Postingan

Trump, Iran, dan Papan Catur yang Tidak Pernah Diam: Membaca Langkah Geopolitik Washington di Tengah Bara Timur Tengah

Trump, Iran, dan Papan Catur yang Tidak Pernah Diam: Membaca Langkah Geopolitik Washington di Tengah Bara Timur Tengah Oleh: Nuraini Persadani Ahad, 30 Dzulqa'dah 1447 H / 17 Mei 2026 M Ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih untuk periode keduanya, banyak pengamat sudah menduga: Timur Tengah tidak akan tenang. Namun tak banyak yang memperkirakan bahwa dalam waktu singkat, kawasan itu akan berubah menjadi medan perang terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran — konflik yang hingga kini telah menelan puluhan nyawa, mengguncang harga minyak dunia, dan menempatkan Selat Hormuz sebagai titik paling kritis dalam peta energi global. Laporan ini mencoba memetakan langkah-langkah geopolitik Trump dalam konflik Iran-Israel-AS — dari ultimatum nuklir di Maret 2025 hingga ceasefire yang Trump sendiri gambarkan sebagai "on massive life support" di Mei 2026. Kami menulisnya dengan memisahkan apa yang tampak terjadi di lapangan dari cara kami membacanya secara st...

Ketika Was-Was dalam Salat: Dilawan atau Diikuti?

Gambar
Ketika Was-Was dalam Salat: Dilawan atau Diikuti? Fikih Keraguan dan Tipuan yang Menguras Ketenangan Ibadah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Persadani.org | Ahad, 30 Dzulqa'dah 1447 H / 17 Mei 2026 Dua Wajah yang Sekilas Mirip Ada orang yang menjaga salatnya karena takut kepada Allah — dan dari ketakutan itu lahir ketenangan, kedisiplinan, dan kedekatan. Ada pula yang tersiksa dalam salatnya karena rasa takut yang tak lagi dituntun ilmu — dan dari ketakutan itu lahir pengulangan tanpa ujung, kelelahan jiwa, dan ibadah yang kehilangan nikmatnya. Sekilas, keduanya tampak sama: sama-sama serius, sama-sama tidak mau ceroboh. Padakin keduanya sangat berbeda. Dan syariat Islam ternyata sudah membedakan keduanya dengan sangat jelas. Artikel ini hadir untuk satu pertanyaan sederhana namun penting: ketika keraguan datang dalam salat — dilawan atau diikuti? Ini Saya Banget Takbir sudah diucapkan. Tangan sudah bersedekap. Lalu tiba-tiba muncul bisikan: "Sudah takbir belum...

Wudhu yang Sering Salah Tanpa Disadari

Gambar
Wudhu yang Sering Salah Tanpa Disadari Kesalahan Kecil yang Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah dan Menjauhkan Ketenangan Hati Oleh : Tsaqif Rasyid Dai  Kita berwudhu hampir setiap hari. Lima kali, bahkan lebih. Namun pernahkah kita berhenti dan bertanya: mengapa hati tetap berat setelah wudhu? Mengapa salat tetap terasa jauh, padahal wajah sudah dibasuh dan kaki sudah disiram air? Masalahnya mungkin bukan pada sah tidaknya wudhu kita. Tapi pada hal-hal kecil yang sudah lama kita lakukan tanpa sadar — yang perlahan mengikis kesempurnaan ibadah sekaligus menjauhkan ketenangan hati. Catatan penting sebelum membaca: Tidak semua kesalahan berikut membatalkan wudhu. Sebagian berkaitan dengan kesempurnaan, kekhusyukan, dan adab batin yang sering terlupakan. Namun justru di situlah sering tersembunyi sebab mengapa salat terasa kosong dan hati tetap gelisah. Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Mā'idah: 6: مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن...

10 Hari yang Menguji Kejujuran Hati

Gambar
10 Hari yang Menguji Kejujuran Hati Tazkiyatun Nufus di Balik Amal-Amal Dzulhijjah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Rasulullah ﷺ bersabda: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ. قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini — yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah." Para sahabat bertanya: "Tidak juga jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun." (HR. Al-Bukhari, no. 969 — dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma) Hadits ini telah didengar oleh banyak orang. Dibacakan di mimbar-mimbar, diunggah di berbagai platform, dijadikan pembuka ceramah. Namun ada satu...

Hati yang Hidup dan Hati yang Mati

Gambar
Hati yang Hidup dan Hati yang Mati Ketika yang Lelah Bukan Hidupmu — Tapi Hatimu Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Kajian Tazkiyatunufus — Persadani Bismillahirrahmanirrahim. Pernahkah Anda merasa aneh dengan diri sendiri? Kajian agama tetap dihadiri. Konten Islami masih dibagikan. Shalat masih dikerjakan. Tapi entah sejak kapan — hati ini terasa kosong. Dosa yang dulu membuat menangis, kini terasa biasa. Nasihat yang dulu menggugah, kini hanya lewat begitu saja di telinga. Kita tertawa, bekerja, bahkan hadir di majelis ilmu — tetapi diam-diam ada sesuatu yang terasa mati di dalam dada. Ada orang yang pernah mengeluh kepada seorang ustadz: "Saya masih salat, Ustadz. Masih ngaji. Tapi hati saya seperti mati. Saya tidak tahu kenapa." Dan mungkin, lebih banyak dari kita yang diam-diam pernah merasakan hal yang sama — hanya tidak pernah mengucapkannya. Jangan-jangan, yang sedang lelah bukan hidup kita. Tapi hati kita. Inilah tema yang sudah para ulama bicarakan se...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya