Jalan untuk Menangis: Mengapa Hati Modern Sulit Menangis karena Allah?
Jalan untuk Menangis: Mengapa Hati Modern Sulit Menangis karena Allah? Jalan Pulang dari Kebisingan Dunia Menuju Khashyah, Muhasabah, dan Kelembutan Hati Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Bismillahirrahmanirrahim. Kita hidup di zaman ketika manusia tidak kehilangan air mata. Kita masih menangis karena kehilangan, tersentuh oleh kisah, terharu oleh video, bahkan larut dalam drama yang hanya berlangsung beberapa menit di layar. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang lebih sunyi: kapan terakhir kali air mata kita jatuh karena takut kepada Allah? Kita sesungguhnya tidak perlu belajar bagaimana cara menangis. Yang perlu kita pelajari adalah bagaimana menghidupkan kembali hati. Manusia modern barangkali tidak kekurangan air mata. Ia kekurangan ruang batin untuk merasakan Allah. Ibnu Qayyim rahimahullah membedakan berbagai jenis tangisan: tangisan kasih sayang, tangisan takut dan pengagungan, tangisan cinta dan kerinduan, tangisan kegembiraan, tangisan kesedihan, hingga tangisan yang tidak lahir da...