Malam Terakhir Para Kekasih Allah
Malam Terakhir Para Kekasih Allah Ketika Ilmu Berubah Menjadi Kesiapan Menghadap Allah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada satu pertanyaan yang jarang berani kita ajukan kepada diri sendiri: seandainya malam ini adalah malam terakhir, dengan hati seperti apa kita akan menghadap Allah? Pertanyaan ini bukan lahir dari ketakutan yang melumpuhkan, melainkan dari satu kesadaran yang ingin kita jadikan poros seluruh tulisan ini: Malam terakhir seorang hamba sebenarnya tidak dimulai ketika ia terbaring di ranjang kematian. Ia dimulai jauh sebelumnya, ketika hatinya mulai belajar pulang kepada Allah. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Yā ayyuhalladzīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn. "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri (muslim)." (QS. Āl...