Postingan

Trilogi Kesempatan Emas

Trilogi Kesempatan Emas Oleh: Abdullah Madura رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ Dari Abu Hurairah RA , ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Celakalah seseorang yang ketika namaku disebut di sisinya, ia tidak bershalawat kepadaku. Celakalah seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu sebelum ia diampuni. Celakalah seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan tua, tetapi keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga." (HR. Tirmidzi no. 3545, Ahmad no. 7451 — dishahihkan oleh Al-Albani) Tiga kali Nabi ﷺ mengucapkan raghima anf — رَغِمَ أَنْف — celaka, hina, terpuruk. Dalam riwayat lain, Jibril AS yang mengucapkan doa kecelakaan ini, dan Nabi ﷺ mengaminkannya dengan khidmat. Tiga kali mengucap, tiga kali mengamini — ini bukan...

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-17: IDF Umumkan Tiga Pekan Lagi Perang, Rudal Iran Hantam Gedung Diplomatik AS di Israel, Krisis Interseptor Membahayakan

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-17: IDF Umumkan Tiga Pekan Lagi Perang, Rudal Iran Hantam Gedung Diplomatik AS di Israel, Krisis Interseptor Membahayakan Reportase | Senin, 16 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, Reuters, Iran International, Euronews, ABC News, Wikipedia, Timeline of the 2026 Iran war Memasuki hari ke-17, perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda — justru sebaliknya. CNN mengungkap bahwa militer Israel telah memberi tahu Pentagon mereka merencanakan setidaknya "tiga pekan lagi" kampanye militer dengan "ribuan target yang tersisa." Gelombang serangan IDF baru dini hari Minggu mengguncang Isfahan, Tabriz, Khomein, Hamedan, Dezful, dan barat Teheran — sementara Iran melancarkan gelombang ke-50 serangan balasan ke pangkalan-pangkalan AS di Teluk. Serpihan rudal balistik Iran menghantam gedung yang menampung diplomat AS di Israel. Gedung Putih mengklaim kemampuan rudal Iran telah berkurang 90 per...

Paradoks Iran: Strategi Negara yang Sulit Dikalahkan dan Sulit Menang

Paradoks Iran: Strategi Negara yang Sulit Dikalahkan dan Sulit Menang Dalam kamus militer konvensional, kekuatan sebuah negara diukur dari berapa banyak kapal induk yang ia miliki, seberapa canggih pesawat tempur yang mengisi hanggar udaranya, seberapa besar anggaran pertahanan yang ia alokasikan setiap tahun, dan seberapa luas jangkauan satelit militernya mengawasi bumi. Jika semua ukuran itu dipakai secara ketat dan jujur, maka posisi Iran dalam hierarki kekuatan militer global tidaklah terlalu mengagumkan. Anggaran pertahanan Iran tidak sampai sepersepuluh dari Amerika Serikat. Armada udaranya didominasi pesawat-pesawat tua warisan era Shah yang suku cadangnya sudah langka. Angkatan lautnya tidak memiliki satu pun kapal induk. Teknologi senjata presisi tingginya masih jauh tertinggal dari standar NATO. Namun selama dua dekade terakhir, sesuatu yang ganjil terjadi di ruang-ruang kajian strategis di Washington, Tel Aviv, London, dan Paris. Para analis militer yang paling kompe...

Ramadhan dan Kesepian: Ibadah yang Tidak Terlihat Orang

Ramadhan dan Kesepian: Ibadah yang Tidak Terlihat Orang Di Balik Meja Makan yang Sepi Jam menunjukkan pukul 17.53. Di sebuah kamar kos di pinggiran kota, seorang perantau muda membuka takjilnya sendiri — sebungkus kurma dan segelas air putih. Tidak ada suara adzan yang disambut riuh keluarga. Tidak ada aroma masakan ibu yang menyambut pulang. Tidak ada tangan anak kecil yang meraih piring lebih cepat dari waktunya. Hanya sunyi, dan langit yang mulai merah di luar jendela. Di sudut kota lain, seorang janda paruh baya meletakkan sajadah sendirian, airmatanya jatuh lebih dulu dari beduk. Di sebuah rumah tua yang lapang tapi terasa sempit karena kekosongan, seorang kakek memandangi kursi-kursi makan yang tidak lagi terisi anak dan cucunya. Dan di bangsal rumah sakit, seorang pasien mendengarkan suara adzan Maghrib dari corong pengeras yang jauh — berbuka dengan selang infus di tangannya. Mereka semua berpuasa. Mereka semua beriman. Tapi tidak ada yang melihat mereka. Atau...

Ketika Hati Telah Hidup dengan Zikir, Dunia Terasa Kecil — I'tikaf Membantu Hati Mencapai Itu

Ketika Hati Telah Hidup dengan Zikir, Dunia Terasa Kecil — I'tikaf Membantu Hati Mencapai Itu كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ Dari Aisyah RA , ia berkata: "Dahulu Nabi ﷺ beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian istri-istri beliau beri'tikaf setelah beliau wafat." (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172) Hadits ini singkat. Tidak ada penjelasan panjang tentang keutamaannya, tidak ada janji pahala yang disebutkan secara eksplisit. Yang ada hanyalah laporan tentang sebuah konsistensi — Nabi ﷺ melakukannya setiap tahun, tanpa henti, hingga napas terakhirnya. Dan setelah beliau pergi, orang-orang yang paling mencintainya meneruskan tradisi itu. Dalam tradisi ilmu hadits, konsistensi Nabi ﷺ pada sebuah amalan adalah berbicara lebih keras dari seribu kata perintah. Ia mengatakan: inilah sesuat...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya