Postingan

Hasan al-Bashri: Imam Muhasabah, Penjaga Hati, dan Guru Zuhud Sepanjang Zaman

Gambar
Hasan al-Bashri: Imam Muhasabah, Penjaga Hati, dan Guru Zuhud Sepanjang Zaman Menelusuri Biografi, Hikmah, dan Terapi Jiwa dari Sang Pewaris Spiritualitas Para Sahabat Oleh: Nuraini Persadani Ada seorang tabi'in yang namanya hampir tak pernah absen dari halaman kitab-kitab zuhud, tazkiyatun nufus, dan spiritualitas Islam klasik. Bukan karena beliau menulis ensiklopedi yang tebal, bukan pula karena beliau memegang jabatan di istana khalifah. Namanya bertahan lebih dari tiga belas abad semata-mata karena satu hal: nasihat-nasihatnya menghunjam langsung ke dalam hati. Dialah Hasan al-Bashri — imam zuhud, penjaga muhasabah, dan pewaris paling setia dari spiritualitas generasi sahabat Nabi ﷺ. Lahir di Lingkaran Cahaya Madinah Hasan al-Bashri lahir di Madinah pada tahun 21 H / 642 M, dua tahun sebelum berakhirnya kekhalifahan Umar bin al-Khaththab. Nama lengkapnya adalah Abu Sa'id al-Hasan bin Abi al-Hasan al-Bashri . Ayahnya, Yasar, adalah seorang bekas budak yang di...

Fa Innahu Yarāk: Rahasia Muraqabah dalam Al-Qur'an, Sunnah, dan Tazkiyatun Nufus

Gambar
Fa Innahu Yarāk: Rahasia Muraqabah dalam Al-Qur'an, Sunnah, dan Tazkiyatun Nufus Perjalanan Tujuh Lapisan — Dari Bisikan Hati Hingga Kedekatan dengan Allah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Larut malam. Telepon genggam masih menyala. Tidak ada yang melihat layar itu selain pemiliknya. Tidak ada atasan. Tidak ada pasangan. Tidak ada sahabat. Tidak ada algoritma yang melaporkan, tidak ada kamera yang merekam, tidak ada saksi dari kalangan manusia satu pun. Hanya dia dan pilihannya. Di momen seperti itulah karakter seseorang yang sesungguhnya muncul ke permukaan. Sebagian memilih jalan yang benar, persis seperti yang akan mereka pilih di depan orang banyak. Sebagian yang lain memilih jalan yang lebih mudah, karena merasa aman dalam kesendirian. Perbedaan di antara keduanya bukan terletak pada kecerdasan, bukan pula pada latar pendidikan. Perbedaannya terletak pada satu hal yang disebut para ulama tazkiyatun nufus sebagai muraqabah. Krisis Pengawasan di Era Modern Tidak ada zaman ...

Ketika Atasan Tidak Melihat: Amanah Kerja dalam Timbangan Allah

Gambar
Ketika Atasan Tidak Melihat: Amanah Kerja dalam Timbangan Allah Amanah yang Tidak Terlihat Manusia, Tetapi Selalu Tercatat di Sisi Allah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Laporan harian belum dibuka. Tangan lebih sibuk menggulir layar media sosial. Ketika langkah atasan terdengar mendekat, tiba-tiba layar berganti ke lembar kerja — seolah dari tadi sibuk bekerja. Skenario ini terasa familiar bagi banyak orang. Dan mungkin, di suatu sudut hati, terselip pertanyaan yang belum berani dijawab dengan jujur: Apakah gaji yang saya terima setiap bulan ini masih halal? Dalam Islam, hubungan antara pekerja dan pemberi kerja bukan sekadar kontrak duniawi yang selesai saat tanda tangan di atas kertas. Ia adalah amanah — sebuah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta'ala, di tempat di mana tidak ada manipulasi absensi dan tidak ada laporan yang bisa diperindah. Perintah yang Bukan Sekadar Anjuran Allah Ta'ala menurunkan fir...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya