Postingan

Ketika Hati Meminta Petunjuk: Memahami Hidayah Al-Qur'an

Gambar
Ketika Hati Meminta Petunjuk: Memahami Hidayah Al-Qur'an Antara Mengetahui Kebenaran, Menerimanya, Menyucikan Jiwa, dan Istiqamah di Atasnya Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Setiap kali seorang mukmin berdiri dalam shalat dan membaca Surah Al-Fatihah, ada satu permohonan yang tidak pernah absen: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. "Tunjukilah kami jalan yang lurus." Permohonan ini diulang berkali-kali dalam sehari, bahkan oleh orang yang telah beriman. Mengapa seorang mukmin masih terus meminta hidayah, padahal ia telah mengenal Islam, telah mengucapkan syahadat, dan telah mengetahui jalan yang harus ditempuh? Karena hidayah bukan sesuatu yang cukup ditemukan sekali, lalu selesai. Hidayah adalah karunia yang harus dicari, diterima, dijaga, dipelihara, dan terus dimohonkan agar Allah meneguhkan hati di atasnya hingga akhir hayat. Dalam perjalanan seorang hamba, hidayah bukan sekadar mengetahui mana...

Mengapa Mayoritas Muslim Indonesia Bermazhab Syafi'i?

Gambar
Mengapa Mayoritas Muslim Indonesia Bermazhab Syafi'i? Jejak Samudra Hindia, Jaringan Ulama, Pesantren, dan Tradisi Keilmuan yang Membentuk Islam Indonesia Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus belajar dari keluasan khazanah keilmuan Islam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang mengikuti jalan beliau hingga akhir zaman. Jika seseorang tumbuh di lingkungan pesantren, madrasah, surau, atau majelis taklim di Indonesia, hampir pasti ia akrab dengan nama Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. Kitab-kitab fiqh yang dipelajari, tata cara bersuci dan shalat, pembahasan zakat, puasa, haji, hingga berbagai persoalan muamalah, banyak yang dijelaskan melalui kerangka Mazhab Syafi'i. Mazhab Syafi'i menjadi dominan di Indonesia bukan karena Indonesia "memil...

Wara' di Era Digital: Menjaga Hati Setelah Pulang

Gambar
Wara' di Era Digital: Menjaga Hati Setelah Pulang Setelah Pulang, Bagaimana Kita Menjaga Hati agar Tidak Tersesat Lagi? Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada sesuatu yang aneh pada zaman kita. Kita hidup dalam masa ketika ilmu agama begitu mudah dijangkau, tetapi pada saat yang sama hampir segala sesuatu yang dahulu sulit ditemukan kini dapat hadir hanya dengan satu sentuhan layar. Satu sentuhan dapat mengantarkan kita kepada kajian ulama dari berbagai penjuru dunia. Namun, sentuhan berikutnya pada layar yang sama dapat membawa kita kepada sesuatu yang merusak pandangan, mengusik ketenangan, atau perlahan-lahan mengeraskan hati. Inilah salah satu paradoks manusia modern: kita semakin dekat dengan segala sesuatu, tetapi belum tentu semakin dekat dengan kemampuan untuk menahan diri. Barangkali karena itu, seseorang yang telah menemukan jalan pulang kepada Allah membutuhkan satu kemampuan lagi: kemampuan untuk tetap berada di jalan pulang itu. Di titik inilah wara' menjadi penting un...

Anak yang Kita Jaga Tubuhnya, tetapi Lupa Kita Rawat Hatinya

Gambar
Anak yang Kita Jaga Tubuhnya, tetapi Lupa Kita Rawat Hatinya Refleksi Tazkiyatun Nufus dan Parenting Islam di Hari Anak Nasional Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Setiap 23 Juli, bangsa ini merayakan Hari Anak Nasional. Namun tahun ini, perayaan itu berdampingan dengan sebuah kabar yang menyayat: ratusan anak di salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat harus menikah dini setelah hamil di luar nikah, sebuah rentetan kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia mengajak kita melihat persoalan yang lebih dalam: bagaimana anak-anak kita bertumbuh, siapa yang menemani mereka ketika menghadapi perubahan dalam dirinya, dan apakah mereka memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan belajar menjaga diri. Dan sebelum melangkah lebih jauh, ada satu hal yang perlu ditegaskan: tidak semua anak yang mengalami kehamilan di usia dini berada dalam situasi yang sama. Ada yang terjerumus karena ketidaktahuan, ada yang berada dalam relasi yang tidak se...

Ketika Takut Kekurangan Menguasai Hati: Menyingkap Waswas Kefakiran dan Jalan Menuju Tawakal

Gambar
Ketika Takut Kekurangan Menguasai Hati: Menyingkap Waswas Kefakiran dan Jalan Menuju Tawakal Seri Tazkiyatun Nufus: Rezeki dan Penyakit Hati Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada orang yang hafal di luar kepala bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluk. Ia bahkan mampu menjelaskannya panjang lebar kepada orang lain. Namun ketika saldo rekening menipis, pesanan sepi, pekerjaan belum kunjung datang, atau kebutuhan hidup terasa semakin berat, hatinya kembali disergap kecemasan yang sama, seolah ilmu itu tidak pernah singgah di dada. Di sinilah kita perlu membedakan antara mengetahui dan meyakini . Pengetahuan cukup berhenti di kepala, sedangkan keyakinan yang hidup akan menuntun hati justru ketika keadaan sedang tidak sesuai harapan. Namun kita juga perlu berhati-hati sejak awal. Tidak setiap kecemasan tentang rezeki berarti lemahnya iman. Seseorang yang kehilangan pekerjaan, memiliki tanggungan keluarga, terlilit utang, atau menghadapi kebutuhan medis yang mendesak memang dapat menga...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya