Hari Keenam Perang Iran–Israel–AS: 2.500 Serangan, Dimona Diancam, Azerbaijan Terdampak

Hari Keenam Perang Iran–Israel–AS: 2.500 Serangan, Dimona Diancam, Azerbaijan Terdampak

Jakarta, 6 Maret 2026 — Pagi — Perang terbuka antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel memasuki hari keenam dengan intensitas yang terus meningkat. Israel mengumumkan sedang memasuki "fase berikutnya" dari operasi militernya, dengan janji "kejutan" tambahan yang akan datang. Di sisi lain, Iran untuk pertama kalinya secara terbuka mengancam akan menyerang Dimona — reaktor nuklir Israel di Negev — jika eskalasi terus berlanjut. Ancaman itu, jika dieksekusi, akan mengubah sifat konflik ini secara fundamental.

Gelombang ke-11 ke Teheran: 2.500 Strike, Lebih dari 6.000 Munisi

IDF melaporkan telah melancarkan sekitar 2.500 serangan dengan lebih dari 6.000 munisi sejak operasi dimulai — sebuah angka yang menempatkan konflik ini sebagai salah satu kampanye pengeboman paling intensif dalam sejarah militer modern. Semalam, gelombang serangan ke-11 ke Teheran dilancarkan, menargetkan pusat komando IRGC yang tersisa, sistem rudal, dan infrastruktur militer di distrik timur dan utara ibu kota Iran.

Serangan kini menjangkau kota-kota yang sebelumnya belum tersentuh. Karaj, Sanandaj, Bandar Abbas, dan Bushehr semuanya dihantam. Pabrik-pabrik rudal di Malayer dan Khorramabad — yang menjadi tulang punggung produksi persenjataan Iran — dilaporkan menjadi sasaran prioritas. Laporan juga menyebutkan serangan menghantam sebuah sekolah di Parand, dekat Teheran, menambah panjang daftar korban sipil yang terus meningkat.

Angka korban di Iran kini berada di kisaran 1.000 hingga 1.230 jiwa — mayoritas akibat serangan udara. Kekosongan kepemimpinan pasca tewasnya Khamenei pada hari pertama terus membayangi kemampuan Iran untuk mengambil keputusan strategis secara terpadu.

Iran Ancam Dimona: Rudal Khorramshahr-4 Sasar Ben Gurion

Iran melancarkan gelombang baru rudal balistik dan drone ke Israel — kali ini menyasar Tel Aviv, Bandara Ben Gurion, dan pusat kota. Sirene berbunyi di seluruh wilayah Israel. Sejumlah laporan menyebutkan penggunaan rudal Khorramshahr-4 — varian dengan hulu ledak besar yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan berlapis.

Yang paling mengkhawatirkan: Iran secara terbuka mengancam akan menyerang Dimona, kompleks nuklir Israel di gurun Negev, jika eskalasi terus berlanjut. Dimona adalah jantung program nuklir Israel yang tidak pernah diakui secara resmi namun diyakini luas menyimpan senjata nuklir. Serangan ke situs ini — bahkan jika hanya menghancurkan infrastruktur konvensionalnya — berpotensi memicu respons yang melampaui semua eskalasi yang sudah terjadi.

Azerbaijan Terdampak, Turki dan Siprus Dipantau: Kawasan Semakin Terseret

Konflik kini secara nyata mulai menyentuh negara-negara di luar lingkar langsung pertempuran. Azerbaijan melaporkan bandaranya dihantam — entah oleh limpahan serangan Iran atau serangan yang disengaja, masih dalam penyelidikan. UEA mencegat 131 drone dalam satu sesi, sebuah angka yang menggambarkan betapa masifnya gelombang serangan Iran ke kawasan Teluk. Qatar, Bahrain, Kuwait, dan basis-basis AS di dalamnya terus mendapat tekanan.

Iran juga mengklaim menyerang tanker minyak AS di Teluk Persia — klaim yang belum dikonfirmasi secara independen namun menambah kekhawatiran atas keamanan jalur pelayaran energi global. Eropa mengirim aset angkatan laut ke Siprus menyusul insiden yang menyangkut fasilitas militer Inggris di RAF Akrotiri. Turki dipantau ketat sebagai tetangga Iran yang juga anggota NATO.

Hezbollah tetap aktif di front Lebanon — meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel dan mendapat balasan serangan udara Israel ke Beirut dan Lebanon selatan secara konsisten.

AS Menenggelamkan 20–30 Kapal Iran: Hegseth "America Is Winning"

CENTCOM mengkonfirmasi lebih dari 20 hingga 30 kapal Iran telah diserang atau ditenggelamkan sejak operasi dimulai — termasuk fregat IRIS Dena yang ditenggelamkan kapal selam AS di Samudra Hindia dekat Sri Lanka. Ratusan peluncur rudal balistik Iran dan sistem pertahanan udara diklaim telah dihancurkan.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan "America is winning" — namun dalam pernyataan yang sama mengakui bahwa perang bisa berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Trump dari Washington menyebut operasi berjalan "ahead of schedule" sambil mempertahankan proyeksi durasi empat hingga lima minggu. Potensi invasi darat AS mulai disebut-sebut secara lebih terbuka dalam diskusi di kalangan pejabat pertahanan — sesuatu yang sepekan lalu masih dianggap skenario ekstrem.

"Fase Berikutnya" Israel dan Pertanyaan yang Belum Terjawab

Pernyataan Israel bahwa mereka sedang memasuki "fase berikutnya" dengan "kejutan" yang akan datang adalah sinyal yang perlu dibaca serius. Setelah enam hari pengeboman masif, apa yang tersisa untuk "fase berikutnya"? Ada tiga skenario yang paling banyak dianalisis: serangan khusus terhadap kepemimpinan Iran yang tersisa dalam Dewan Sementara, serangan ke infrastruktur energi Iran yang selama ini relatif terhindar, atau — yang paling ekstrem — dimulainya operasi darat terbatas.

Sementara itu, ancaman Iran atas Dimona tetap menggantung. Iran tahu bahwa menyerang Dimona adalah langkah yang tidak bisa ditarik kembali — namun dengan kepemimpinan yang tidak stabil dan tekanan militer yang terus meningkat, kalkulasi rasional bisa terdistorsi oleh keputusasaan.

Hari keenam berakhir tanpa gencatan senjata, tanpa meja perundingan, dan dengan dua pernyataan yang paling menentukan minggu ini masih menggantung: "kejutan" dari Israel, dan ancaman "Dimona" dari Iran.

Laporan berdasarkan data Al Jazeera, BBC, Reuters, CNN, Sky News, dan pernyataan resmi militer AS hingga pagi 6 Maret 2026. Situasi sangat dinamis dan dapat berubah dalam hitungan jam.

Artikel Populer

Ulama Muslim Sedunia Tolak Kedua Pihak: Pernyataan Resmi Rabithah Ulama Muslimin soal Perang Iran–Israel

Update Perang Iran vs Israel: 2 Maret 2026

GEOPOLITIK SERANGAN AS–ISRAEL TERHADAP IRAN

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...