Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita

Geger Imam Mahdi

Gambar
[ TAZKIYATUN NAFS ] Geger Imam Mahdi Ketika Klaim Kesalehan Mengalahkan Akal Sehat Oleh: Tsaqif Rasyid Dai   Umur bisa diperpanjang. Dosa bisa ditebus. Keselamatan akhirat bisa dijamin. Syaratnya, bayar. Konon, yang menawarkan semua itu mengaku sebagai Imam Mahdi. Gegerlah Bangkalan. Seorang pria berinisial FF dilaporkan ke Polres Bangkalan, Jawa Timur, pada 21 Oktober 2026. Ia diduga menggunakan klaim sebagai Imam Mahdi untuk meminta uang kepada pengikutnya. Seorang pelapor mengaku mengalami kerugian hingga Rp1,3 miliar. Perkaranya masih dalam proses hukum. Namun, klaim keagamaannya telah mendapat tanggapan tegas dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH M Cholil Nafis. Yang menggelisahkan bukan semata munculnya seseorang yang mengaku Imam Mahdi, melainkan bagaimana klaim semacam itu bisa dipercaya, diikuti, bahkan dibayar dengan harta yang tidak sedikit. Padahal, umur dan ajal bukan wilayah kekuasaan manusia. Keselamatan akhirat pun bukan komodit...

Setelah Tak Lagi Menjadi Musuh

Gambar
Setelah Tak Lagi Menjadi Musuh Tentang ilmu yang mengubah arah, nikmat keamanan dalam Surah Quraisy, dan perjalanan membersihkan mutatharrif di dalam diri ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Ada masa ketika dua orang bertemu sebagai lawan. Yang satu melihat yang lain sebagai ancaman terhadap negara. Yang lain memandangnya sebagai bagian dari kekuasaan yang harus dilawan. Lalu waktu berjalan. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, ribuan mantan anggota Jamaah Islamiyah berkumpul di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 dan silaturahmi bersama Kapolri. Pertemuan itu menarik bukan semata karena jumlah orang yang hadir. Ada sesuatu yang lebih manusiawi di sana. Orang-orang yang dahulu berada pada dua sisi yang berhadapan kini duduk bersama. Dalam pertemuan itu muncul ungkapan Jawa yang sederhana: “Saduluran saklawase.” Menjadi saudara untuk selamanya. Tentu sebuah kalimat tidak serta-merta menghapus sejarah. Jabat tangan juga tidak otomatis menyelesaikan s...

Perang Iran-AS Memasuki Malam ke-11: Hormuz Bergejolak, Pickaxe Mountain Terancam, Indonesia Waspada

Gambar
Perang Iran-AS Memasuki Malam ke-11: Hormuz Bergejolak, Pickaxe Mountain Terancam, Indonesia Waspada Eskalasi di Timur Tengah Menguji Pasar Energi Global dan Ketahanan Ekonomi Indonesia Oleh: Nuraini Persadani Konflik bersenjata yang bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 kembali memasuki fase yang semakin tegang. Menurut laporan sejumlah kantor berita internasional, serangkaian serangan udara Amerika Serikat terhadap sejumlah target militer di Iran telah memasuki malam ke-11 secara berturut-turut hingga Selasa, 21 Juli 2026. Ledakan dilaporkan terdengar di Teheran, Tabriz di barat laut Iran, hingga sejumlah wilayah di bagian selatan negara tersebut. Perlu dicatat, perkembangan terbaru dalam beberapa hari terakhir terutama berpusat pada konfrontasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Israel tetap menjadi bagian penting dalam dimensi awal dan regional konflik ini, tetapi eskalasi militer terbaru lebih banyak ditandai...

Ketika China Melahirkan Jutaan Talenta AI, Apa Konsekuensinya bagi Indonesia?

Gambar
Ketika China Melahirkan Jutaan Talenta AI, Apa Konsekuensinya bagi Indonesia? Membaca Ulang Revolusi Pendidikan Tinggi China dari Sudut Kepentingan dan Masa Depan Bangsa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai China baru saja menutup lebih dari 12.200 program studi sarjana antara 2021 hingga 2025, dan menggantinya dengan 10.200 program studi baru yang berorientasi pada kecerdasan buatan, robotika, dan semikonduktor. Khusus pada 2024 saja, 1.428 program studi dihapus secara permanen. Perlu ditegaskan sejak awal, yang dihapus adalah program studi tertentu di sejumlah kampus, bukan seluruh disiplin ilmu itu lenyap dari peta akademik China. Data ini berasal dari Kementerian Pendidikan China dan telah dilaporkan konsisten oleh Xinhua, South China Morning Post, Caixin Global, dan China Daily. Namun pertanyaan yang lebih penting bagi kita bukan sekadar apa yang terjadi di China, melainkan: apa artinya bagi Indonesia? Mengapa Ini Bukan Sekadar Berita Luar Negeri Dengan arah kebijakan saat ini, China...

Perpres 111/2025: Ketika "Penyebaran Budaya LGBTQ" Dicantumkan dalam Analisis Ancaman Nonmiliter Negara

Gambar
Perpres 111/2025: Ketika "Penyebaran Budaya LGBTQ" Dicantumkan dalam Analisis Ancaman Nonmiliter Negara Polemik unggahan Pride Month di sebuah kampus negeri membuat publik kembali membaca ulang satu lampiran peraturan yang telah berlaku sejak akhir tahun lalu Oleh: Nuraini Persadani Sebuah unggahan bertema Pride Month dari unit kegiatan mahasiswa di salah satu kampus negeri memicu perdebatan luas di media sosial. Di tengah polemik tersebut, perhatian publik kembali tertuju pada Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Beleid ini sebenarnya bukan produk baru. Presiden Prabowo Subianto telah menandatanganinya sejak 24 Oktober 2025. Yang membuatnya ramai diperbincangkan belakangan adalah isi lampirannya yang kembali disorot: penyebaran budaya LGBTQ tercantum sebagai salah satu contoh ancaman nonmiliter dalam dimensi sosial-budaya. Apa Sebenarnya Perpres Nomor 111 Tahun 2025? Perpres ini berjudul lengkap Kebijakan Umum Pertahanan...

Ketika Sebuah Berita Menjadi Cermin Diri

Gambar
Ketika Sebuah Berita Menjadi Cermin Diri Dari Polemik LGBT menuju Muhasabah tentang Syahwat, Zina, dan Jalan Taubat Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada kalanya sebuah berita tidak berhenti sebagai informasi. Ia berubah menjadi cermin yang memantulkan keadaan hati kita sendiri. Polemik mengenai LGBT yang kembali mencuat beberapa waktu terakhir adalah salah satunya. Sebuah video pesta di sebuah tempat hiburan malam di Karawang menyebar cepat di linimasa. Di waktu yang hampir bersamaan, sebuah akun media sosial memanipulasi foto keluarga untuk mempromosikan gagasan tentang pengasuhan anak oleh pasangan sesama jenis. Dua peristiwa yang berbeda bentuk, namun oleh banyak pihak dibaca sebagai satu tanda yang sama: sesuatu yang dahulu disembunyikan, kini tampil terang-terangan. Majelis Ulama Indonesia meresponsnya dengan tegas. Berlandaskan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014, MUI menegaskan bahwa perilaku lesbian, gay, dan sodomi adalah keharaman yang termasuk kategori jarimah , sebuah pelanggaran yan...

Trump, Iran, dan Papan Catur yang Tidak Pernah Diam: Membaca Langkah Geopolitik Washington di Tengah Bara Timur Tengah

Trump, Iran, dan Papan Catur yang Tidak Pernah Diam: Membaca Langkah Geopolitik Washington di Tengah Bara Timur Tengah Oleh: Nuraini Persadani Ahad, 30 Dzulqa'dah 1447 H / 17 Mei 2026 M Ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih untuk periode keduanya, banyak pengamat sudah menduga: Timur Tengah tidak akan tenang. Namun tak banyak yang memperkirakan bahwa dalam waktu singkat, kawasan itu akan berubah menjadi medan perang terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran — konflik yang hingga kini telah menelan puluhan nyawa, mengguncang harga minyak dunia, dan menempatkan Selat Hormuz sebagai titik paling kritis dalam peta energi global. Laporan ini mencoba memetakan langkah-langkah geopolitik Trump dalam konflik Iran-Israel-AS — dari ultimatum nuklir di Maret 2025 hingga ceasefire yang Trump sendiri gambarkan sebagai "on massive life support" di Mei 2026. Kami menulisnya dengan memisahkan apa yang tampak terjadi di lapangan dari cara kami membacanya secara st...

APBN 2026 Dirancang Pro-UMKM

APBN 2026 Dirancang Pro-UMKM Dari Digitalisasi hingga Menolak IMF: Strategi Kemandirian Ekonomi Rakyat Oleh: Nuraini Persadani | Persadani.org — Media Analitik Islam Wasathiyah Rabu, 13 Mei 2026  |  25 Dzulqa'dah 1447 H  |  ⏱ Estimasi baca: 8–10 menit 📌 Ringkasan Eksekutif APBN 2026 menempatkan UMKM sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik global. Dengan total alokasi Rp181,8 triliun untuk pilar Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM — ditambah target penyaluran KUR Rp320 triliun — pemerintah membangun ekosistem yang menopang 65 juta lebih pelaku usaha kecil. Bersamaan dengan itu, Indonesia mengambil keputusan berani: menolak tawaran pinjaman IMF senilai US$25–30 miliar , memilih kemandirian fiskal berbasis sumber daya domestik. Ini bukan kebijakan tambal sulam — ini adalah arsitektur ekonomi kerakyatan yang dirancang sistematis. UMKM Bukan Pelengkap — Melainkan Fondasi Ada angka yang perlu diingat sebelu...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...