“Nanti”: Kata Pendek yang Diam-Diam Menghabiskan Umur
“Nanti”: Kata Pendek yang Diam-Diam Menghabiskan Umur Dari “mengko disik” menuju taswīf: tentang kebaikan yang kita setujui, tetapi terus kita tunda ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Orang Jawa akrab dengan ungkapan, “Sabar yo, mengko disik.” Tenang dulu, nanti saja. Tidak ada yang salah dengan mengko . Ada perkara yang memang lebih baik ditunda: jawaban ketika marah, keputusan ketika pikiran keruh, atau tindakan yang masih memerlukan pertimbangan. Tidak semua ketergesaan adalah kebaikan, sebagaimana tidak semua penundaan merupakan kelalaian. Namun, mengko juga dapat menjadi tempat yang sangat nyaman untuk menyimpan sesuatu yang sebenarnya sudah kita tahu harus dilakukan. Mengko sowan, mengko njaluk ngapura, mengko ngaji maneh, mengko nek wis longgar. Nanti mengunjungi orang tua, nanti meminta maaf, nanti mengaji lagi, nanti kalau sudah longgar. Kita tidak menolak semua kebaikan itu. Kita menyetujuinya, bahkan mungkin sungguh-sungguh berniat melakukannya. Hanya saja, bukan...