Sorak Gol, Sunyi di Saf Subuh
Sorak Gol, Sunyi di Saf Subuh Bukan Tentang Sepak Bola, tetapi Tentang Siapa yang Menjadi Pusat Cinta Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Di berbagai belahan dunia, malam berubah menjadi pesta. Mata enggan terpejam karena satu pertandingan yang telah dinanti empat tahun lamanya. Sorak sorai memenuhi ruang keluarga, grup WhatsApp ramai oleh prediksi skor, dan lini masa media sosial dipenuhi euforia gol demi gol. Namun di saat yang sama, ada saf Subuh yang perlahan kehilangan jamaahnya, satu demi satu, tanpa ada yang benar-benar menyadarinya sebagai kehilangan. Kita hafal jadwal kick-off, tetapi lupa jadwal perjumpaan dengan Rabb kita. Maka pantas kita bertanya pada diri sendiri: sebenarnya yang sedang kalah itu siapa? Tim favorit kita, atau hati kita sendiri? Barangkali inilah persoalan sesungguhnya yang dihadapi manusia modern. Bukan kekurangan waktu, sebab dalam sehari kita masih sempat menonton, membalas pesan, dan menikmati hiburan berjam-jam lamanya. Yang sebenarnya terjadi adalah k...