Postingan

Perang Iran–Israel–AS: Reportase Komprehensif Hari ke-28 (28 Maret 2026)

Perang Iran–Israel–AS: Reportase Komprehensif Hari ke-28 (28 Maret 2026) Laporan ini disusun berdasarkan sumber-sumber media arus utama global — Al Jazeera, CNN, NBC News, Reuters/AP, The Times of Israel, Fox News, NPR, Council on Foreign Relations, dan Wikipedia — dengan pendekatan berimbang dan obyektif. Data masih berkembang seiring situasi yang bergerak sangat cepat. I. Latar Belakang: Bagaimana Perang Ini Pecah Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara mendadak secara terkoordinasi ke berbagai lokasi militer, fasilitas nuklir, dan pusat kepemimpinan di seluruh Iran, dalam operasi yang diberi nama Operation Epic Fury . Serangan hari pertama menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior lainnya — sebuah peristiwa yang mengguncang lanskap geopolitik kawasan secara fundamental. Konteks langsung yang mendahului serangan ini mencakup: kegagalan negosiasi nuklir tidak langsung antara Washington d...

Pendidikan Tentang Niat dan Kualitas

Pendidikan Tentang Niat dan Kualitas Oleh : Abdullah Madura عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ. "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah 'Azza wa Jalla berfirman: 'Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-KU dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa itu adalah perisai. Maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika seseorang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'" HR. Bu...

Filosofi Tersembunyi di Balik Tradisi Lebaran Nusantara

Lebaran yang Lebih dari Sekadar Hari Raya: Filosofi Tersembunyi di Balik Tradisi Nusantara Oleh : Nuraini Persadani Ada sesuatu yang tak sepenuhnya tertangkap oleh kamera. Di balik baju baru yang harum, di balik hidangan yang tertata rapi, di balik senyum dan pelukan yang hangat — Lebaran menyimpan lapisan-lapisan makna yang telah dirajut oleh nenek moyang selama berabad-abad. Bukan sekadar perayaan, bukan sekadar pesta. Ia adalah bahasa. Bahasa yang diucapkan bukan lewat kata, melainkan lewat gerakan tangan yang menganyam daun kelapa, lewat gunungan hasil bumi yang diarak di bawah langit pagi, lewat asap dari tungku yang menyala di malam takbir. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghayati tradisinya sendiri. Dan tradisi Lebaran di Nusantara — dengan segala keragamannya dari ujung Aceh hingga pesisir Lombok — adalah salah satu warisan peradaban yang patut direnungkan lebih dalam. Bukan untuk diagung-agungkan secara berlebihan, melainkan untuk dipahami: di mana ia bera...

Peran Rusia dan China dalam Konflik AS-Israel versus Iran

Peran Rusia dan China dalam Konflik AS-Israel versus Iran Ketika Dua Kekuatan Besar Bermain di Balik Bayang-Bayang Perang Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di saat dunia berisik oleh dentuman konflik dan kerasnya kepentingan, seorang mukmin diajak untuk tetap teduh dalam memandang takdir. Apa yang terjadi hari ini—ketegangan antara kekuatan besar dunia—bukan sekadar pertarungan strategi, melainkan bagian dari sunatullah yang menguji iman, kesabaran, dan kebijaksanaan kita dalam menyikapinya. Di tengah lanskap geopolitik yang kian bergejolak, konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran per 26 Maret 2026 bukan sekadar eskalasi regional—melainkan panggung besar perebutan pengaruh global. Di balik dentuman rudal dan manuver militer terbuka, dua kekuatan dunia—Rusia dan China—bergerak dalam senyap, memainkan peran strategis dengan kalkulasi yang dingin dan terukur. Bagi dunia, ini adalah konflik. Bagi kekuatan besar, ini adalah momentum. “Kekuatan sejati buk...

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-26–27: Iran Tolak 15 Poin AS sebagai "Maksimalis", Tangsiri Ditarget, 6 Gelombang Rudal ke Israel dalam Satu Hari

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-26–27: Iran Tolak 15 Poin AS sebagai "Maksimalis", Tangsiri Ditarget, 6 Gelombang Rudal ke Israel dalam Satu Hari Reportase | Rabu–Kamis, 26 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, AP, OPB, Times of Israel, Xinhua, Euronews, Britannica, Wikipedia Harapan de-eskalasi yang sejenak muncul ketika Trump mengumumkan penangguhan 5 hari pada Senin kini semakin redup. Iran pada Rabu 25 Maret secara resmi menolak rencana 15 poin AS sebagai "maksimalis dan tidak masuk akal" — dan membalas dengan melancarkan enam gelombang serangan rudal dan drone ke Israel dalam hitungan jam , termasuk serangan balistik ke Tel Aviv. Bersamaan, Israel menarget Laksamana Alireza Tangsiri , Komandan Angkatan Laut IRGC — sosok yang selama ini menjadi otak di balik blokade de facto Selat Hormuz. AS mengerahkan lebih banyak pasukan ke kawasan, termasuk paratroopers Divisi Airborne 82. Kongres AS yang semakin frustrasi mengkritik pejabat Trump atas briefing p...

Orang yang Mampu Mengendalikan Nafsu, Akan Merasakan Kenikmatan yang Lebih Lezat dan Lebih Tahan Lama

Orang yang Mampu Mengendalikan Nafsu, Akan Merasakan Kenikmatan yang Lebih Lezat dan Lebih Tahan Lama Oleh: Abdullah Madura Ada sebuah rahasia kecil yang tersimpan di dalam setiap sore Ramadhan. Ketika adzan Maghrib berkumandang dan seseorang mengangkat gelas berisi air putih ke bibir — setelah seharian menahan diri — ada sesuatu yang meledak lembut di dalam dadanya. Bukan hanya karena tenggorokannya basah kembali. Bukan hanya karena perutnya terisi. Ada sesuatu yang lebih dalam dari itu, sesuatu yang sulit dijelaskan tapi sangat mudah dirasakan: rasa syukur yang bercampur dengan kepuasan diri yang bersih, kepuasan orang yang telah menjaga janjinya kepada Allah sepanjang hari. Satu tegukan air putih di waktu berbuka terasa lebih nikmat dari segelas jus di hari biasa. Sepotong kurma terasa lebih manis dari hidangan mewah mana pun. Dan itu bukan karena lapar semata — itu karena jiwa yang telah berjuang seharian kini merasakan hasilnya. Kenikmatan yang didahului oleh pengendal...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya