Postingan

Rumah: Madrasah Pertama Tauhid

Gambar
Rumah: Madrasah Pertama Tauhid Mengapa fondasi keimanan seorang anak jauh lebih banyak dibangun oleh suasana rumah daripada banyaknya ceramah yang ia dengar Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Dalam tulisan-tulisan sebelumnya kita telah melihat bahwa seluruh perbaikan seorang hamba bermula dari tauhid, bahwa keluarga adalah ruang tazkiyah pertama, dan bahwa orang tua adalah murabbi sebelum ia menjadi pengajar. Kini pertanyaannya bergeser satu langkah lebih dekat: di manakah semua itu, untuk pertama kalinya, benar-benar dijalankan? Jawabannya sederhana, namun jarang direnungkan sedalam yang seharusnya: di rumah. Seorang bayi mendengar adzan sebelum ia mengerti apa artinya. Ia merasakan tangan ibunya yang gemetar ketika berdoa, jauh sebelum ia bisa mengucap satu huruf pun. Ia dibisikkan doa di telinganya menjelang tidur, dibacakan basmalah setiap kali disusui, dan tanpa disadarinya, ia sedang direkam oleh sesuatu yang jauh lebih dalam dari ingatan: fitrahnya sendiri. Bayangkan rumah sebaga...

Mengapa Shalat Belum Mengubah Hidup Kita? Menyingkap Shalat, Tazkiyah, Falāḥ, dan Fawz

Gambar
Mengapa Shalat Belum Mengubah Hidup Kita? Menyingkap Shalat, Tazkiyah, Falāḥ, dan Fawz Sebuah renungan tentang manusia, bukan sekadar tentang ibadah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Tidak pernah dalam sejarah manusia ada begitu banyak alat untuk menghemat waktu. Namun tidak pernah pula manusia merasa sesibuk hari ini. Tidak pernah ada begitu banyak teknologi komunikasi yang menjembatani jarak. Namun kesepian justru menjadi epidemi yang dibicarakan di mana-mana. Tidak pernah ada begitu banyak kelas motivasi yang mengajarkan cara meraih sukses. Namun kecemasan tetap menjadi teman setia yang menemani hari demi hari. Di tengah semua ironi itu, jutaan Muslim tetap menunaikan shalat lima kali sehari. Mereka berdiri, membaca, ruku', sujud — berulang, konsisten, sering sejak kanak-kanak. Lalu mengapa hidup belum juga berubah? Mungkin masalahnya bukan karena kita tidak shalat. Mungkin masalahnya karena kita memahami shalat hanya sebagai kewajiban yang harus digugurkan, bukan sebagai d...

Mengapa Allah Tidak Berfirman "Qad Aflaha Man Shalla"?

Gambar
Mengapa Allah Tidak Berfirman "Qad Aflaha Man Shalla"? Rahasia Mengapa Tazkiyah Menjadi Tujuan Seluruh Ibadah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada satu kalimat dalam Al-Qur'an yang, bila direnungkan dengan tenang, dapat mengguncang cara kita memandang seluruh ibadah yang kita kerjakan selama ini. Kalimat itu sederhana, hanya empat kata, namun di baliknya tersimpan isyarat besar tentang apa yang sesungguhnya Allah cari dari setiap sujud, setiap puasa, setiap zakat yang kita keluarkan. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا Qad aflaha man zakkāhā "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya." (QS. Asy-Syams: 9) Bayangkan sejenak jika ayat itu berbunyi qad aflaha man shalla , "sungguh beruntung orang yang shalat." Tentu tidak ada yang merasa janggal. Bukankah shalat memang rukun Islam terbesar setelah dua kalimat syahadat, tiang yang menyangga seluruh bangunan agama? Namun justru karena Allah tidak memilih redaksi itu, kita diajak merenungkan sesuatu yang jau...

Menjaga Hati Sebelum Menjaga Negeri

Gambar
Menjaga Hati Sebelum Menjaga Negeri Refleksi Hari Bhayangkara tentang Amanah dan Tazkiyatun Nafs Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Setiap bangsa memerlukan penjaga. Mereka berdiri di garis depan menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa tenteram masyarakat. Karena itulah setiap 1 Juli bangsa Indonesia memperingati Hari Bhayangkara sebagai penghormatan atas amanah besar tersebut. Namun di balik seragam, pangkat, dan simbol-simbol pengabdian, tersimpan satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar: siapakah yang menjaga seorang penjaga? Aturan dapat mengawasi tindakan. Teknologi dapat merekam perilaku. Atasan dapat mengevaluasi kinerja, dan masyarakat dapat memberi penilaian lewat berbagai kanal yang kini begitu cepat dan terbuka. Tetapi ketika seseorang berada sendirian, di ruang gelap tanpa kamera, di hadapan godaan yang tidak akan pernah diketahui siapa pun, hanya ada satu penjaga yang tetap hidup di dalam dirinya. Bukan seragam, bukan jabatan, melainkan hati yang bertakwa. Peradaban tidak r...

Sebelum Anak Belajar Membaca, Ia Sedang Membaca Kita

Gambar
Sebelum Anak Belajar Membaca, Ia Sedang Membaca Kita Orang Tua: Murabbi Sebelum Menjadi Pengajar Oleh: Tsaqif Rasyid Dai "Sebelum anak membaca Al-Qur'an, ia lebih dahulu membaca ayahnya. Sebelum anak memahami doa, ia lebih dahulu memahami bagaimana ibunya berdoa." Ada seorang ibu yang setiap pagi menyiapkan bekal untuk anaknya yang masih kelas dua sekolah dasar. Anak itu tidak pernah tahu berapa waktu yang habis untuk menggoreng telur atau memotong buah. Yang ia tahu hanya satu hal: ketika ia membuka kotak bekal di sekolah, selalu ada tulisan kecil di dalam tutupnya. Kadang hanya satu kalimat. Kadang hanya gambar matahari yang digambar tergesa-gesa. Bertahun-tahun kemudian, ketika anak itu dewasa dan punya anak sendiri, ia masih menyimpan beberapa tulisan itu di laci kamarnya. Bukan karena kalimatnya dalam. Tetapi karena di balik tulisan itu ia tahu: di pagi hari yang paling sibuk, ibunya sempat berhenti sejenak — dan memikirkannya. Anak tidak mengingat b...

Keluarga sebagai Ruang Tazkiyah

Gambar
Keluarga sebagai Ruang Tazkiyah Tauhid: Tempat Semua Perbaikan Dimulai — Bagian I Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada kegelisahan yang diam-diam menghuni banyak rumah tangga zaman ini. Kebutuhan materi terpenuhi, teknologi serba hadir — namun hati terasa jauh, ketenangan sulit datang, dan keluarga tak jarang menjadi medan yang melelahkan, bukan tempat yang memulihkan. Persoalan keluarga yang sesungguhnya bukan soal kurangnya uang atau kurangnya kata-kata yang tepat. Akarnya lebih dalam: hati yang belum benar-benar mengenal Allah dan berpulang kepada-Nya. Dan inilah yang kerap terlupakan: Allah tidak menciptakan manusia untuk sekadar membentuk keluarga yang harmonis atau meraih kebahagiaan duniawi. Ada tujuan yang jauh lebih besar: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ Wa mā khalaqtul jinna wal insa illā liya'budūn. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56) Keluarga dalam Isla...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...