Postingan

Lanskap Desa dan Keindahan Hewan Ternaknya

Lanskap Desa dan Keindahan Hewan Ternaknya Oleh : Abdullah Madura  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Ada pemandangan yang tak pernah bosan saya pandangi. Pagi hari di desa, ketika matahari baru saja mengintip dari balik punggung bukit — kabut tipis masih menggantung di atas padang rumput — dan seorang lelaki tua menggiring ternaknya ke arah ladang. Sapi-sapi itu melangkah tenang. Kambing-kambing itu berlarian kecil. Ada sesuatu yang damai, bahkan khidmat, dalam pemandangan itu. Dan Al-Qur'an, kitab yang tidak pernah melewatkan satu pun keajaiban alam semesta tanpa menjadikannya pelajaran, ternyata telah berbicara tentang momen yang tepat seperti ini jauh sebelum kita sempat merenunginya. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 5 hingga 8 : وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ ۝ وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ ۝ وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِق...

Jangan Merasa Aman Saat Allah Melihat Perbuatanmu yang Paling Keji

Oleh: Tsaqif Rasyid Dai  Dibalik tirai senja yang merunduk, ada pandangan-Nya yang tak pernah alpa. Bukan pandangan manusia yang mudah teralih, bukan pula ruang yang bisa kita tutup atau pintu yang bisa kita kunci rapat. Itu adalah ilmu-Nya, yang merangkul dinding, menyelinap melewati topeng, dan meneduhkan hingga ruang paling sunyi di dalam dada kita. Kadang kita lupa, betapa sering kita merasa aman saat melangkah keliru, hanya karena tak ada saksi di sekitar kita. Padahal, Dia selalu menyaksikan. Diam. Menunggu. Menghitung bukan untuk menjatuhkan, tapi agar kita sadar sebelum terlambat. Kita manusia, memang rapuh. Kadang langkah kita terpeleset bukan karena ingin menjadi buruk, tapi karena lelah, karena takut kehilangan, atau karena godaan dunia yang berkilau seolah menjanjikan perlindungan. Kita membangun benteng dari jabatan, dari senyuman orang banyak, dari rahasia yang rapat kita simpan. Kita berpikir, selama manusia tak tahu, berarti kita selamat. Tapi hati yang jernih pasti...

Cinta yang Membutakan: Ketika Hati Lebih Tunduk pada Makhluk daripada Khaliq

 Oleh: Nuraini Persadani  Ada satu jenis rasa yang paling sulit dikenali dari dalam: cinta yang diam-diam telah berubah menjadi penjara. Ia datang tanpa suara, tanpa peringatan. Ia hadir menyerupai keindahan, berpakaian kesetiaan, dan berdiam dalam lipatan perasaan yang kita sebut "sayang". Sampai suatu hari kita sadar—tanpa dia, langit terasa runtuh. Tanpa kabarnya, shalat pun terasa hampa. Dan kita tiba-tiba takut bertanya kepada diri sendiri: siapa sebenarnya yang paling besar di dalam hatiku sekarang? Bukan Allah. Mungkin itulah jawaban yang paling berat untuk diucapkan, namun paling jujur untuk diakui. Islam tidak melarang cinta kepada manusia. Tidak sama sekali. Cinta adalah fitrah—ia diletakkan Allah dalam hati kita sebagai jalan untuk mengenal kasih-Nya yang lebih besar. Seorang suami mencintai istrinya, seorang ibu mencintai anaknya, seorang sahabat mencintai sahabatnya—semua itu adalah rahmat. Semua itu adalah sinyal dari Yang Maha Pengasih bahwa kasih sayang ...

Gencatan Senjata Iran Tanpa Tenggat — Lebanon Dapat 3 Minggu Tambahan

Gambar
Gencatan Senjata Iran Tanpa Tenggat — Lebanon Dapat 3 Minggu Tambahan Nuraini Persadani Jumat, 24 April 2026 | Hari ke-55 Perang Iran–Israel–AS   Ringkasan Hari Ini: Trump kembali menolak memberi tenggat akhir perang Iran. Gencatan senjata Iran–AS diperpanjang tanpa batas. Lebanon dapat perpanjangan tiga minggu usai perundingan di Gedung Putih. Blokade laut AS terhadap Iran tetap berlaku penuh. Selat Hormuz praktis masih terkunci. Indonesia menanggung beban fiskal kian berat. BREAKING — "DON'T RUSH ME": TRUMP TOLAK BERI TENGGAT PERANG IRAN Di hadapan wartawan di Gedung Putih, Kamis (23/4), Presiden Trump secara tegas menolak menetapkan jadwal penyelesaian perang dengan Iran. "Don't rush me," ujarnya singkat ketika didesak soal tenggat waktu. Dalam nada yang sama ia menulis di media sosialnya: "I have all the time in the World, but Iran doesn't – The clock is ticking!" — sebuah pesan yang menyiratkan keyakinan bahwa tekanan ekono...

Lelaki yang Dirindukan Langit, Tapi Tidak Dikenal Bumi

Gambar
Lelaki yang Dirindukan Langit, Tapi Tidak Dikenal Bumi Fragmen Kehidupan Uwais al-Qarni Oleh: Nuraini Persadani Ada seorang lelaki di Yaman. Tidak ada yang tahu namanya di pasar. Tidak ada yang mengenali wajahnya di majelis. Ia hidup dalam kemiskinan yang bukan karena malas, dalam kesunyian yang bukan karena sombong, dalam ketersembunyian yang bukan karena pengecut. Ia memilih untuk tidak dikenal — bukan sebagai pertunjukan kezuhudan, tapi karena hatinya memang tidak membutuhkan tepuk tangan manusia. Namanya Uwais. Uwais al-Qarni. Dan jauh di Madinah, seorang Nabi ﷺ menyebut namanya. «إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ، وَلَهُ وَالِدَةٌ، وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ، فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ» "Sesungguhnya sebaik-baik tabi'in adalah seorang lelaki yang disebut Uwais. Ia memiliki seorang ibu, dan ia pernah menderita penyakit belang. Mintalah ia memohonkan ampun untuk kalian." (HR. Muslim, no. 2542) Bayangkan betapa beratnya kalim...

Takut Kehilangan Dunia, Tapi Tenang Kehilangan Allah

Gambar
Takut Kehilangan Dunia, Tapi Tenang Kehilangan Allah Muhasabah tentang Skala Prioritas Hati yang Terbalik Oleh: Nuraini Persadani Dunia ini penuh dengan orang-orang yang takut. Takut kehilangan pekerjaan. Takut kehilangan muka. Takut kehilangan orang yang dicintai. Takut masa depan yang tidak pasti, takut usia yang terus bertambah, takut tertinggal dari orang lain. Tapi di antara semua rasa takut itu, ada satu ketakutan yang justru tidak lagi dirasakan oleh banyak hati: takut kehilangan Allah. Bukan karena mereka tidak percaya kepada-Nya. Tapi karena tanpa disadari, Allah telah bergeser dari pusat ke pinggiran — dan perpindahan itu terjadi begitu pelan, begitu halus, hingga tidak ada yang merasa kehilangan apa pun. Inilah paradoks yang paling sunyi di zaman ini. Sinyal internet hilang dua menit — panik. Hati "offline" dari Allah selama berminggu-minggu — biasa saja. Kehilangan relasi bisnis — tidak bisa tidur. Kehilangan kekhusyukan dalam shalat — bahkan tid...

Dosa yang Diremehkan, Tapi Menghancurkan Jiwa

Dosa yang Diremehkan, Tapi Menghancurkan Jiwa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Shaghair (dosa kecil) yang terus diulang. Bukan badai yang merobohkan pohon, melainkan tetesan yang diam-diam melubangi batu. Begitulah cara jiwa hancur: bukan oleh satu pukulan besar, melainkan oleh kebiasaan kecil yang dibiarkan hidup. “...yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, selain kesalahan-kesalahan kecil.” (QS. An-Najm: 32) Ayat ini bukan izin untuk memelihara noda. Ia adalah rahmat bagi yang takut, bukan undangan bagi yang ceroboh. Sebab yang Allah sebut “kecil” di sini, hanyalah kecil di mata manusia yang lalai. Di hadapan Dzat Yang Maha Melihat, setiap langkah yang sengaja menjauh dari cahaya-Nya, sekecil apa pun, adalah jejak yang tercatat. “Takutlah kalian terhadap dosa-dosa yang dianggap remeh. Sesungguhnya dosa-dosa tersebut berkumpul pada diri seseorang hingga ia membinasakannya.” (HR. Ahmad, no. 25384; dishahihkan al-Albani) Ia ...

GENCATAN SENJATA TANPA BATAS WAKTU — TAPI BLOKADE TETAP JALAN

GENCATAN SENJATA TANPA BATAS WAKTU — TAPI BLOKADE TETAP JALAN Nuraini Persadani Rabu, 22 April 2026 | Hari ke-53 Perang Iran–Israel–AS Headline: Trump perpanjang gencatan senjata tanpa tenggat waktu baru. Blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap berlaku. Perundingan Islamabad putaran kedua ditunda tanpa kepastian. Iran belum konfirmasi hadir. Selat Hormuz praktis masih tertutup. BREAKING — GENCATAN SENJATA DIPERPANJANG Tepat saat gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran mendekati batas akhirnya, Presiden Trump membalik arah. Melalui Truth Social , ia mengumumkan perpanjangan gencatan senjata — tanpa batas waktu yang jelas — atas permintaan Pakistan selaku mediator. Trump mengaku keputusan ini juga didasarkan pada keyakinannya bahwa pemerintah Iran sedang "sangat terpecah" secara internal. Namun klausul krusial tetap dipertahankan: blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tidak dicabut. Trump memerintahkan militer AS tetap dalam posisi siaga...

Zina Bukan Sekadar Perbuatan, Tapi Proses Panjang yang Diabaikan

Zina Bukan Sekadar Perbuatan, Tapi Proses Panjang yang Diabaikan Sebuah muhasabah tentang bagaimana hati perlahan tersesat sebelum langkah benar-benar jatuh Oleh : Tsaqif Rasyid Dai   Zina tidak pernah datang tiba-tiba. Ia tidak jatuh dari langit tanpa jejak. Ia adalah sungai yang mengalir perlahan dari hulu yang kita anggap remeh, hingga akhirnya menjadi banjir yang menenggelamkan. Sering kali kita menyebutnya sebagai "kejatuhan mendadak", padahal ia adalah puncak dari rangkaian pengabaian yang kita biarkan tumbuh dalam diam. Dosa ini bukan awal kerusakan, melainkan tanda bahwa benteng telah lama retak tanpa kita sadari. Pandangan → Benih yang Tak Diredakan Mata adalah jendela yang paling sering kita biarkan terbuka lebar saat badai mendekat. Sebuah pandangan yang ditahan terlalu lama bukan sekadar gerak bola mata, melainkan pintu yang membuka ruang bagi hati untuk mulai berkhianat pelan-pelan. "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka...

Mengapa Perempuan Disebut Lebih Dulu dalam Ayat Hukum Zina?

Mengapa Perempuan Disebut Lebih Dulu dalam Ayat Hukum Zina? Oleh: Nuraini Persadani الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ "Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dera …" (QS. An-Nūr, 24:2) Ketika membaca ayat ini, kebanyakan orang melewatinya tanpa sempat bertanya: mengapa Allah ﷻ mendahulukan az-zāniyah (perempuan pezina) sebelum az-zānī (laki-laki pezina)? Dalam bahasa Arab — dan lebih-lebih dalam Al-Qur'an yang setiap hurufnya terpilih dengan sempurna — urutan kata bukan sesuatu yang kebetulan. Para ulama tidak membiarkan pertanyaan ini berlalu begitu saja. Satu Ayat, Dua Pertanyaan Ada dua keunikan redaksi yang mengundang perhatian: Pertama , ayat ini mendahulukan bentuk mu'annas (perempuan) sebelum mudzakkar (laki-laki) — berbeda dengan pola umum bahasa Arab yang lazimnya mendahulukan laki-laki. Kedua , ini berbeda dengan ayat pencu...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya