Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-26–27: Iran Tolak 15 Poin AS sebagai "Maksimalis", Tangsiri Ditarget, 6 Gelombang Rudal ke Israel dalam Satu Hari

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-26–27: Iran Tolak 15 Poin AS sebagai "Maksimalis", Tangsiri Ditarget, 6 Gelombang Rudal ke Israel dalam Satu Hari

Reportase | Rabu–Kamis, 26 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, AP, OPB, Times of Israel, Xinhua, Euronews, Britannica, Wikipedia

Harapan de-eskalasi yang sejenak muncul ketika Trump mengumumkan penangguhan 5 hari pada Senin kini semakin redup. Iran pada Rabu 25 Maret secara resmi menolak rencana 15 poin AS sebagai "maksimalis dan tidak masuk akal" — dan membalas dengan melancarkan enam gelombang serangan rudal dan drone ke Israel dalam hitungan jam, termasuk serangan balistik ke Tel Aviv. Bersamaan, Israel menarget Laksamana Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC — sosok yang selama ini menjadi otak di balik blokade de facto Selat Hormuz. AS mengerahkan lebih banyak pasukan ke kawasan, termasuk paratroopers Divisi Airborne 82. Kongres AS yang semakin frustrasi mengkritik pejabat Trump atas briefing perang yang dianggap tidak memadai. Dan Sekjen PBB Antonio Guterres — dalam pernyataan paling tegas sejak perang dimulai — mendesak AS dan Israel "segera mengakhiri perang" sambil meminta Iran berhenti menyerang negara-negara tetangga yang bukan pihak dalam konflik.

"Iran will end the war when it decides to do so and when its own conditions are met. The end of the war will occur when Iran decides it should end, not when Trump envisions its conclusion." — Pejabat senior Iran kepada Press TV, Rabu 25 Maret 2026

Iran Tolak 15 Poin: "Maksimalis, Tidak Masuk Akal"

Setelah Pakistan menyampaikan rencana 15 poin AS kepada Iran sebagai kerangka gencatan senjata sebulan sekaligus landasan penyelesaian permanen, Iran pada Rabu 25 Maret memberikan jawaban resmi pertamanya: ditolak.

Sumber diplomatik yang dihubungi Al Jazeera menyatakan Iran menilai rencana tersebut "maksimalis dan tidak masuk akal." Penyiar berbahasa Inggris milik negara Iran, Press TV, mengutip pejabat anonim yang menyatakan Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan telah menyiapkan tuntutannya sendiri. "Iran akan mengakhiri perang ketika ia memutuskan demikian dan ketika kondisi-kondisinya terpenuhi," kata pejabat itu.

Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan secara publik bahwa pemerintahannya tidak terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang — "dan kami tidak berencana untuk bernegosiasi." Araghchi mengakui Washington mengirimkan pesan melalui berbagai mediator — yang "tidak berarti negosiasi" — dan mempertanyakan pergeseran nada AS yang kini berbicara tentang kesepakatan setelah sebelumnya menuntut "penyerahan tanpa syarat": "Perubahan nada ini adalah pengakuan atas kegagalan."

Menurut laporan Pakistan dan saluran-saluran berbahasa Persia Israel, isi 15 poin AS antara lain:

  • Iran membongkar kapasitas nuklirnya, menghentikan seluruh pengayaan uranium, dan berkomitmen permanen tidak mencari senjata nuklir
  • Iran membatasi program rudal balistiknya
  • Iran membuka penuh Selat Hormuz
  • Sebagai imbalan: AS menawarkan pencabutan sanksi penuh, bantuan pengembangan proyek nuklir sipil di Bushehr, dan penghapusan ancaman mekanisme snapback sanksi PBB

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan beberapa laporan tentang isi rencana tersebut "tidak sepenuhnya akurat" namun menolak menjelaskan lebih jauh. Yang pasti: Israel terkejut atas pengajuan rencana gencatan senjata tersebut, karena menurut AP para pejabat Israel selama ini terus mendukung Trump untuk melanjutkan perang — bukan mengakhirinya.

Enam Gelombang Rudal Iran dalam Satu Hari — Sembilan Terluka di Israel

Penolakan Iran atas 15 poin AS tidak disampaikan hanya dengan kata-kata. Dalam 24 jam yang sama, Iran melancarkan enam gelombang serangan rudal balistik dan drone ke Israel — jumlah gelombang serangan terbanyak dalam satu hari sejak perang dimulai. Times of Israel melaporkan sembilan orang terluka di Tel Aviv akibat serangan balistik terbaru, termasuk seorang wanita 40-an terkena serpihan dan seorang pria 26 tahun terkena ledakan. Rekaman menunjukkan warga Israel berlari ke tempat perlindungan bom di Yerusalem saat sirene peringatan berbunyi.

Di sisi lain kawasan, Kuwait International Airport kembali diserang — tangki bahan bakar terbakar akibat serangan Iran, kali ini dengan api yang lebih besar dari serangan-serangan sebelumnya. UEA, Kuwait, dan Bahrain serentak mengeluarkan peringatan kepada publik bahwa suara-suara ledakan yang terdengar adalah sistem pertahanan udara yang mencegat serangan masuk.

Iran juga terus menyerang Lebanon utara secara tidak langsung melalui Hizbullah, serta melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di Irak. Kedutaan Besar AS di Baghdad mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga AS di Irak agar segera meninggalkan negara tersebut, mengingat meningkatnya serangan milisi pro-Iran terhadap warga dan fasilitas AS.

Tangsiri Ditarget: Otak Blokade Hormuz Diincar Israel–AS

Seorang pejabat Israel mengkonfirmasi kepada Fox News bahwa Laksamana Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC yang secara langsung memerintahkan penutupan Selat Hormuz, ditarget dalam serangan semalam bersama jajaran pimpinan operasionalnya — termasuk kepala intelijen dan kepala operasi — di sebuah pusat komando angkatan laut rahasia. Serangan ini didasarkan pada intelijen gabungan AS dan Israel.

Tangsiri adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas strategi Iran di Selat Hormuz — termasuk perintahnya bahwa setiap kapal yang ingin melintas harus mendapatkan izin dari Iran terlebih dahulu. Ia juga pernah mengklaim Iran memiliki "kendali penuh" atas Teluk Persia. Status kondisi Tangsiri belum dikonfirmasi secara resmi oleh Iran atau AS.

Sekjen PBB Guterres: "Sudah Saatnya Mengakhiri Perang"

Sekjen PBB Antonio Guterres dalam pernyataan paling tegasnya sejak perang dimulai menyatakan pesannya kepada AS dan Israel: "Sudah saatnya mengakhiri perang — saat penderitaan manusia semakin dalam, korban sipil terus bertambah, dan dampak ekonomi global semakin menghancurkan." Kepada Iran, Guterres menyampaikan: "Hentikan serangan terhadap tetangga kalian yang bukan pihak dalam konflik ini."

DK PBB dijadwalkan menggelar pemungutan suara tentang Selat Hormuz — namun dengan hak veto AS dan kemungkinan Rusia dan China yang berbeda posisi, prospek resolusi yang mengikat sangat kecil. Trump telah secara historis menolak campur tangan PBB dalam kebijakan luar negeri AS.

Kongres AS Murka: Briefing Perang Tidak Memadai, Tujuan Tidak Jelas

Anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR AS menyatakan tidak puas dengan briefing yang diberikan pejabat pemerintahan Trump tentang perang — termasuk tujuan, strategi, dan linimasa — sebagai tanda meningkatnya kecemasan tentang upaya perang bahkan di antara anggota partai Trump sendiri.

Polling AP-NORC terbaru mengungkap bahwa banyak warga AS menganggap tindakan militer terhadap Iran sudah "terlalu jauh." Angka 43 persen pemilih yang menyatakan kurang cenderung mendukung Partai Republik akibat perang ini — yang muncul dalam survei sebelumnya — tampaknya semakin menguat. Senator dari kedua partai terus mendesak agar Kongres dilibatkan dalam keputusan perang, meski dua kali Partai Republik menolak resolusi otorisasi perang.

Dalam konteks ini, Trump berbicara di malam penggalangan dana NRCC (Komite Kongres Republik Nasional) di Union Station, Washington, mengklaim AS "menang begitu besar" dan bahwa Iran "bernegosiasi dan sangat ingin membuat kesepakatan tapi takut mengatakannya karena mereka pikir akan dibunuh."

Pentagon Pertimbangkan Alihkan Senjata Ukraina ke Timur Tengah

Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan apakah akan mengalihkan senjata yang dimaksudkan untuk Ukraina ke Timur Tengah seiring perang di Iran menguras beberapa amunisi paling kritis militer AS. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi pertukaran geopolitik yang dramatis: perang AS di Iran secara langsung melemahkan pertahanan Ukraina terhadap Rusia — sebuah perkembangan yang tidak akan luput dari perhatian Kremlin.

Sebagai catatan terkait Rusia: Kremlin membantah laporan Financial Times bahwa Rusia mengirimkan drone ke Iran. Namun klaim Zelenskyy sebelumnya — dan laporan dari berbagai sumber intelijen Barat — tetap menjadi tanda tanya yang belum terjawab.

Israel Terima 8.000 Ton Senjata sejak Perang Dimulai

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa sejak awal perang, lebih dari 200 pesawat dan kapal telah tiba di Israel membawa sekitar 8.000 ton peralatan militer, persenjataan, dan amunisi. Angka ini menggambarkan skala logistik militer yang luar biasa — dan sekaligus memperlihatkan betapa bergantungnya Israel pada pasokan senjata dari AS dan sekutu-sekutunya untuk mempertahankan intensitas kampanye militer yang sudah berlangsung hampir empat pekan.

Hormuz: Lebih Banyak Kapal Melintas — Tapi Penuh Ketidakpastian

Lebih banyak kapal kini melintas Selat Hormuz setelah Iran mengumumkan kapal-kapal "tidak bermusuhan" boleh transit jika berkoordinasi dengan otoritas Iran. Namun seorang kapten tanker dengan pengalaman 27 tahun berlayar yang berhasil melintas menyatakan kepada CNN: "Satu pihak mungkin mengatakan akan mengizinkan lintasan aman, tapi kondisi lintasan aman bergantung pada berbagai faktor, dan pihak yang terlibat terlalu banyak."

Ketidakpastian ini mencerminkan kenyataan bahwa meski Hormuz secara fisik terbuka bagi kapal-kapal tertentu, tidak ada jaminan yang dapat diandalkan. Setiap transit masih berisiko — dan perusahaan asuransi global masih menolak memberikan pertanggungan, membuat sebagian besar kapal tanker Barat tetap tidak berani melintas.

AS Postal Service mengumumkan akan mengenakan surcharge bahan bakar 8 persen pertamanya dalam sejarah pada paket-paket pos — biaya langsung bagi konsumen dan bisnis AS akibat perang ini. Harga minyak Brent bergerak di kisaran 104–105 dolar per barel.

Data Perang Komprehensif per Hari Ke-26–27

Dimensi Status per 26 Maret 2026
15 Poin AS Iran tolak resmi: "maksimalis dan tidak masuk akal"; Iran siapkan tuntutan baliknya sendiri; Araghchi: ini pengakuan kegagalan AS
Serangan Iran ke Israel 6 gelombang rudal balistik dan drone dalam satu hari; 9 terluka di Tel Aviv; cluster munitions; Kuwait Airport terbakar lagi
Tangsiri Komandan Angkatan Laut IRGC ditarget bersama pimpinan operasionalnya di pusat komando rahasia; status belum dikonfirmasi Iran
Militer AS 9.000+ target; paratroopers 82nd Airborne dikerahkan; pertimbangkan alihkan senjata Ukraina; 8.000 ton senjata dikirim ke Israel
Hormuz Lebih banyak kapal "non-musuh" melintas; tetap penuh ketidakpastian; tanker master: "terlalu banyak pihak yang terlibat"
PBB Guterres: "Sudah saatnya akhiri perang"; DK PBB bahas Hormuz; prospek resolusi mengikat sangat kecil (veto AS)
Korban Iran 2.000+ tewas (Britannica tally); 3.200+ (kelompok HAM); polusi kimia di Tehran dari serangan kilang; 29/31 provinsi terdampak
Lebanon 1.021+ tewas; satu tentara IDF tewas dalam baku tembak; IDF perluas "buffer zone" di selatan
Politik AS Komite Angkatan Bersenjata DPR murka; briefing dianggap tidak memadai; polling: banyak warga AS anggap aksi militer "terlalu jauh"
Harga minyak & dampak Brent $104–105/barel; AS Postal Service kenakan surcharge 8%; WTO: perdagangan global bisa turun 1,5%; pasar Asia masih volatile
Deadline penangguhan Sabtu 28 Maret — 2 hari lagi. Iran tolak 15 poin. Serangan berlanjut. Prospek kesepakatan sebelum deadline: sangat tidak pasti

Analisis: Dua Hari Paling Menentukan — Antara Kerangka Baru dan Eskalasi Total

Dua hari tersisa sebelum batas waktu penangguhan Trump berakhir Sabtu 28 Maret. Dan gambaran yang muncul hari ini tidak menjanjikan: Iran telah secara resmi menolak 15 poin, merespons dengan enam gelombang serangan, dan Araghchi menyebut pergeseran nada AS sebagai "pengakuan kegagalan."

Namun ada satu celah kecil yang belum tertutup: Iran menyatakan memiliki tuntutannya sendiri. Artinya, bukan Iran yang menutup pintu sepenuhnya — melainkan menolak kerangka AS sambil menawarkan kerangkanya sendiri sebagai alternatif. Jika AS bersedia memulai dari tuntutan Iran — bukan dari 15 poin yang Iran nilai maksimalis — maka jendela mediasi teknis masih bisa terbuka.

Yang mempersulit adalah geometri konflik itu sendiri. Israel terkejut atas pengajuan rencana gencatan senjata dan terus mendorong Trump melanjutkan perang. Iran tidak percaya AS setelah dua kali diserang selama perundingan aktif. Dan Trump — yang bersamaan menyatakan perang hampir menang sekaligus mengaku tidak ada yang bisa diajak bicara di Tehran — belum menemukan formula yang bisa mengakhiri konflik tanpa kehilangan muka di salah satu sisinya.

Dua hari lagi dunia akan tahu: apakah Iran menyampaikan tuntutannya secara formal melalui mediator, dan apakah Trump siap menerimanya sebagai basis perundingan — atau kembali ke ancaman menghancurkan infrastruktur listrik Iran.

"My message to the United States and Israel: it is high time to end the war — as human suffering deepens, civilian casualties mount, and the global economic impact is increasingly devastating. My message to Iran: stop attacking their neighbors that are not parties to the conflict." — Sekjen PBB Antonio Guterres, kepada wartawan, New York, 25 Maret 2026

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan file liputan Persadani, serta pembaruan terkini dari Al Jazeera, CNN, AP, OPB, Times of Israel (live blog, diperbarui 33 menit lalu), Xinhua, Euronews, Britannica, dan Wikipedia per Rabu–Kamis, 26 Maret 2026, pagi WIB. Kondisi sangat dinamis dan terus berkembang. Angka korban dan kondisi lapangan terus diperbarui oleh sumber-sumber resmi setempat.

Artikel Populer

Rahasia Psikologis Tradisi Halal Bihalal

Puasa Syawal: Membentuk Ketahanan Spiritual dan Mentalitas Ibadah Sepanjang Hayat

Idul Fitri Adalah Hari Harapan, Bukan Klaim Kemenangan

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya