Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-25–26: Iran Minta JD Vance sebagai Negosiator, Trump Klaim 15 Poin Kesepakatan, Pakistan Tawarkan Menjadi Tuan Rumah Perundingan
Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-25–26: Iran Minta JD Vance sebagai Negosiator, Trump Klaim 15 Poin Kesepakatan, Pakistan Tawarkan Menjadi Tuan Rumah Perundingan
Reportase | Rabu, 25 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, NBC News, PBS NewsHour, AP, Newsweek, Bloomberg, Wikipedia, PBS
Hari ke-25 perang menghadirkan dimensi diplomasi yang paling substantif sejak konflik dimulai 28 Februari — meski di lapangan bom dan rudal masih terus berjatuhan. Iran secara resmi menyampaikan melalui saluran belakang bahwa Tehran tidak mau bernegosiasi dengan utusan Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner — dan meminta Wakil Presiden JD Vance sebagai negosiator, karena dianggap lebih tulus ingin mengakhiri perang. Trump merespons dengan menegaskan seluruh timnya terlibat: Vance, Rubio, Witkoff, dan Kushner. Sementara Trump mengklaim 15 poin kesepakatan sudah tercapai, Iran membantah ada negosiasi sambil mengakui menerima pesan dari "negara-negara sahabat." Pakistan, Turki, Oman, dan Mesir bergerak aktif sebagai mediator. Namun di lapangan, drone Iran menghantam tangki bahan bakar Bandara Internasional Kuwait — memicu kebakaran — dan serangan terus berlanjut di Lebanon, Israel, dan kawasan Teluk. Batas waktu penangguhan Trump berakhir Sabtu 28 Maret. Jendela lima hari kini tinggal tiga hari.
"Iranian representatives have let the Trump administration know it does not want to re-enter negotiations with special envoy Steve Witkoff and Jared Kushner and would prefer to engage with Vice President JD Vance. The perception is that Vance would be intent on wrapping up the conflict." — Dua sumber regional kepada CNN, 24 Maret 2026
Iran Minta JD Vance: "Witkoff dan Kushner Tidak Bisa Dipercaya"
Dalam perkembangan diplomatik yang paling mengejutkan hari ini, CNN melaporkan berdasarkan dua sumber regional bahwa perwakilan Iran telah menyampaikan melalui saluran belakang bahwa Tehran tidak mau bernegosiasi kembali dengan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner — dan lebih memilih Wakil Presiden JD Vance sebagai negosiator dari pihak AS.
Alasan Iran sangat jelas dan langsung: Witkoff dan Kushner dipandang tidak dapat dipercaya setelah runtuhnya negosiasi sebelum perang dimulai — khususnya setelah Witkoff, menurut para diplomat yang mengetahui pembicaraan Muscat, "merusak negosiasi dengan salah merepresentasikan pertukaran kunci" kepada media dan publik. Kushner, sebagai menantu Trump, dianggap terlalu dekat secara ideologis dengan posisi Netanyahu. Sebaliknya, Vance dipandang sebagai sosok yang lebih independen dan lebih tulus ingin mengakhiri perang — "persepsinya adalah Vance akan sungguh-sungguh berupaya mengakhiri konflik," kata sumber pertama kepada CNN.
Trump merespons di hadapan wartawan: "Presiden Trump dan hanya Presiden Trump yang menentukan siapa yang bernegosiasi atas nama Amerika Serikat." Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan semua anggota tim terlibat: Vance, Rubio, Witkoff, dan Kushner. Witkoff tetap sangat terlibat dalam portofolio ini dari sisi AS — dan sumber-sumber menyatakan Iran kemungkinan tidak punya pilihan selain berurusan dengan siapapun yang dikirim pemerintahan Trump. "Siapapun yang dikirim administrasi, orang Iran harus berurusan dengannya, namun bukan berarti mereka tidak punya preferensi," kata sumber kedua kepada CNN.
Trump: 15 Poin Kesepakatan, Pakistan Tawarkan Jadi Tuan Rumah
Trump dalam berbagai pernyataan pada Senin dan Selasa mengklaim AS dan Iran sudah mencapai 15 poin kesepakatan dan bahwa "hampir semua poin sudah disepakati." Ia menyatakan utusan-utusannya Witkoff dan Kushner telah berbicara dengan "tokoh senior Iran yang dihormati" — meski menolak menyebutkan namanya. Trump menggambarkan situasi sebagai "sangat intens tapi penuh harapan" dan menyatakan kesepakatan bisa tercapai dalam lima hari.
