Cetho Welo-Welo
Cetho Welo-Welo Ketika Amanah yang Jelas Mendadak Menjadi Samar ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Ada yang menarik dalam kehidupan organisasi nirlaba. Kesepakatan dibuat bersama, aturan disusun, tanggung jawab dibagi. Semua mengangguk. Semua memahami. Cetho welo-welo. Namun, ketika tiba saatnya menjalankan, sesuatu yang semula jelas mendadak memerlukan penafsiran. Laporan pekerjaan dianggap mengurangi keikhlasan. Pertanggungjawaban keuangan dianggap cukup dengan saling percaya. Bahkan, dana yang telah ditentukan peruntukannya masih bisa diusulkan untuk membiayai kegiatan lain, selama mengatasnamakan kebaikan. Rupanya, kewajiban yang sebenarnya sudah jelas dapat dibuat lentur ketika berbenturan dengan kepentingan atau kenyamanan sendiri. Tidak ada penolakan terang-terangan. Kesepakatan tetap disetujui, rapat tetap dihadiri, nasihat tentang amanah tetap disampaikan. Hanya pelaksanaannya yang tak kunjung sesuai keputusan. Mangkir alus. Dalam sebuah lembaga pengabdian, laporan pekerjaan ...