Memberi yang Kita Cintai: Ketika Pengorbanan Menjadi Bukti Iman
Memberi yang Kita Cintai: Ketika Pengorbanan Menjadi Bukti Iman Oleh: Nuraini Persadani Persadani — Media Analitik Islam Wasathiyah Ada sebuah pertanyaan sederhana yang jika kita renungkan dengan jujur, bisa menggetarkan kesadaran kita tentang hakikat memberi. Pernahkah kita memilih apa yang akan kita sedekahkan? Apa yang kita keluarkan dari kulkas, dari lemari, dari dompet kita? Benda yang mana yang kita pilih untuk diberikan kepada orang lain? Dalam banyak kesempatan — tanpa kita sadari — kita memberi dari sisa. Buah yang sudah mulai layu. Baju yang sudah tidak lagi kita pakai karena sudah terlalu usang. Makanan yang hampir mendekati masa simpannya. Uang receh yang tersisa di kantong. Dan kita merasa sudah berbuat baik. Kita merasa sudah berinfak. Kita merasa sudah menunaikan sesuatu. Padahal ada pertanyaan yang lebih dalam, yang Al-Qur'an ajukan kepada kita jauh sebelum kita sempat merasa puas: لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُ...