10 Hari yang Menguji Kejujuran Hati
10 Hari yang Menguji Kejujuran Hati Tazkiyatun Nufus di Balik Amal-Amal Dzulhijjah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Rasulullah ﷺ bersabda: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ. قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini — yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah." Para sahabat bertanya: "Tidak juga jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun." (HR. Al-Bukhari, no. 969 — dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma) Hadits ini telah didengar oleh banyak orang. Dibacakan di mimbar-mimbar, diunggah di berbagai platform, dijadikan pembuka ceramah. Namun ada satu...