Postingan

Islam Bukan Sekadar Kumpulan Hukum

Islam Bukan Sekadar Kumpulan Hukum Oleh: Abdullah Madura Ada seorang santri tua di pesantren tempat saya mondok dulu. Setiap kali ditanya soal ibadah, beliau tidak langsung menjawab dengan hukum. Beliau diam sejenak, lalu bertanya balik: "Kamu ibadah untuk apa?" Pertanyaan itu sederhana. Tapi bertahun-tahun kemudian, saya baru menyadari betapa dalamnya. Karena sebagian besar dari kita — termasuk saya sendiri — sering menjalankan Islam layaknya membaca daftar kewajiban. Shalat: wajib. Zakat: wajib. Puasa: wajib. Haji: wajib bila mampu. Selesai. Tanda centang. Lanjut. Kita hafal hukumnya. Tapi kita sering lupa mengapa hukum itu ada. Rasulullah ﷺ tidak memperkenalkan Islam sebagai daftar aturan . Beliau memperkenalkannya sebagai bangunan . بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ "Islam dibangu...

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-33

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-33: Rudal Terbesar Sebelum Passover, Fasilitas Nuklir Luluh Lantak, Trump Beri Ultimatum 2–3 Minggu Oleh: Nuraini Persadani Tiga puluh tiga hari setelah serangan pembuka koalisi AS–Israel pada 28 Februari 2026, perang yang kini oleh Al Jazeera disebut sebagai "US-Israel war on Iran" belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara nyata di lapangan. Justru sebaliknya: tepat menjelang perayaan Passover, Iran melancarkan salah satu barrage rudal balistik terbesar sejak perang dimulai, sementara serangan udara AS–Israel terus menghancurkan infrastruktur strategis Iran — termasuk instalasi nuklir yang kini mendapat sorotan penuh dari komunitas internasional. Rudal Iran Hantam Israel Tengah Menjelang Passover Pada Rabu malam, 1 April 2026, Iran melancarkan gelombang rudal balistik berskala besar ke wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan sekitarnya. Sirene peringatan berbunyi berulang kali di berbagai kota; ledakan terdengar dan kobaran ...

Jabatan atau Kebenaran — Imam Abu Hanifah Hanya Bisa Memilih Satu

Jabatan atau Kebenaran — Imam Abu Hanifah Hanya Bisa Memilih Satu Oleh: Nuraini Persadani Ada tawaran yang tampak seperti kehormatan, tapi sesungguhnya adalah perangkap. Ada jabatan yang tampak seperti amanah, tapi sesungguhnya adalah rantai. Dan ada manusia-manusia langka yang bisa melihat perbedaan itu — bahkan ketika seluruh dunia menganggap mereka bodoh karena menolaknya. Imam Abu Hanifah — rahimahullah — adalah salah satu dari manusia langka itu. Dua kali ia ditawari jabatan Qadhi — Hakim Agung — oleh dua dinasti yang berbeda. Dua kali ia menolak. Dan dua kali penolakan itu ia bayar dengan harga yang tidak murah: cambukan, penjara, dan akhirnya — kematian di balik jeruji. Tapi ia tidak pernah menyesal. Siapa Abu Hanifah? Lahir di Kufah, Iraq, pada tahun 80 H, Abu Hanifah An-Nu'man ibn Tsabit tumbuh sebagai anak seorang pedagang sutra keturunan Persia. Sejak muda ia dikenal dengan kecerdasan yang tidak biasa — bukan kecerdasan yang hanya pandai menghafal, ta...

Jalan Sunyi Menuju Derajat Orang Shalih

Enam Pintu yang Harus Dilewati: Jalan Sunyi Menuju Derajat Orang Shalih Oleh: Nuraini Persadani Ada sebuah kata yang mudah kita ucapkan, tapi berat kita jalani — kesalehan . Kita menginginkan derajat orang-orang shalih: tenang hatinya, jernih pandangannya, dicintai Allah dan manusia. Tapi kita kerap bertanya dalam diam: mengapa jalan menuju ke sana terasa begitu berliku? Seorang wali zuhud dari abad kedua hijriah pernah menjawab pertanyaan itu. Bukan dengan teori. Bukan dengan ceramah panjang. Tapi dengan enam kalimat yang menghunjam. Ibrahim bin Adham: Sang Pangeran yang Memilih Jalan Sunyi Ibrahim bin Adham — رحمه الله — adalah salah satu tokoh zuhud terbesar dalam sejarah Islam. Ia pernah menjadi pangeran dari Balkh (kini wilayah Afghanistan), hidup dalam kemewahan, memiliki istana dan pasukan. Namun suatu malam, sebuah peristiwa mengubah seluruh hidupnya. Ia meninggalkan mahkota dan memilih jalan para sufi — jalan yang sunyi, jalan yang dalam. Para ulama mencatat ...

Dampak Perang Iran–Israel–AS terhadap Indonesia: Energi, Pangan, Petani, dan Nelayan

Dampak Perang Iran–Israel–AS terhadap Indonesia: Energi, Pangan, Petani, dan Nelayan Laporan ini disusun berdasarkan data yang dikumpulkan dari CNN, Al Jazeera, Reuters, BBC, Bloomberg, IEA, WTO, serta pernyataan resmi Kemlu RI, Kemenkeu, Kementan, KKP, Bank Indonesia, OJK, dan Komisi IV DPR RI — hingga awal April 2026. Konflik Iran–Israel–AS yang dimulai 28 Februari 2026 telah memasuki bulan kedua dengan dampak yang kian meluas ke ekonomi domestik Indonesia. Posisi Indonesia: Jauh dari Medan Tempur, Tak Kebal dari Dampaknya Indonesia tidak mengirim satu pun tentara ke Timur Tengah. Tidak ada pangkalan militernya yang terancam rudal Iran atau serangan Israel. Namun dalam empat pekan sejak Operation Epic Fury meledak pada 28 Februari 2026, Indonesia merasakan getaran ekonomi yang semakin nyata — dan berpotensi semakin berat. Sebagai net oil importer yang mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, Indonesia sangat rentan terhadap gejolak harga energi global. Selat Hor...

Pembaharuan Niat Adalah Tanda Hati Yang Hidup

Pembaharuan Niat Adalah Tanda Hati Yang Hidup Oleh : Abdullah Madura عَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ. وَفِي رِوَايَةٍ: مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ "Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.' Dalam riwayat lain: 'Barangsiapa yang tidak menetapkan tekad puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.'" HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i dan lainnya Malam sudah larut. Rumah sudah sunyi. Semua orang sudah tidur. Dan di suatu sudut yang sepi itu, seorang mukmin berbaring — matanya hampir tertutup — tetapi hatinya masih berbisik pelan: "Ya Allah, besok aku berpuasa karena-Mu." Tidak ada yang m...

Antrian Mengular di SPBU Seluruh Indonesia: Panic Buying BBM yang Tidak Perlu

Antrian Mengular di SPBU Seluruh Indonesia: Panic Buying BBM yang Tidak Perlu Nuraini Persadani Selasa, 31 Maret 2026. Menjelang petang, ratusan SPBU di seantero Indonesia mendadak sesak. Kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke badan jalan. Di Makassar, kemacetan menjalar dari persimpangan Jalan Rappocini Raya hingga Jalan Pettarani. Di Bandung, antrean di SPBU Dago memanjang sampai ke pintu gerbang. Di Surabaya, seluruh 48 nozzle di satu SPBU dioperasikan serentak namun tetap tak mampu menampung lonjakan. Di Semarang, Palembang, Jember, Bandar Lampung, Pontianak — cerita yang sama berulang. Penyebabnya bukan gempa. Bukan kelangkaan. Bukan pula kebijakan pemerintah. Penyebabnya adalah: rumor . Hoaks Viral Lebih Cepat dari Siaran Pers Resmi Beberapa hari sebelumnya, sebuah flyer tabel harga BBM beredar luas di WhatsApp dan X (Twitter). Isinya menyebut harga Pertalite akan naik dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per liter, Pertamax menembus Rp17.000–Rp17.850 per...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...