Qadha dan Qadar dalam Perspektif Ulama Salaf dan Psikologi Modern: Dari Takdir Menuju Ketenangan Jiwa
Qadha dan Qadar dalam Perspektif Ulama Salaf dan Psikologi Modern: Dari Takdir Menuju Ketenangan Jiwa Bagaimana ulama salaf memahami qadha dan qadar? Pelajari perspektif Imam Ahmad, Al-Ghazali, Ibnu Qayyim, Ibnu Rajab, Al-Hasan Al-Bashri, Al-Muhasibi, serta empat pilar iman kepada qadar, perbedaan ridha dan acceptance, dan panduan praktis tazkiyatun nafs Oleh: Tsaqif Rasyid Dai | persadani.org | 3 Juni 2026 – 17 Dzulhijjah 1447 H Mengapa Qadha dan Qadar Relevan di Era Modern? Di tengah derasnya arus modernitas yang menuntut manusia untuk selalu mengendalikan, merencanakan, dan mengoptimalkan segala aspek kehidupan, pertanyaan tentang takdir justru semakin mendesak untuk dijawab. Ketika kegagalan datang bertubi-tubi, ketika doa terasa tidak diijabah, ketika jalan yang sudah direncanakan tiba-tiba tertutup—kebanyakan orang modern tidak tahu harus berdiri di mana. Dua pilihan yang tersedia sama-sama menyakitkan: menyalahkan diri sendiri habis-habisan, atau menyerah kepa...