Kebas, Ora Mempan
Kebas, Ora Mempan Ketika Nasihat Kalah oleh Pembenaran Diri Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Betapa mudahnya menjadi singa ketika menasihati orang lain. Suara lantang. Argumentasi tajam. Dalil pun tersusun rapi. Tetapi ketika nasihat yang sama menuntut perubahan pada diri sendiri, keberanian itu sering mendadak kehilangan suaranya. Kita tahu kapan harus bersabar, tetapi masih mudah tersulut. Mengerti pentingnya tawaduk, tetapi tersinggung ketika dikoreksi. Memahami bahwa mengakui kesalahan merupakan kemuliaan, tetapi lidah justru lebih cepat menyusun pembelaan. Bahkan tidak jarang, nasihat yang gagal kita amalkan itu pernah kita sampaikan sendiri kepada orang lain. Omdo. Omong doang. Begitu seorang kawan menyebutnya. Terdengar jenaka, tetapi sesungguhnya menyimpan persoalan yang tidak sederhana. Kesenjangan antara pengetahuan dan perbuatan bisa menjadi kebiasaan. Apalagi ketika setiap kekeliruan selalu memperoleh alasan untuk dimaklumi. Mula-mula kesalahan masih membuat kita gelis...