Hilangnya Haya’: Alarm Sunyi yang Mendahului Al-Faahisyah
Hilangnya Haya’: Alarm Sunyi yang Mendahului Al-Faahisyah Oleh : Tsaqif Rasyid Dai Di balik cahaya layar yang tak pernah tidur, tersisa keheningan yang semakin berat kita tanggung. Kita mengunggah potongan jiwa ke ruang publik, berharap tepuk tangan virtual mampu menutupi lubang eksistensial yang tak kunjung bernama. Setiap kali jari menekan tombol kirim, ada bagian kecil dari diri yang seolah larut ke dalam arus tanpa nama, hingga perlahan kita lupa mana yang pantas ditutupi dan mana yang layak dipertahankan. Batas antara kejujuran dan pamer kian kabur, antara keberanian dan kecerobohan menipis tanpa kita sadari. Kita merayakan transparansi tanpa penyaring, padahal yang sebenarnya kita rindukan bukanlah keterbukaan, melainkan penjagaan. Ada sesuatu yang perlahan menguap dari ruang batin, sesuatu yang dulu menahan napas setiap kali langkah ingin melampaui kodratnya. Ia bernama haya’, rasa malu yang dulu menjadi benteng paling jujur bagi iman, kini kita gantikan dengan keberanian mene...