Agar Shalat Tarawih Ramadhan Lebih Bermakna, Khusyuk, dan Mengubah Hati
Agar Shalat Tarawih Ramadhan Lebih Bermakna, Khusyuk, dan Mengubah Hati Ada yang bertanya dalam hati: "Mengapa sudah sekian tahun tarawih, tetapi aku merasa tidak berubah?" Pertanyaan itu bukan tanda lemahnya iman — justru ia adalah tanda hati yang masih hidup, yang merindukan lebih dari sekadar rutinitas. Shalat tarawih bukan sekadar deretan rakaat di malam Ramadhan. Ia adalah qiyam Ramadhan — ibadah yang secara khusus Rasulullah ﷺ janjikan dengan ampunan yang luar biasa. Beliau bersabda dalam hadits yang disepakati keshahihannya: «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» "Barangsiapa menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759, dari Abu Hurairah ra.) Perhatikan dua syarat yang Rasulullah ﷺ sebutkan: imanan — dengan iman yang hidup — dan ihtisaban — dengan hati yang hanya berhara...