Postingan

5 Makanan Alami dan Halal yang Dianjurkan untuk Berbuka Puasa: Antara Sunnah Nabi dan Ilmu Gizi Modern

5 Makanan Alami dan Halal yang Dianjurkan untuk Berbuka Puasa: Antara Sunnah Nabi dan Ilmu Gizi Modern Ramadan adalah bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya, umat Islam berpuasa dari fajar hingga terbenamnya matahari — menahan lapar, dahaga, dan segala yang membatalkan, semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta'ala . Namun, ketika waktu berbuka tiba, keputusan kita dalam memilih makanan pertama sangatlah menentukan: apakah tubuh akan pulih dengan baik, ataukah justru terkejut dan terbebani? Artikel ini hadir bukan sekadar daftar makanan sehat. Lebih dari itu, ia adalah sebuah perjalanan reflektif yang mempertemukan sunnah Rasulullah ﷺ dengan temuan ilmu gizi modern — sebuah bukti bahwa Islam, sejak 14 abad lalu, telah meletakkan fondasi pola makan yang amat bijaksana. Semoga tulisan ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah bagi kita semua. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an: يَا أَيُّهَا النَّا...

Ramadhan Bulan Al-Qur'an — Bukan Sekadar Membaca, Tapi Berdialog dengan Allah

Ramadhan Bulan Al-Qur'an — Bukan Sekadar Membaca, Tapi Berdialog dengan Allah Ada sesuatu yang sangat istimewa terjadi di bulan Ramadhan. Bukan sekadar lapar dan dahaga. Bukan sekadar malam-malam tarawih yang memanjang. Melainkan sebuah undangan ilahi yang datang berulang setiap tahun — undangan untuk duduk bersama firman-Nya, mendengarkan-Nya berbicara, dan merespons dengan segenap kesadaran jiwa. Namun, pernahkah kita bertanya: apakah selama ini kita benar-benar berdialog dengan Allah melalui Al-Qur'an? Ataukah kita hanya sekadar membaca — melafalkan huruf demi huruf, mengejar target khatam, tanpa pernah membiarkan ayat-ayat itu menyentuh dan mengubah hati kita? Pendahuluan: Mengapa Dialog, Bukan Monolog? Bulan Ramadhan memiliki kedudukan yang tidak tertandingi dalam kalender Islam, sebab ia adalah bulan di mana Allah SWT memilih untuk menurunkan kitab-Nya yang paling agung. Hubungan antara Ramadhan dan Al-Qur'an bukan sekadar historis — ia adalah hubungan y...

Ramadhan: Momentum Allah Mensucikan Jiwa Kita

Artikel, Literasi Ramadhan: Momentum Allah Mensucikan Jiwa Kita Siapa Sebenarnya yang Menyucikan? Allah, atau Kita Sendiri? Pendahuluan: Pertanyaan yang Sering Kita Lewatkan Di setiap Ramadhan, kita sering mendengar ungkapan: "Puasa itu membersihkan jiwa." Tapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya — siapa sebenarnya yang membersihkan? Apakah Allah SWT yang langsung "mencuci" hati kita? Ataukah kita sendiri yang harus berjuang keras? Atau justru keduanya — dalam sebuah kerja sama agung antara hamba dan Rabb-nya? Pertanyaan ini bukan sekadar filosofis. Ia menyentuh akar dari mengapa begitu banyak di antara kita merasakan "reset" jiwa di bulan Ramadhan, namun setelah Idul Fitri berlalu, kita perlahan kembali ke pola lama — amarah yang mudah meletup, lisan yang tak terjaga, hati yang kembali mengeras. Ramadhan terasa seperti kapsul waktu yang indah, tapi efeknya menguap begitu bulan berganti. Ini bukan masalah niat yang kurang. Ini adala...

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan dan yang Mengurangi Pahalanya: Panduan Fiqh dan Spiritualitas

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan dan yang Mengurangi Pahalanya: Panduan Fiqh dan Spiritualitas Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang paling mulia. Ia bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menuntut kesadaran penuh — dari ujung kaki hingga ujung lisan, dari gerak tubuh hingga gerak hati. Namun di tengah semangat beribadah, tidak sedikit umat yang gamang: Apakah puasaku batal? Pertanyaan ini penting, tetapi ada pertanyaan yang tak kalah penting: Apakah pahalaku masih utuh? Artikel ini hadir untuk menjawab keduanya — dengan berpijak pada Al-Qur'an, hadits sahih, dan penilaian para ulama terpercaya — agar puasa kita bukan sekadar sah di hadapan hukum, tetapi bermakna di hadapan Allah. Keagungan Puasa: Ibadah yang Allah Sendiri Mengambil Ganjarannya Sebelum membahas pembatal puasa, mari kita renungkan sejenak betapa agungnya ibadah ini. Allah Ta'ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi : كُلُّ عَم...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya