Mutatharrif di Dalam Diri: Ketika Kebaikan Kehilangan Kendali
Mutatharrif di Dalam Diri: Ketika Kebaikan Kehilangan Kendali Menyelami Ghuluw, Batasnya, dan Jalan Kembali kepada Wasathiyah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Tidak semua penyimpangan bermula dari niat buruk. Ada yang lahir dari cinta yang tulus kepada agama. Ada yang tumbuh dari semangat ibadah yang menggebu. Ada yang muncul dari kehati-hatian yang berlebihan. Ada pula yang berawal dari keinginan menjaga kesucian diri, dari rasa takut terjerumus dalam dosa. Namun di suatu titik, sebagian orang kehilangan kendali. Semangat yang semula indah berubah menjadi tuntutan yang kaku. Kehati-hatian yang semula terpuji berubah menjadi kecurigaan. Kesungguhan yang semula mendekatkan diri kepada Allah justru mulai menjauhkan dari rahmah, dari keseimbangan, bahkan dari diri sendiri. Seseorang bisa tersesat bukan hanya karena meninggalkan kebaikan, tetapi juga karena melakukan kebaikan tanpa batas yang benar. Namun agar tidak keliru memahami, perlu ditegaskan sejak awal satu prinsip yang menjadi r...