Gotong Royong: Nafas Persaudaraan yang Membangun Indonesia
Gotong Royong: Nafas Persaudaraan yang Membangun Indonesia Merawat Kemerdekaan Bukan dengan Seremoni, tapi dengan Kebersamaan Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Kita hidup di era yang katanya paling terhubung sepanjang sejarah manusia. Grup WhatsApp memuat ratusan anggota, komunitas tumbuh dalam hitungan hari, crowdfunding bisa mengumpulkan dana ratusan juta hanya dalam semalam. Tetapi di balik keramaian digital itu, ada pertanyaan yang jarang kita ajukan dengan jujur: benarkah kita benar-benar bersama, atau sekadar berada di ruang yang sama? Banyak orang menginginkan perubahan, tetapi menunggu "orang lain" yang memulai lebih dulu. Banyak yang bersimpati pada persoalan bangsa, tetapi belum tentu bersedia turun tangan. Maka pertanyaannya bukan apakah Indonesia kekurangan orang baik — melainkan apakah kita kekurangan orang yang mau bergerak bersama. Gotong royong bukan sekadar kerja bakti di pagi hari sebelum 17 Agustus. Ia adalah cara sebuah bangsa menjaga dirinya tetap utuh. ...