Ketika Cinta kepada Nabi ﷺ Berjalan Bersama Langkah Kaki
Ketika Cinta kepada Nabi ﷺ Berjalan Bersama Langkah Kaki Melampaui Air Mata Maulid Menuju Transformasi Diri Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Bulan Rabiul Awal kembali menyapa. Shalawat berkumandang, majelis-majelis sirah dipenuhi air mata, dan hati kita kembali diajak mengenang kehidupan Rasulullah ﷺ. Namun di tengah hangatnya perayaan cinta itu, ada satu pertanyaan sunyi yang patut kita ajukan kepada diri sendiri: apa tanda bahwa cinta itu benar-benar hidup, bukan sekadar emosi musiman yang datang setiap Rabiul Awal lalu menguap ketika majelis bubar? Dalam Islam, cinta kepada Nabi ﷺ tidak dirancang hanya sebagai rasa yang menggenang di dada. Ia memiliki arah dan konsekuensi. Cinta yang sejati tidak hanya membuat kita ingin dekat dengan Nabi ﷺ, tetapi juga membuat kita rela membiarkan petunjuk beliau mengoreksi dan membentuk diri kita. Al-Qur'an memberikan rumus yang tajam, indah, sekaligus menggelisahkan: قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّه...