Nandur Ora Kudu Ngundhuh
Nandur Ora Kudu Ngundhuh Tentang jiwa perintis, warisan kebaikan, dan kerelaan tidak ikut memanen ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Orang-orang dahulu menanam pohon jati. Mereka tahu, pohon itu memerlukan waktu puluhan tahun sebelum kayunya matang dan layak dimanfaatkan. Bisa jadi ketika pohon tersebut siap ditebang, orang yang menanamnya sudah tiada. Yang menikmati justru anak cucunya. Tetapi mereka tetap menanam. Merawat. Menjaga. Tidak setiap pagi menggali tanah untuk memastikan seberapa jauh akarnya berkembang. Ada cara pandang yang menarik di sana. Mereka bekerja untuk masa depan yang belum tentu menjadi bagian dari hidupnya sendiri. Tidak semua yang ditanam harus dipanen oleh tangan yang sama. Tidak semua perjuangan harus berakhir dengan menyaksikan keberhasilan. Nandur ora kudu ngundhuh. Kalimat sederhana. Tetapi tidak selalu mudah dijalani. Apalagi ketika seseorang telah mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk merintis sekolah, pesantren, yayasan, organisasi dakwah, atau pekerjaan s...