Postingan

Asal Usul Idul Fitri: Bukan Hanya 'Hari Kemenangan', Tapi Pengganti Pesta Jahiliyah

Asal Usul Idul Fitri: Bukan Hanya 'Hari Kemenangan', Tapi Pengganti Pesta Jahiliyah Oleh: Nuraini Persadani Sebuah Pertanyaan yang Jarang Diajukan di Tengah Takbir dan Ketupat Di tengah gemuruh takbir yang membelah langit malam, di antara aroma opor dan rendang yang mengepul dari dapur, di sela-sela foto Lebaran yang membanjiri linimasa — pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: Dari mana sesungguhnya Idul Fitri berasal? Siapa yang menetapkannya? Dan mengapa ia hadir tepat di titik ini — setelah Ramadhan, bukan sebelumnya? Pertanyaan-pertanyaan itu bukan pertanyaan yang mengusik keimanan. Sebaliknya, ia adalah pintu menuju pemahaman yang jauh lebih dalam dan lebih kaya tentang mengapa Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan atas rasa lapar. Ada sebuah kisah di baliknya — kisah tentang bagaimana Islam datang ke Madinah dan menemukan dua hari pesta yang bersumber dari tradisi pra-Islam, lalu dengan kebijaksanaan yang luar biasa, menggantikannya dengan sesuat...

Ledakan Kilang Valero Texas AS dan mitos Geopolitik

Ketika Ledakan Kilang Minyak di Texas Disalahpahami sebagai Geopolitik Pada Senin malam, 23 Maret 2026, sebuah ledakan besar terjadi di Valero Port Arthur Refinery , salah satu kilang minyak terbesar di Amerika Serikat. Dalam hitungan jam, peristiwa industri ini berubah menjadi bahan bakar narasi geopolitik: dikaitkan dengan eskalasi konflik Washington–Teheran, bahkan disebut sebagai "balasan" atau "dampak" dari ultimatum militer yang belum tentu pernah ada. Namun, ketika debu mulai turun dan data faktual dikumpulkan, terlihat jelas: realitasnya jauh lebih teknis daripada politis. Anatomi Kejadian: Insiden Industri, Bukan Aksi Militer Ledakan terjadi di unit diesel hydrotreater , bagian penting dalam proses penyulingan untuk menghilangkan sulfur dari bahan bakar. Unit ini bekerja pada suhu dan tekanan tinggi—kombinasi yang memang berisiko jika terjadi kegagalan sistem. Fakta utama dari kejadian ini meliputi: Kapasitas kilang: ±380.000–435.000 barel ...

Erdogan Tuntut Dunia Hentikan "Jaringan Pembantaian" Netanyahu, Steinmeier Sebut Perang Iran Langgar Hukum Internasional

Erdogan Tuntut Dunia Hentikan "Jaringan Pembantaian" Netanyahu, Steinmeier Sebut Perang Iran Langgar Hukum Internasional Reportase | Rabu, 25 Maret 2026 | Disusun dari: TRT World, Türkiye Today, Hurriyet Daily News, ANews, Pakistan Today, Express Tribune, Foreign Policy Dua pemimpin besar dunia — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier — secara bersamaan mengeluarkan pernyataan paling keras mereka terhadap perang Iran pada Selasa, 24 Maret 2026. Erdogan menyebut apa yang dipimpin Netanyahu sebagai "jaringan pembantaian" ( massacre network ) yang harus dihentikan segera, menegaskan perang ini adalah perang Netanyahu untuk bertahan hidup secara politik namun seluruh delapan miliar manusia yang membayar harganya. Sementara Steinmeier — dalam pidatonya di peringatan 75 tahun Kementerian Luar Negeri Jerman — menyebut perang Iran sebagai "pelanggaran hukum internasional" dan menggambarkan keretakan kepercayaan te...

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-25–26: Iran Minta JD Vance sebagai Negosiator, Trump Klaim 15 Poin Kesepakatan, Pakistan Tawarkan Menjadi Tuan Rumah Perundingan

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-25–26: Iran Minta JD Vance sebagai Negosiator, Trump Klaim 15 Poin Kesepakatan, Pakistan Tawarkan Menjadi Tuan Rumah Perundingan Reportase | Rabu, 25 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, NBC News, PBS NewsHour, AP, Newsweek, Bloomberg, Wikipedia, PBS Hari ke-25 perang menghadirkan dimensi diplomasi yang paling substantif sejak konflik dimulai 28 Februari — meski di lapangan bom dan rudal masih terus berjatuhan. Iran secara resmi menyampaikan melalui saluran belakang bahwa Tehran tidak mau bernegosiasi dengan utusan Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner — dan meminta Wakil Presiden JD Vance sebagai negosiator, karena dianggap lebih tulus ingin mengakhiri perang. Trump merespons dengan menegaskan seluruh timnya terlibat: Vance, Rubio, Witkoff, dan Kushner. Sementara Trump mengklaim 15 poin kesepakatan sudah tercapai, Iran membantah ada negosiasi sambil mengakui menerima pesan dari "negara-negara sahabat." Pakistan, Turki, Oman, dan...

Benteng Keselamatan Umat Islam

Benteng Keselamatan Umat Islam Oleh Abdullah Madura Di antara semua yang ditakutkan manusia sepanjang sejarahnya — kelaparan, penyakit, perang, kematian — ada satu ketakutan yang melampaui semua itu. Sesuatu yang begitu besar, begitu nyata dalam keyakinan seorang mukmin, sehingga ia menjadi ukuran tertinggi dari keberuntungan dan kemalangan seseorang. Neraka. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepada kita bahwa ada satu amalan yang — jika dilakukan dengan benar, dengan tulus, karena Allah semata — akan menjauhkan kita dari neraka itu dengan jarak yang tidak bisa kita bayangkan: مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا "Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun." (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu ) Sa...

Psikologi Lebaran: Mengapa Bahagia Cepat Hilang?

Psikologi Lebaran: Mengapa Bahagia Cepat Hilang? Oleh: Nuraini Persadani I. Hari Keempat Lebaran: Ketika Takbir Sudah Senyap dan Hati Mendadak Kosong Bayangkan ini. Hari pertama Lebaran — takbir masih menggema di dada, baju baru masih harum, meja makan penuh dengan hidangan yang hanya ada setahun sekali. Semua orang tersenyum. Pelukan dan maaf-memaafkan mengalir hangat. Ada rasa ringan di dada yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ini bahagia. Ini kemenangan. Ini Idul Fitri. Lalu tiba hari keempat. Atau kelima. Hidangan sudah habis, baju baru sudah biasa, tamu sudah pulang, media sosial mulai sepi dari foto-foto Lebaran. Dan tanpa diminta, tanpa peringatan, ada sesuatu yang turun perlahan di dalam dada — semacam kekosongan, semacam kehilangan yang tidak bisa dinamai. Bukan sedih. Bukan marah. Hanya... kosong. Seolah perayaan itu terlalu cepat berlalu, seolah kebahagiaan itu meminjam dirinya sebentar lalu pergi tanpa pamit. Fenomena ini bukan khayalan. Psikologi menyebut...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya