Postingan

Melihat Eskalasi Konflik Iran–AS–Israel: Perspektif Kemanusiaan, Keamanan Regional, dan Hukum Internasional

Melihat Eskalasi Konflik Iran–AS–Israel: Perspektif Kemanusiaan, Keamanan Regional, dan Hukum Internasional I. Pendahuluan Dunia menyaksikan salah satu eskalasi militer paling dramatis dalam sejarah kawasan Timur Tengah kontemporer. Sejak 28 Februari 2026, konflik bersenjata skala besar antara koalisi Amerika Serikat–Israel di satu sisi, dan Iran di sisi lain, telah mengubah peta geopolitik regional secara fundamental. Ribuan rudal, drone, dan serangan udara saling bersahutan di langit yang sama—langit yang di bawahnya jutaan warga sipil tengah berusaha bertahan hidup. Artikel ini tidak bertujuan memihak secara membuta kepada satu blok geopolitik tertentu. Sebaliknya, dengan merujuk pada laporan media internasional terpercaya per awal Maret 2026, ia berusaha menyajikan gambaran yang jujur, seimbang, dan berbasis fakta—dengan tetap mengedepankan perspektif kemanusiaan, kaidah hukum internasional, serta nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. ...

IRGC Klaim Serang Kapal Perusak AS di Samudra Hindia dengan Dua Rudal Sekaligus — Pentagon Diam

IRGC Klaim Serang Kapal Perusak AS di Samudra Hindia dengan Dua Rudal Sekaligus — Pentagon Diam Jakarta, 4 Maret 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran ( Islamic Revolutionary Guard Corps /IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal perusak Amerika Serikat di Samudra Hindia menggunakan dua jenis rudal secara bersamaan. Serangan disebut menyebabkan kebakaran hebat di kapal tersebut dan kapal pendukungnya. Namun hingga laporan ini diturunkan, tidak ada satu pun konfirmasi independen dari pihak AS — Pentagon, US Navy , maupun US Central Command (CENTCOM) sepenuhnya bungkam. Klaim IRGC: Rudal Ghadr-380 dan Talaieh Hantam Destroyer Saat Mengisi Bahan Bakar Menurut pernyataan IRGC yang dilaporkan oleh media Iran termasuk PressTV , serangan ini menggunakan dua sistem senjata sekaligus: rudal balistik jarak menengah Ghadr-380 dan rudal jelajah strategis Talaieh . Target diklaim adalah sebuah kapal perusak AS yang tengah melakukan pengisian bahan bakar dari ...

Hari Keempat Siang: AS–Israel Intensifkan Serangan, Putra Khamenei Ambil Alih Komando, Hormuz Tetap Membara

Hari Keempat Siang: AS–Israel Intensifkan Serangan, Putra Khamenei Ambil Alih Komando, Hormuz Tetap Membara Jakarta, 4 Maret 2026 — Pukul 14:46 WIB — Konflik Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel memasuki penghujung hari keempat dengan intensitas yang tidak mereda. Lebih dari 1.000 sortie udara Israel dilaporkan hari ini saja, sementara Iran memperluas serangan balasannya ke Cyprus dan terminal minyak UEA. Di tengah kekacauan kepemimpinan pasca tewasnya Khamenei, putra tertua sang Supreme Leader dilaporkan mengambil alih komando sementara. Broad Wave Israel ke Kermanshah: 1.000 Sortie dalam Sehari Angkatan Udara Israel melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "broad wave" — gelombang serangan luas yang kali ini menjangkau Kermanshah di barat Iran, sebuah provinsi yang selama ini relatif belum menjadi fokus serangan. Ini menandai perluasan geografis Operation Roaring Lion yang signifikan. Bersamaan dengan itu, Teheran dan sejumlah situs militer lain...

Hari Keempat Perang Iran–Israel–AS: Kepemimpinan Iran Lumpuh, Lebanon Membara, Selat Hormuz Dikunci

Hari Keempat Perang Iran–Israel–AS: Kepemimpinan Iran Lumpuh, Lebanon Membara, Selat Hormuz Dikunci Jakarta, 4 Maret 2026 — Perang terbuka antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel memasuki hari keempat sejak serangan pertama dilancarkan pada 28 Februari 2026. Eskalasi tidak menunjukkan tanda reda. Justru sebaliknya — front pertempuran melebar ke Lebanon, kawasan Teluk semakin terdampak, dan Iran kini menghadapi krisis kepemimpinan yang paling parah dalam sejarahnya sejak Revolusi 1979. Operation Epic Fury dan Operation Roaring Lion : 1.700 Target Dihantam Militer AS mengkonfirmasi lebih dari 1.700 target telah dihantam sejak operasi dimulai. Serangan berlangsung simultan — Teheran menjadi sasaran utama yang mencakup kompleks kepemimpinan, markas IRGC, fasilitas nuklir, dan stasiun penyiaran negara. Bersamaan dengan itu, Israel menggelar Operation Roaring Lion yang memfokuskan serangan ke Beirut untuk melumpuhkan Hezbollah di Lebanon. Israel mengklaim telah m...

