Militansi yang Matang
[ TazkiyatunNafs ] Militansi yang Matang Teguh dalam Prinsip, Lentur dalam Ikhtiar ✒️ Tsaqif Rasyid Dai وَاصْدِمْهُ أَوَّلَ وَهْلَةٍ لَا تَكْتَرِثْ "Seranglah sejak kesempatan pertama. Jangan terlalu memedulikan apa pun." Gercep. Sikat. Ojo pikir jero. Gagah kedengarannya. Ada rintangan, tabrak. Ada tantangan, terjang. Urusan akibat, pikir belakangan. Seolah keberanian baru dianggap sempurna jika seseorang tidak sempat mempertimbangkan risiko. Tetapi Ibnu Khaldun justru mengkritik anjuran dalam bait syair tersebut. Dalam Al-Muqaddimah , beliau mempertanyakan keberanian yang mendahului pertimbangan. Bukan keberanian menyerang yang keliru, melainkan tindakan yang diambil sebelum keadaan dipahami. Beliau kemudian menghadirkan pesan Umar bin Khattab tentang sosok pemimpin yang dibutuhkan dalam peperangan: الرَّجُلُ الْمَكِيثُ الَّذِي يَعْرِفُ الْفُرْصَةَ وَالْكَفَّ Orang yang matang pertimbangannya, yang mengetahui kapan mengambil kesempatan dan kapan haru...