Postingan

Ketika Realisme Berbicara: Mearsheimer dan Ilusi Kemenangan AS-Israel atas Iran

Ketika Realisme Berbicara: Mearsheimer dan Ilusi Kemenangan AS-Israel atas Iran Oleh: Nuraini Persadani | Persadani – Media Analitik Islam Wasathiyah | 1447 H Pengantar: Suara yang Tidak Ingin Didengar Washington Di tengah gegap gempita propaganda perang — narasi tentang "kemenangan yang sudah dekat", "rezim Iran yang goyah", dan "misi pembebasan kawasan" — ada seorang akademisi yang sejak awal berbicara dengan nada berbeda. Bukan dari Teheran, bukan dari Moskow. Ia berbicara dari ruang kuliah University of Chicago . John J. Mearsheimer , profesor ilmu politik dan salah satu arsitek teori offensive realism dalam hubungan internasional, telah memberikan penilaian yang tajam dan konsisten sejak perang ini meletus pada 28 Februari 2026. Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada 5 April 2026 — program "The Bottom Line" bersama host Steve Clemons — ia menyampaikan dengan tenang: "There are no signs that this conflict is going to end ...

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-37/38: Iran Tantang Ultimatum Trump, Rudal Hantam Haifa, Anak-Anak Tewas di Baharestan

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-37/38: Iran Tantang Ultimatum Trump, Rudal Hantam Haifa, Anak-Anak Tewas di Baharestan Oleh: Nuraini Persadani | Persadani — 6 April 2026 Minggu keenam perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 ini membuka dengan eskalasi yang menghunjam di dua titik sekaligus: rudal Iran menghantam gedung residensial di Haifa, sementara serangan AS–Israel membunuh enam anak di kawasan Baharestan, pinggiran Tehran. Di atas semua itu, Trump mengeluarkan ultimatum tenggat Selasa, 7 April — ancaman yang langsung disambut Tehran dengan jawaban paling keras yang pernah diucapkan sejak perang dimulai. Selat Hormuz tetap tertutup. Mediasi internasional belum beranjak dari titik beku. Iran Menantang Ultimatum Trump: "Gerbang Neraka bagi AS" Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat Selasa, 7 April 2026 bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya. Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik, jembatan, dan seluruh infrastruktur...

Nama yang Disebut dalam Sujud

Nama yang Disebut dalam Sujud Oleh: Nuraini Persadani Ada cinta yang tidak membutuhkan suara. Tidak mencari pengakuan, tidak meminta balasan. Ia hadir dalam diam — dalam ruang paling sunyi antara seorang hamba dan Tuhannya. Di saat dahi menyentuh bumi, di saat dunia terasa menjauh, ada nama yang disebut dengan penuh harap. Bukan untuk dimiliki. Tetapi untuk dijaga. Di sanalah cinta menemukan bentuknya yang paling jujur: ketika ia tidak lagi bergantung pada manusia, melainkan dititipkan kepada langit. Inilah yang disebut dengan mendoakan seseorang dalam sujud — sebuah amal yang tampak kecil, namun menembus langit dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh bahasa manusia. Posisi Paling Dekat Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ "Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim) Perhat...

Optimisme Spiritual

Optimisme Spiritual Oleh: Abdullah Madura Ada orang yang sudah bertahun-tahun merasa dosanya terlalu banyak untuk diampuni. Sudah terlalu jauh. Sudah terlalu lama. Ia tetap shalat, tetap berpuasa, tetap hadir di majelis — tapi di dalam hatinya ada bisikan yang terus berulang: "Orang seperti aku, apa mungkin Allah masih mau mengampuni?" Bisikan itu bukan datang dari akal sehat. Bukan dari ilmu. Ia datang dari putus asa yang menyamar sebagai kerendahan hati. Dan untuk jiwa seperti itulah — serta untuk semua jiwa yang masih berjuang — Nabi ﷺ menitipkan sebuah kabar: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ "Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu." HR. Bukhari dan Muslim , dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Hadits ini sering kita dengar sebagai pengantar ceramah Ramadhan — lalu kita ...