Namun kondisi utama yang diutarakan Trump tetap tidak berubah: Iran harus menghentikan pengayaan uranium dan menyerahkan uranium yang sudah diperkaya. Trump juga mengklaim bahwa jika AS tidak melakukan serangan dengan pembom B-2, Iran sudah akan memproduksi senjata nuklir dalam beberapa pekan untuk digunakan melawan Israel. Sebuah klaim yang belum dikonfirmasi oleh badan intelijen independen manapun.
Menurut CNN, AS melalui Pakistan telah menyampaikan daftar 15 poin harapan kepada Iran. Namun satu sumber menyatakan beberapa poin akan "hampir mustahil" bagi Iran untuk diterima, dan sumber lain menyatakan daftar itu mencerminkan poin-poin yang sebelumnya gagal dalam negosiasi pra-perang.
Pakistan menawarkan diri sebagai tuan rumah pembicaraan yang melibatkan Iran, AS, dan Israel. "Jika kedua pihak setuju, Pakistan selalu siap menjadi tuan rumah pembicaraan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Hussain Andrabi kepada CNN. Kepala intelijen Pakistan Letjen Asim Malik — yang memiliki hubungan langsung dengan Witkoff dan Kushner — menjadi salah satu pejabat Pakistan yang paling aktif terlibat dalam upaya mediasi ini.
Arsitektur Mediasi Multi-Lapis: Pakistan, Oman, Turki, Mesir
Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, struktur upaya diplomatik mulai terlihat lebih jelas:
| Negara Mediator | Peran dan Saluran |
|---|---|
| Pakistan | Mediator paling aktif; hubungan dekat Iran dan Trump; menyampaikan 15 poin AS ke Iran; Intelijen Asim Malik terlibat langsung; tawarkan tuan rumah negosiasi |
| Oman | Perantara tradisional AS–Iran; Menlu Araghchi telepon Menlu Oman; pesan soal Hormuz diteruskan melalui Muscat; Kedutaan AS Muscat keluarkan peringatan shelter in place |
| Turki | Menlu Fidan berbicara dengan 12+ pejabat regional dalam 48 jam; pertemuan Fidan–Araghchi; Turki posisikan diri sebagai jembatan NATO–Iran |
| Mesir | Presiden Sisi: Mesir sampaikan "pesan yang jelas" ke Iran soal de-eskalasi; terlibat dalam upaya diplomatik aktif |
Al Jazeera mengutip sumber yang menyatakan: "Jika ada jaminan dan negosiasi lebih lanjut berlangsung, dan jika tidak ada pengulangan agresi yang sama atau jenis agresi apapun terhadap Iran di masa depan, dan jika ada kemauan untuk menemukan kesepakatan yang berkelanjutan, maka saya yakin Iran tidak akan menolak."
Namun ada satu hambatan besar yang belum terpecahkan: kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei masih tidak diketahui, pengalamannya dalam diplomasi tingkat tinggi sangat terbatas, dan belum jelas apakah ia terlibat langsung dalam keputusan-keputusan diplomatik yang sedang berlangsung. Trump sendiri berkata: "Kami belum mendengar dari putranya." Araghchi memang terlibat dengan pihak Oman, namun belum jelas apakah ia juga menjadi titik fokus untuk pesan dari negara-negara lain yang menjadi perantara antara dua pihak.
Serangan Terus Berlanjut: Kuwait Airport Terbakar, Erbil, Lebanon
Di tengah semua pembicaraan diplomatik, perang di lapangan terus berjalan tanpa henti:
- Kuwait: Drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, memicu kebakaran di lokasi. Otoritas penerbangan sipil Kuwait mengkonfirmasi insiden tersebut. Ini merupakan serangan terbaru dalam serangkaian serangan Iran ke fasilitas-fasilitas Kuwait yang telah berlangsung sejak minggu pertama perang.
- Irak (Erbil): Video yang diverifikasi geolokasi oleh CNN menunjukkan api dan asap mengepul dari sebuah bangunan permukiman di Erbil, ibu kota Kurdistan Irak, akibat serangan drone. Otoritas setempat mengkonfirmasi penyebabnya adalah serangan drone.
- Israel: Iran menyatakan sedang menyiapkan "rencana khusus" untuk Tel Aviv dan "beberapa sekutu regional AS dan Israel" yang akan "sepenuhnya menghilangkan harapan negosiasi dari benak para agresor." Laporan ini pertama kali muncul di Fars News, yang berafiliasi dengan IRGC.
- Lebanon: Operasi darat IDF di selatan Lebanon berlanjut. IDF menyatakan pertempuran dengan Hizbullah "baru saja dimulai" dan kepala staf menegaskan Israel perlu membangun "kedalaman strategis" di Lebanon selatan.
