak yang kian meluas ke ekonomi domestik Indonesia. Posisi Indonesia: Jauh dari Medan Tempur, Tak Kebal dari Dampaknya Indonesia tidak mengirim satu pun tentara ke Timur Tengah. Tidak ada pangkalan militernya yang terancam rudal Iran atau serangan Israel. Namun dalam empat pekan sejak Operation Epic Fury meledak pada 28 Februari 2026, Indonesia merasakan getaran ekonomi yang semakin nyata — dan berpotensi semakin berat. Sebagai net oil importer yang mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, Indonesia sangat rentan terhadap gejolak harga energi global. Selat Hor...

Pembaharuan Niat Adalah Tanda Hati Yang Hidup

Pembaharuan Niat Adalah Tanda Hati Yang Hidup Oleh : Abdullah Madura عَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ. وَفِي رِوَايَةٍ: مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ "Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.' Dalam riwayat lain: 'Barangsiapa yang tidak menetapkan tekad puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.'" HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i dan lainnya Malam sudah larut. Rumah sudah sunyi. Semua orang sudah tidur. Dan di suatu sudut yang sepi itu, seorang mukmin berbaring — matanya hampir tertutup — tetapi hatinya masih berbisik pelan: "Ya Allah, besok aku berpuasa karena-Mu." Tidak ada yang m...

Antrian Mengular di SPBU Seluruh Indonesia: Panic Buying BBM yang Tidak Perlu

Antrian Mengular di SPBU Seluruh Indonesia: Panic Buying BBM yang Tidak Perlu Nuraini Persadani Selasa, 31 Maret 2026. Menjelang petang, ratusan SPBU di seantero Indonesia mendadak sesak. Kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke badan jalan. Di Makassar, kemacetan menjalar dari persimpangan Jalan Rappocini Raya hingga Jalan Pettarani. Di Bandung, antrean di SPBU Dago memanjang sampai ke pintu gerbang. Di Surabaya, seluruh 48 nozzle di satu SPBU dioperasikan serentak namun tetap tak mampu menampung lonjakan. Di Semarang, Palembang, Jember, Bandar Lampung, Pontianak — cerita yang sama berulang. Penyebabnya bukan gempa. Bukan kelangkaan. Bukan pula kebijakan pemerintah. Penyebabnya adalah: rumor . Hoaks Viral Lebih Cepat dari Siaran Pers Resmi Beberapa hari sebelumnya, sebuah flyer tabel harga BBM beredar luas di WhatsApp dan X (Twitter). Isinya menyebut harga Pertalite akan naik dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per liter, Pertamax menembus Rp17.000–Rp17.850 per...

Ia Tidak Gemetar — Kisah Hasan Al-Bashri di Hadapan Hajjaj ibn Yusuf

Ia Tidak Gemetar — Kisah Hasan Al-Bashri di Hadapan Hajjaj ibn Yusuf Oleh: Nuraini Persadani Ada orang-orang yang ketika marah, seluruh ruangan ikut gemetar. Yang ketika berbicara, orang-orang menundukkan kepala bukan karena hormat — tapi karena takut. Yang namanya saja sudah cukup untuk membuat lutut orang kuat pun bergetar. Hajjaj ibn Yusuf Ats-Tsaqafi adalah salah satunya. Gubernur Iraq yang ditakuti seantero dunia Islam itu pernah berhadapan langsung dengan seorang lelaki tua yang duduk dengan tenang, berbicara dengan tenang, dan pergi dengan tenang — seolah ia baru saja meninggalkan majelis biasa, bukan meninggalkan hadapan seorang yang paling ditakuti di zamannya. Lelaki tua itu adalah Hasan Al-Bashri — rahimahullah. Dan kisah pertemuan mereka bukan sekadar kisah tentang keberanian. Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi ketika seseorang sudah tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Siapa Hasan Al-Bashri? Lahir di Madinah pada tahun 21 H, dua tahun sebe...

Tubuhnya Dicambuk — Tapi Imannya Tak Pernah Retak

Tubuhnya Dicambuk — Tapi Imannya Tak Pernah Retak Oleh: Nuraini Persadani Ada ujian yang datang dalam bentuk kemiskinan. Ada yang datang dalam bentuk kehilangan. Ada yang datang dalam bentuk sakit yang berkepanjangan. Tapi ada satu jenis ujian yang lebih berat dari semuanya: ketika yang menekan bukan nasib, tapi manusia. Ketika yang memaksa bukan keadaan, tapi kekuasaan. Ketika yang mengancam bukan penyakit, tapi pedang. Imam Ahmad ibn Hanbal menghadapi ujian jenis itu — bukan sehari, bukan sebulan, tapi hampir tiga puluh tahun. Dan ia melewatinya dengan sesuatu yang tidak semua orang punya: keyakinan bahwa kebenaran tidak berubah hanya karena penguasa menginginkannya berubah. Inilah kisahnya. Bukan untuk dikagumi dari jauh, tapi untuk direnungkan dari dalam — dari bagian hati kita yang paling jujur. Al-Mihnah: Fitnah Terbesar yang Pernah Mengguncang Umat Pada tahun 218 H, Khalifah Al-Ma'mun — seorang penguasa yang cerdas namun terjerumus dalam pemikiran Mu'ta...

Islam Membangun Keseimbangan Ruhani 24 Jam : Siang Menahan Syahwat, Malam Menguatkan Ruh

Islam Membangun Keseimbangan Ruhani 24 Jam : Siang Menahan Syahwat, Malam Menguatkan Ruh Oleh : Abdullah Madura عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.'" HR. Bukhari dan Muslim Bayangkan seseorang yang seharian menahan lapar, menahan haus, menahan lisan, menahan amarah. Ketika matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang, ia berbuka dengan beberapa teguk air dan kurma. Tubuhnya lelah. Matanya berat. Dan malam baru saja dimulai. Di sinilah Islam mengajarkan sesuatu yang luar biasa. Bukan: "Kamu sudah berjuang seharian, istirahatlah." Tetapi: "Siang...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...