Tarbiyah yang Hilang di Balik Ranking
Oleh : Tsaqif Rasyid Dai Kadang kita lupa, bahwa anak-anak itu bukan angka yang berjalan. Mereka bukan lembaran rapor yang bisa diurutkan dari satu hingga tiga puluh. Mereka adalah napas yang dititipkan langit, adalah doa yang dipanjatkan ibu dengan air mata, adalah janji yang dipegang teguh oleh seorang ayah yang berharap anaknya menjadi manusia yang baik. Namun di suatu sudut ruang kelas, di balik papan peringkat yang tergantung angkuh, kita perlahan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Kita kehilangan tarbiyah itu sendiri. Tarbiyah, yang seharusnya menjadi tanah subur tempat karakter tumbuh, perlahan tergantikan oleh lomba lari yang tak pernah benar-benar kita sadari. Anak-anak diajar mengejar angka, bukan makna. Mereka dilatih menjadi yang pertama, bukan menjadi yang terbaik. Dan tanpa terasa, kita sebagai pendidik, sebagai orang tua, sebagai masyarakat, ikut memalingkan wajah dari pertanyaan paling penting: apakah mereka bahagia? Apakah mereka tahu makna kebaikan? Apakah me...