Iran juga menyatakan tetap melanjutkan produksi rudal dan drone meski dalam kondisi perang — mengklaim kemampuan untuk mengganti semua yang sudah digunakan dan bahkan meningkatkan kapasitas produksi. IRGC memperingatkan kapal-kapal militer AS dan Barat yang mendekati Selat Hormuz akan menghadapi konsekuensi.
Penasihat Rezaei: AS Sudah Tahu Tidak Ada Jalan Menang
Mohsen Rezaei, penasihat militer senior Supreme Leader Iran, memberikan pernyataan mengejutkan: ia mengklaim bahwa "perang secara efektif sudah berakhir" lebih dari sepekan lalu, bahwa AS sudah siap berhenti dan mengejar gencatan senjata — namun Netanyahu yang "mendorong untuk melanjutkan." Rezaei mengklaim bahwa setelah hari ke-15, "AS dengan jelas memahami bahwa tidak ada jalan menuju kemenangan dalam perang ini."
Klaim ini tidak bisa diverifikasi secara independen. Namun jika sebagian benar, ia mengkonfirmasi narasi yang sudah beredar di kalangan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya: bahwa ada ketegangan nyata antara Washington yang ingin off-ramp dan Tel Aviv yang ingin melanjutkan hingga tujuan maksimalnya tercapai. Netanyahu sendiri menegaskan Israel akan terus menyerang Iran dan Lebanon terlepas dari apapun negosiasi yang sedang berlangsung di pihak AS.
Kongres Kembali Tolak Otorisasi Perang — Partai Republik Kompak Halang
Partai Republik kembali menolak resolusi yang mengharuskan Trump meminta persetujuan Kongres untuk tindakan militer AS di masa depan terhadap Iran. Ini adalah penolakan kedua kalinya dalam beberapa pekan. Senator Republik Lisa Murkowski yang sebelumnya mempertimbangkan mendorong otorisasi perang melalui Kongres, tampaknya belum berhasil menggalang dukungan cukup dari rekan-rekan separtainya.
Senator Republik Ted Cruz memberikan nasihat keras kepada Trump: "Satu-satunya kesepakatan yang harus ia terima dari ayatullah adalah kesepakatan yang diberikan Presiden Trump kepada Nicolás Maduro sebelum kami pergi dan menangkap Maduro" — merujuk pada penggulingan pemimpin Venezuela. Cruz mengatakan Trump mengatakan kepadanya bahwa ayatullah "tidak bernegosiasi dengan itikad baik" dan hanya mencoba menunda sambil membangun rudal, drone, dan program nuklir.
USS Gerald R. Ford Tiba di Yunani untuk Perbaikan — Kebakaran di Kapal
Kapal induk USS Gerald R. Ford — yang telah berpartisipasi dalam operasi AS melawan Iran — tiba di Yunani untuk perawatan dan perbaikan setelah kebakaran non-tempur terjadi di area laundri kapal. Insiden ini menegaskan tekanan besar yang dihadapi armada AS yang sudah beroperasi selama 25 hari tanpa henti. Inggris menempatkan kapal selam nuklir HMS Anson di Laut Arab, sementara sekitar 1.000 tentara AS dari Divisi Airborne 82 diperkirakan akan dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.
Filipina Nyatakan Darurat Nasional — Dampak Global Meluas
Filipina mendeklarasikan keadaan darurat nasional akibat perang Iran, dengan Presiden memperingatkan adanya "bahaya iminen" terhadap "ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara." Ini menjadikan Filipina salah satu negara Asia pertama yang secara formal mengakui dampak perang ini sebagai krisis nasional.
Di kawasan lain, dampak ekonomi semakin terasa: harga minyak yang sempat anjlok 10 persen setelah pengumuman penangguhan Trump kini mulai merayap naik kembali ke kisaran 100–105 dolar per barel seiring ketidakpastian diplomatik. WTO memperingatkan perdagangan global bisa turun 1,5 persen di 2026 jika perang berlanjut hingga kuartal kedua. Pasar saham Eropa berhasil menguat setelah pengumuman Trump, namun volatilitas tetap sangat tinggi.