Geopolitik Narasi: Ketika Realitas Menjadi Medan Perang

Geopolitik Narasi: Ketika Realitas Menjadi Medan Perang Oleh: Nuraini Persadani Ada sebuah pertanyaan yang mengganggu pikiran para analis pertahanan kontemporer: jika sebuah negara menang di medan tempur tetapi kalah di ruang narasi, apakah ia sesungguhnya menang? Konflik Iran–Israel–Amerika Serikat yang meletus sejak 28 Februari 2026 telah menjadi laboratorium paling mutakhir untuk menjawab pertanyaan itu — dan jawabannya ternyata jauh lebih kompleks dari yang pernah dibayangkan. Kita sedang menyaksikan lahirnya bentuk peperangan baru. Bukan perang tanpa tentara, melainkan perang di mana tentara yang paling berbahaya tidak mengenakan seragam: ia adalah algoritma, model kecerdasan buatan, dan video deepfake yang mampu membalikkan kenyataan dalam hitungan detik. I. Media sebagai Senjata Strategis Negara Dalam doktrin militer klasik, senjata diukur dari daya ledaknya. Dalam doktrin abad ke-21, senjata diukur dari daya sebarnya. Media — baik yang dikendalikan negara maupun ...

Menghindari Sikap Berlebihan Dalam Beragama

Menghindari Sikap Berlebihan Dalam Beragama Oleh: Abdullah Madura Seorang kawan pernah bercerita kepada saya dengan nada bangga: ia selalu berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. "Biar aman," katanya. "Biar tidak kelewatan kalau ternyata hilal sudah kelihatan." Niatnya baik. Semangat beragamanya tidak perlu diragukan. Tapi Nabi ﷺ justru melarangnya. Dan di sinilah letak pelajaran yang sering kita abaikan: niat yang baik saja tidak cukup. Ibadah punya jalurnya sendiri. Syariat punya batas-batasnya yang harus dihormati — bukan karena Allah ingin mempersulit, melainkan karena batas itulah yang menjaga kita tetap waras, tenang, dan tidak terjebak dalam kecemasan yang tidak perlu. لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ "Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang biasa berpuasa (sunnah), maka silakan ia berpuasa....

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-36: Dua Pesawat Tempur AS Jatuh, Bushehr Kembali Diserang, Eropa Mulai Tinggalkan Washington

Perang Iran–Israel–AS Hari ke-36: Dua Pesawat Tempur AS Jatuh, Bushehr Kembali Diserang, Eropa Mulai Tinggalkan Washington Oleh: Nuraini Persadani | Persadani — 4 April 2026 Memasuki hari ke-36, perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 ini mencatat rangkaian peristiwa paling dramatis sejak pekan pertama: dua pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dalam satu hari, satu orang tewas dalam serangan baru di kawasan nuklir Bushehr, koalisi Eropa mulai membatasi dukungan militer kepada Washington, dan 40 negara berkumpul di London — tanpa kehadiran AS dan Israel — untuk membicarakan nasib Selat Hormuz. Di Tehran, kabar jatuhnya dua jet AS disambut dengan perayaan terbuka di jalanan. Dua Jet Tempur AS Jatuh dalam Satu Hari Peristiwa paling mengguncang pada 3–4 April 2026 adalah jatuhnya dua pesawat tempur Amerika Serikat dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. Pertama , sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS ditembak jatuh oleh Iran di atas Provinsi Kohgiluyeh ...

Geopolitik sebagai Ujian Iman

Geopolitik sebagai Ujian Iman: Ketika Peta Kekuasaan Dunia Berhadapan dengan Ketergantungan kepada Allah Nuraini Persadani | Persadani — Media Analitik Islam Wasathiyah Dunia yang Bergerak Tanpa Moralitas Di atas meja negosiasi internasional, tidak ada tempat bagi air mata. Hanya ada angka, sumber daya, dan tekanan. Itulah wajah dunia sebagaimana ia sesungguhnya: sebuah arena perebutan kepentingan yang digerakkan bukan oleh nilai, melainkan oleh kalkulasi kekuasaan. Hans Morgenthau , dalam magnum opus-nya Politics Among Nations (1948), meletakkan fondasi realisme klasik: negara, pada hakikatnya, adalah aktor yang selalu mengejar power —kekuasaan—sebagai tujuan utama, bukan perdamaian, bukan keadilan. Setelah itu, Kenneth Waltz melalui Theory of International Politics (1979) memperhalus argumen ini: bukan sekadar nafsu negara, tetapi struktur sistem internasional yang anarkilah yang memaksa setiap aktor untuk bersaing atau tenggelam. Dan John Mearsheimer dalam The Tra...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...