AI, Sakdet Saknyet
[ TAZKIYATUN NAFS ] AI, Sakdet Saknyet Ketika Kecepatan Menjawab Mendahului Ketelitian Ilmu Tsaqif Rasyid Dai فَتَبَيَّنُوا "Maka telitilah kebenarannya." (QS. Al-Hujurat: 6) "Wis takon AI?" "Wis. Sakdet saknyet." "Wis dipriksa maneh?" "Lha jawabane wis masuk akal, kok!" Begitulah kita hari ini. Minta AI memperbaiki satu kalimat, malah dikasih ceramah panjang. Kita jengkel. "Wis, cukup! Aku mung takon sakmenir." Tapi ketika AI menyodorkan jawaban yang sejalan dengan pendapat kita, lengkap dengan dalil, nama kitab, bahkan nomor halaman, kita manggut-manggut. "Nah, iki! Cocok!" Tak ada yang bertanya: benarkah kitab itu ada? Benarkah halamannya demikian? Yang masuk akal belum tentu benar. Yang meyakinkan belum tentu terverifikasi. Yang cocok dengan selera belum tentu cocok dengan kenyataan. Untuk urusan sederhana, cepat itu nikmat. Tetapi untuk urusan agama, ilmu, dan keputusan yang menyangkut or...