Data Perang Komprehensif per Hari Ke-25–26
| Dimensi | Status per 25 Maret 2026 |
|---|---|
| Negosiasi | Iran minta Vance (bukan Witkoff/Kushner); Trump klaim 15 poin disepakati; Pakistan tawarkan tuan rumah; Iran akui terima pesan dari negara sahabat; batas waktu penangguhan: Sabtu 28 Maret |
| Mediator aktif | Pakistan (paling aktif); Oman (saluran tradisional); Turki (Fidan 12+ kontak); Mesir (Sisi sampaikan pesan ke Iran) |
| Serangan berlanjut | Kuwait Airport terbakar; Erbil diserang drone; Iran siapkan "rencana khusus" Tel Aviv; Netanyahu: Israel terus serang Iran dan Lebanon |
| Hormuz | CENTCOM: "fisik terbuka"; Iran: "kendali penuh"; kapal China, India, Pakistan melintas; ranjau Maham dikonfirmasi; Oman aktif sebagai saluran Hormuz |
| Harga minyak | Sempat anjlok ke $100 setelah pengumuman Trump; merayap naik kembali ke $100–105/barel; Goldman Sachs: tetap rawan volatilitas hingga ada kepastian |
| Korban kawasan | 3.200+ tewas di Iran (214+ anak-anak); Lebanon 1.021+; Israel 15+ warga sipil; AS 14 prajurit; pengungsi kawasan 5 juta+ |
| Militer AS | 9.000+ target diserang; 140+ kapal Iran dihancurkan; 9.000+ sorti; USS Ford ke Yunani perbaikan; 1.000 tentara Airborne 82 segera dikerahkan |
| Dampak global | Filipina nyatakan darurat nasional; WTO: perdagangan global bisa turun 1,5%; Ras Laffan Qatar 3–5 tahun perbaikan; pasar saham volatil tinggi |
| Politik AS | Kongres kembali tolak otorisasi perang (2x); Cruz desak Trump jangan menerima kesepakatan buruk; 43% pemilih kurang dukung Republikan akibat perang |
Analisis: Tiga Hari Tersisa — Antara Kesepakatan dan Eskalasi Terbesar
Jendela lima hari yang dibuka Trump kini menyisakan tiga hari. Antara hari ini dan Sabtu 28 Maret 2026, dunia akan tahu apakah perang ini bergerak menuju de-eskalasi atau justru memasuki babak paling dahsyat dengan serangan ke infrastruktur listrik Iran.
Tiga skenario terbuka:
Skenario pertama — Kesepakatan tercapai: Pakistan, Oman, dan Turki berhasil mengkomunikasikan kerangka minimal yang bisa diterima kedua pihak. Iran setuju dengan beberapa poin dari 15 poin AS — khususnya tentang Hormuz dan penghentian sementara pengayaan — sementara AS setuju menghentikan serangan. Kemungkinan ini meningkat jika Iran benar-benar mengirim sinyal konkret melalui mediator sebelum Sabtu.
Skenario kedua — Penangguhan diperpanjang lagi: Tidak ada kesepakatan konkret, namun Trump kembali menunda deadline dengan alasan pembicaraan masih berlangsung. Skenario ini secara teknis membeli lebih banyak waktu namun semakin mengikis kredibilitas deterrens Trump.
Skenario ketiga — Trump melaksanakan ancaman: Iran menolak 15 poin dan tidak ada sinyal konkret sebelum Sabtu. Trump memerintahkan serangan ke pembangkit listrik Iran. Iran merespons dengan penutupan permanen Hormuz dan serangan ke infrastruktur energi kawasan. Harga minyak menembus 150 dolar. Ini adalah skenario yang paling tidak diinginkan namun tidak bisa dikesampingkan.
Satu hal yang jelas dari keseluruhan 25 hari perang ini: tidak ada pihak yang bisa mengklaim kemenangan murni, dan tidak ada pihak yang bisa keluar dari konflik ini tanpa membayar harga yang sangat besar. Yang bisa berubah dalam tiga hari ke depan bukan siapa yang menang atau kalah — melainkan apakah ada cukup kemauan politik di kedua sisi untuk menemukan formula yang memungkinkan keduanya berhenti tanpa kehilangan muka di hadapan rakyatnya.
"You have to understand, my whole life has been a negotiation. But with Iran, we've been negotiating for a long time. And this time, they mean business." — Presiden Donald Trump, kepada audiens di Memphis, Tennessee, Senin 23 Maret 2026 (CNN)
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan pembaruan terkini dari Al Jazeera, CNN Live Updates (termasuk pembaruan 4 menit lalu tentang permintaan Iran untuk Vance), NBC News, PBS NewsHour, AP, Newsweek, Bloomberg, dan Wikipedia per Rabu, 25 Maret 2026, pagi WIB. Kondisi diplomatik sangat fluid dan bisa berubah dalam hitungan jam. Angka korban dan kondisi lapangan bersifat dinamis dan terus diperbarui.