Bangkai pada Malam Hari
Bangkai pada Malam Hari Jangan Sampai Hati Menjadi Bangkai Ketika Malam Berlalu Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ungkapan jiifatun billail ("bangkai pada malam hari") dikenal dalam sejumlah riwayat yang diperselisihkan statusnya, serta dalam atsar para salaf, sebagai metafora bagi manusia yang tenggelam dalam kelalaian sementara seluruh energinya habis untuk urusan dunia. Tetapi mari kita luruskan tesisnya sejak awal, bukan "jangan menjadi bangkai pada malam hari," melainkan jangan sampai hati menjadi bangkai ketika malam berlalu . Ada orang yang tidur di malam hari tetapi hatinya hidup bersama Allah. Ada pula orang yang terjaga sepanjang malam tetapi hatinya tertidur dari Allah. "Bangkai malam" bukanlah label untuk manusia, melainkan metafora yang harus kita kritisi maknanya. Malam yang Menyingkap Kehidupan Hati Al-Qur'an memberikan gambaran yang mendalam tentang malam orang-orang beriman. Allah berfirman: وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُ...