Gencatan Rapuh dan Blokade Hormuz: Api Perang Iran–Israel–AS Belum Padam
Gencatan Rapuh dan Blokade Hormuz: Api Perang Iran–Israel–AS Belum Padam Oleh: Nuraini Persadani "Gencatan senjata hanyalah jedah napas — bukan akhir dari kehendak untuk menghancurkan. Selama blokade Hormuz berdiri dan meja perundingan kosong, bara perang masih menyala di bawah abu." Perang yang Belum Selesai Empat puluh tujuh hari sejak rudal-rudal Operation Epic Fury menghantam Teheran pada 28 Februari 2026, konflik Iran–Israel–AS memasuki fase baru yang tidak kalah berbahaya: gencatan senjata yang rapuh, meja perundingan yang buntu, dan kini blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz. Dunia menyaksikan babak yang belum jelas ujungnya. Perang yang diawali serangan udara gabungan AS dan Israel ini telah merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta puluhan pejabat tinggi, menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer Iran, membakar Lebanon melalui eskalasi serangan Israel ke Hezbollah, dan menutup Selat Hormuz — jalur yang mengalirkan sekitar...