Malam Yang Penuh Salam Hanya Masuk Ke Dalam Hati Yang Penuh Salam
Malam Yang Penuh Salam Hanya Masuk Ke Dalam Hati Yang Penuh Salam
Oleh:Abdullah Maduraعن عبادة بن الصامت رضي الله عنه قال: خرج النبى صلى الله عليه وسلم ليخبرنا بليلة القدر فتلاحى رجلان من المسلمين فقال : خرجت لأخبركم بليلة القدر فتلاحى فلان وفلان فرفعت عسى أن يكون خير لكم، فالتمسوها فى التاسعة والسابعة والخامسة . رواه البخارى
"Dari Ubadah bin Shamit RA berkata,"Nabi saw keluar (dari rumah) ingin memberitahu kami kapan waktu lailatul qadar. Kemudian ada dua orang muslim bertengkar, lalu beliau bersabda, "Aku keluar rumah ingin memberitahu kamu kapan waktu lailatul qadar lalu fulan dan fulan bertengkar akhirnya pengetahuan pasti tentang waktu lailatul qadar diangkat. Hal tersebut pasti baik bagi kalian. Maka carilah pada malam ke duapuluh sembilan, ke duapuluh tujuh, dan ke duapuluh lima."
Ilmu Dicabut Karena Pertengkaran
Betapa seriusnya hadits ini. Nabi saw sampai keluar rumah ingin memberitahu waktu pasti lailatul qadar. Karena ada dua sahabat yang bertengkar akhirnya pengetahuan pasti tentang waktunya diangkat. Fikih tarbiyah: Dosa sosial bisa menghilangkan keberkahan bersama.
Pertengkaran bisa mengakibatkan : hubungan menjadi rusak, cahaya ilmu hilang, hilang kekuatan, dan menjadi gentar.
"Dan taatilah Allah dan Rasul - Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang orang sabar." QS. Al - Anfal : 46
Ibnu Hajar berkata, "Di sini bukan berarti lailatul qadar hilang, tetapi pengetahuan pasti tentang waktu yang diangkat."
Tiga Pendidikan
Perspektif tarbiyah hadits di atas mengandungi tiga pendidikan :
1. Tarbiyah bahaya lisan dan sifat ego.
2. Tarbiyah ukhuwah dan barakah kolektif.
3. Tarbiyah kesungguhan yang menyeluruh.
Bahaya lisan
Hadits di atas mengisyaratkan bahwa lisan dan sifat ego telah merusak keberkahan dan cahaya ilmu diangkat. Dalam pendidikan rohani menunjukkan bahwa akhlak bukan sekedar tambahan, tetapi pondasi turunnya rahmat.
Ibnu Qoyyim Rahimahullah berkata, "Cahaya ilmu adalah cahaya dari Allah, cahaya itu tidak akan menetap di hati yang penuh permusuhan."
Imam Ghozali berkata, "Perselisihan karena ego penghalang turunnya cahaya spiritual."
Hati bersih, cahaya turun
Perspektif tazkiyah, lailatul qadar adalah malam turunnya malaikat dan ketetapan Allah.
"Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." QS. Al Qadar : 4
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, "Dosa itu mengeraskan hati. Hati yang keras sulit menerima nur." Karenanya, sebelum mencari lailatul qadar, harus membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan permusuhan.
Ukhuwah Dan Barakah Kolektif
Hadits di atas menunjukkan bahwa keberkahan itu kolektif. Dua orang bertengkar, akhirnya seluruh umat kehilangan kepastian tanggal. Artinya, dosa tidak selalu berdampak individu, tapi ia bisa berdampak sosial. Fikih tarbiyah: Menanamkan rasa tanggung jawab terhadap keharmonisan umat.
Kesungguhan Yang Menyeluruh
Hilangnya kepastian tanggal lailatul qadar dari satu sisi tidak disenangi, namun hakekatnya ada kebaikan yang besar di balik takdir itu. Yaitu mendidik kita agar konsisten spiritual jangka panjang.
"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu." QS. Al - Baqarah : 216
Hadits di atas ditutup dengan redaksi "Carilah pada malam ke duapuluh sembilan, duapuluh tujuh, dan duapuluh lima." Jadi, tetap ada petunjuk tapi tidak spesifik. Fikih tarbiyah nya adalah mendidik kita untuk tidak minimalis dalam ibadah.
Ingatlah bahwa ramadhan mendidik kita agar konsisten, karena kata takwa dalam ayat puasa bentuknya fi'il mudhari'. Faedahnya saat ini dan yang akan datang senantiasa istikamah dalam jalan ketakwaan. Jadi ramadhan adalah bulan mendidik konsistensi, bukan momentum sesaat.
Pelajaran Dari Hadits
1. Pertengkaran bisa menghilangkan barakah ilmu.
2. Akhlak mempengaruhi turunnya rahmat Allah.
3. Ukhuwah adalah kunci barakah kolektif.
4. Takdir Allah pasti baik.
5. Jangan sibuk mencari "malam yang penuh cahaya" tapi lupa bahwa cahaya tidak turun ke dalam hati yang gelap.
6. Mencari lailatul qadar harus disertai dengan membersihkan hati.
7. Sebelum mencari lailatul qadar damaikan dahulu hati.
Ingat, malam yang penuh salam hanya masuk ke dalam hati yang penuh salam.
Wallahu a'lam bish shawab