Males, Capek, Cepek
Males, Capek, Cepek Ketika Keahlian Terlalu Sibuk Menghitung Harga Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada tiga alasan yang sering terdengar ketika seseorang diminta menyumbangkan keahliannya untuk kepentingan bersama. "Males." "Capek." "Cepek." Yang pertama bicara soal kemauan. Yang kedua soal tenaga. Yang ketiga, diam-diam, sudah mulai membuka dompet. Ketiganya bisa dimaklumi. Manusia memang bisa kehilangan semangat, benar-benar kelelahan, atau sedang butuh penghasilan. Kita tidak sedang mengadili siapa pun. Hanya saja, ada keganjilan kecil yang membuat kita tersenyum getir. Ketika ada proyek berhonor menarik, tenaga yang tadi habis mendadak menemukan cadangannya. Jadwal yang sempit tiba-tiba melonggar, entah dari mana datangnya. Tetapi ketika keahlian yang sama dibutuhkan sekolah, majelis taklim, atau kegiatan sosial, kalender mendadak penuh dan badan mendadak lelah. Bukan tidak mampu. Belum tentu juga tidak punya waktu. Barangkali hanya belum be...