Mengapa Emosi Sering Mengalahkan Iman?
Mengapa Emosi Sering Mengalahkan Iman? Memahami Konflik antara Hati, Akal, dan Hawa Nafsu dalam Diri Manusia Oleh : Tsaqif Rasyid Dai | persadani.org | 7 Juni 2026 — 21 Dzulhijjah 1447 H Kita tahu marah berlebihan itu salah. Namun tetap marah. Kita tahu iri hati merusak. Namun tetap iri. Kita tahu Allah mengatur segalanya. Namun tetap cemas berlebihan. Kita tahu dunia ini sementara. Namun kehilangan sedikit saja sudah bisa membuat hati gelisah berhari-hari. Jika iman sudah mengetahui kebenaran — mengapa emosi sering memenangkan pertarungan? Inilah salah satu pertanyaan paling jujur yang bisa diajukan seorang mukmin kepada dirinya sendiri. Bukan pertanyaan yang melemahkan iman, melainkan pertanyaan yang membuka pintu pemahaman yang lebih dalam tentang jiwa manusia. Dan tazkiyatun nafs — ilmu penyucian jiwa yang diwariskan para ulama selama berabad-abad — menjawabnya dengan cara yang tidak sederhana, tetapi sangat menyentuh. Ketika Pengetahuan Tidak Cukup Kit...