Persia dalam Nubuwat dan Geopolitik Kontemporer

Persia dalam Nubuwat dan Geopolitik Kontemporer Oleh: Ir. H. Djunaidi Permata Dari Surayya ke Pusat Turbulensi Bangsa Persia menempati posisi unik dalam riwayat nubuwat Rasulullah ﷺ. Ia bukan sekadar bangsa yang pernah ditaklukkan, tetapi disebut secara eksplisit dalam hadits shahih sebagai kaum yang akan meraih iman meskipun ia berada di tempat paling tinggi dan jauh. Dalam literatur hadits, penyebutan Persia bukan sekadar informasi geografis—ia muncul dalam dua konteks yang sama-sama besar: pujian atas ketahanan iman, dan peringatan tentang ujian kekuasaan. I. Takhrij Hadits: Dasar Riwayat dan Kesahihannya Riwayat utama yang menjadi pangkal pembahasan ini tercatat dalam Shahih Muslim (Kitab Fadhail al-Shahabah, No. 2546) dan diriwayatkan pula dalam Shahih al-Bukhari (Kitab al-Tafsir, No. 4897). Hadits tersebut berkaitan dengan turunnya ayat: وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ "Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mere...

Hari Ketiga Perang Terbuka: Hezbollah Resmi Bergabung, Korban AS Bertambah, Trump Ancam Kirim Pasukan Darat

Hari Ketiga Perang Terbuka: Hezbollah Resmi Bergabung, Korban AS Bertambah, Trump Ancam Kirim Pasukan Darat Jakarta, 3 Maret 2026 — Konflik bersenjata langsung antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari ketiga sejak serangan perdana pada 28 Februari 2026. Tidak ada tanda-tanda de-escalation . Sebaliknya, eskalasi semakin melebar — Hezbollah resmi menyatakan keterlibatan, Strait of Hormuz diklaim ditutup oleh Iran, dan Trump untuk pertama kalinya tidak menutup kemungkinan pengiriman ground troops . Supremasi Udara atas Teheran: 2.000 Target Dihancurkan Koalisi AS–Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 2.000 target di seluruh wilayah Iran sejak operasi dimulai. Hingga pagi 3 Maret, air superiority atas Teheran dinyatakan telah tercapai. Serangan difokuskan ke pusat kota Teheran — termasuk stasiun televisi negara Iran, instalasi militer, peluncur rudal, dan seluruh infrastruktur Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Tujuan operasi yang dinyataka...

GEOPOLITIK SERANGAN AS–ISRAEL TERHADAP IRAN

Gambar
GEOPOLITIK SERANGAN AS–ISRAEL TERHADAP IRAN Stabilitas Sistem Global dan Manajemen Ketegangan Terkendali Ir. H. Djunaidi Permata Executive Summary Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kerap disajikan sebagai konflik bilateral yang berdiri sendiri. Padahal, jika dibaca lebih dalam, ini adalah bagian dari arsitektur besar keseimbangan kekuatan global yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pertanyaan yang sesungguhnya bukan " mampukah AS dan Israel menghancurkan Iran?" — melainkan " mengapa mereka tidak melakukannya, padahal secara militer bisa? " Jawabannya terletak pada logika sistemik. Secara teoritis, opsi militer untuk meruntuhkan Iran selalu tersedia. Namun secara rasional, pilihan itu tidak pernah dieksekusi sepenuhnya — karena konsekuensinya akan melampaui batas yang dapat ditanggung oleh siapa pun, termasuk Washington sendiri. Ini bukan tanda kelemahan; ini tanda kalkulasi. Sejak Revolusi Islam 1979, strategi dominan AS terha...

25 Ulama Dunia Islam Tanda Tangani Pernyataan Bersama: Kecam Serangan AS–Israel, Tolak Keterlibatan Negara Teluk

25 Ulama Dunia Islam Tanda Tangani Pernyataan Bersama: Kecam Serangan AS–Israel, Tolak Keterlibatan Negara Teluk Jakarta, 2 Maret 2026 — Sebanyak 25 ulama dan cendekiawan Muslim dari berbagai penjuru dunia — mulai dari Libya, Mauritania, Maroko, Aljazair, Eritrea, Indonesia, hingga Amerika Serikat dan Italia — mengeluarkan pernyataan bersama menyikapi eskalasi perang di kawasan Teluk. Pernyataan ini memuat lima poin utama: penegasan bahwa perang ini adalah agresi, penolakan keterlibatan negara-negara Muslim, serta seruan kembali kepada persatuan umat. Bukan Konflik Biasa: "Crusader-Zionist War" Para penandatangan menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung bukan sekadar perseteruan politik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Mereka menyebutnya sebagai bagian dari rangkaian panjang perang yang menargetkan Islam di jantung wilayahnya — di mana terdapat tempat-tempat suci, kekayaan sumber daya, dan kekuatan demografis serta peradaban umat Islam. Mere...

Ulama Muslim Sedunia Tolak Kedua Pihak: Pernyataan Resmi Rabithah Ulama Muslimin soal Perang Iran–Israel

Ulama Muslim Sedunia Tolak Kedua Pihak: Pernyataan Resmi Rabithah Ulama Muslimin soal Perang Iran–Israel Jakarta, 2 Maret 2026 — Di tengah berkecamuknya military escalation antara Iran dan koalisi Israel–Amerika Serikat, Himpunan Ulama Muslim Internasional ( Rabithah Ulama Al-Muslimin ) mengeluarkan pernyataan resmi bertanggal 1 Maret 2026 / 12 Ramadan 1447 H. Pernyataan ini menegaskan penolakan terhadap kedua belah pihak yang bertikai, dan menolak framing bahwa konflik ini adalah perang demi membela kepentingan umat Islam. Bukan Perang Agama, Tapi Perang Hegemoni Majelis Tinggi Rabithah menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung bukan merupakan pertempuran demi membela umat Islam, melainkan murni perebutan pengaruh antara dua kekuatan besar yang sama-sama tidak mewakili aspirasi dunia Islam. Dalam pernyataannya, organisasi ulama lintas negara ini menyebut konflik tersebut sebagai "struggle for power and domination" yang dikendalikan oleh kalkulasi kekuatan...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...