Dadaha dan Pelajaran Tazkiyatun Nafs: Mengapa Perubahan Ideologi Belum Cukup?
Dadaha dan Pelajaran Tazkiyatun Nafs: Mengapa Perubahan Ideologi Belum Cukup? Ledakan emosi sesaat mengingatkan kita bahwa perubahan pemikiran belum tentu perubahan jiwa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Sebuah cekcok kecil antar-pedagang di Dadaha, Tasikmalaya, berubah menjadi peristiwa yang mengejutkan banyak pihak. Bukan karena ada jaringan yang bergerak, bukan pula karena ada niat teror yang direncanakan. Tanpa bermaksud memastikan kondisi batin pelaku, sebab hanya Allah yang mengetahui isi hati seorang hamba, peristiwa ini tetap memberi ruang bagi kita untuk merefleksikan satu hal penting, yaitu betapa rapuhnya hati manusia ketika harga dirinya merasa terluka. Banyak yang mengira bahwa perubahan keyakinan sudah cukup untuk menjamin perubahan perilaku. Padahal antara ilmu dan amal, antara akidah dan akhlak, ada satu ruang yang sering terlewat, yaitu jiwa itu sendiri. Seseorang bisa saja sudah benar pemikirannya, namun nafsnya belum tentu ikut berubah. Di sinilah letak pentingnya tazki...