Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-15: AS Bom Pulau Kharg, Jantung Minyak Iran, Sayembara 10 Juta Dolar untuk Mojtaba Khamenei

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-15: AS Bom Pulau Kharg, Jantung Minyak Iran, Sayembara 10 Juta Dolar untuk Mojtaba Khamenei

Reportase | Sabtu, 14 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, Reuters, ABC News, RFE/RL, CBS News, Iran International, Wikipedia

Dua pekan lebih perang terbuka Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, dan eskalasi kini mencapai titik yang belum pernah tersentuh sebelumnya: Presiden Trump pada Jumat malam 13 Maret secara terbuka mengumumkan bahwa CENTCOM telah melancarkan "salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah" — menghantam seluruh target militer di Pulau Kharg, jantung ekspor minyak Iran yang memproses 90 persen seluruh ekspor minyak mentah negara itu. Bersamaan, Departemen Luar Negeri AS membuka sayembara senilai 10 juta dolar untuk informasi tentang keberadaan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Sementara pagi hari 14 Maret, ledakan-ledakan besar kembali mengguncang pusat kota Teheran. Di Lebanon, korban tewas mendekati 800 jiwa. Di Washington, enam awak pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS tewas dalam kecelakaan di Irak. Dunia menyaksikan perang yang kini menyentuh jantung ekonomi energi global.

"Moments ago, at my direction, the United States Central Command executed one of the most powerful bombing raids in the History of the Middle East, and totally obliterated every MILITARY target in Iran's crown jewel, Kharg Island. Our Weapons are the most powerful and sophisticated that the World has ever known but, for reasons of decency, I have chosen NOT to wipe out the Oil Infrastructure on the Island." — Presiden Donald Trump, Truth Social, 13 Maret 2026

Serangan Pulau Kharg: Mahkota Minyak Iran Dihantam

Pulau Kharg — terletak 24 kilometer dari pesisir Iran di Teluk Persia, sekitar 480 kilometer di utara Selat Hormuz — adalah "tulang punggung ekonomi Iran yang tak terbantahkan". Pulau seluas delapan kilometer persegi ini memproses sekitar 950 juta barel minyak setiap tahunnya, mencakup 90 persen total ekspor minyak mentah Iran. Selama dua pekan pertama perang, pulau ini sengaja dibiarkan tak tersentuh oleh AS dan Israel.

Pada Jumat malam 13 Maret, Trump mengumumkan di Truth Social bahwa CENTCOM baru saja melancarkan serangan dahsyat terhadap seluruh target militer di Kharg Island. Lebih dari 15 ledakan dilaporkan terjadi di pulau itu. Sasaran yang dikonfirmasi antara lain: pertahanan udara darat, Pangkalan Laut Joshen, menara kontrol bandar udara pulau, dan hanggar helikopter. Rekaman video yang diposting Trump di Truth Social — yang kemudian diverifikasi dan digeolokasi oleh CNN menggunakan citra satelit — menampilkan ledakan besar-besaran dan asap hitam pekat mengepul dari berbagai penjuru pulau.

Namun Iran membantah klaim Trump: juru bicara militer Iran menyatakan tidak ada infrastruktur minyak yang rusak — AS hanya menghantam fasilitas militer, bukan terminal minyak itu sendiri. Pernyataan ini selaras dengan klaim Trump sendiri bahwa ia "karena alasan kepatutan" memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu.

Trump kemudian menambahkan ancaman eksplisit: jika Iran atau siapapun mengganggu "perjalanan bebas dan aman kapal-kapal melalui Selat Hormuz", ia akan "segera mempertimbangkan kembali" keputusannya untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak Kharg.

Iran Balas: "Kami Akan Bakar Semua Aset Minyak AS di Kawasan Jadi Abu"

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya IRGC merespons serangan Kharg dengan peringatan yang tidak main-main: jika infrastruktur minyak dan energi Iran diserang, Iran akan "segera membalas" dengan menghancurkan seluruh fasilitas minyak dan energi kawasan yang terkait dengan AS atau perusahaan-perusahaan AS — dan menjadikannya "setumpuk abu."

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sehari sebelumnya juga memperingatkan bahwa Iran akan "meninggalkan semua batasan" jika ada agresi AS terhadap pulau-pulau Iran di Teluk Persia.

Seorang pejabat senior Iran secara terpisah mengungkapkan kepada CNN bahwa Tehran sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah kapal tanker melewati Selat Hormuz — dengan syarat muatan minyaknya diperdagangkan menggunakan yuan China, bukan dolar AS. Ini merupakan sinyal kebijakan yang sangat signifikan: Iran secara terbuka mencoba memanfaatkan krisis Hormuz untuk menggerus dominasi petrodolar global dan memperkuat sistem keuangan alternatif berbasis yuan.

Sayembara 10 Juta Dolar: Kepala Mojtaba Khamenei Dihargai

Dalam langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya terhadap seorang kepala negara yang masih berkuasa, Program Rewards for Justice Departemen Luar Negeri AS secara resmi menawarkan hadiah senilai 10 juta dolar bagi siapapun yang memberikan informasi mengenai Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei — beserta sejumlah pejabat senior lainnya. AS mencari informasi tentang 10 orang, termasuk Mojtaba Khamenei, Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi Ali Asghar Hejazi, dan Direktur Intelijen Iran Esmail Khatib.

Program ini menawarkan tidak hanya uang tunai, tetapi juga kemungkinan relokasi bagi para informan. Ini adalah escalasi retorika dan operasional yang sangat dramatis — menandakan bahwa AS tidak sekadar ingin menghancurkan militer Iran, tetapi secara aktif memburu kepemimpinannya.

Menteri Pertahanan Hegseth pada Jumat menyatakan Mojtaba Khamenei "terluka, kemungkinan rusak wajahnya", dan bersembunyi "di bawah tanah seperti tikus." Wakil Presiden JD Vance mengonfirmasi bahwa Mojtaba memang terluka, namun mengakui belum jelas apakah AS atau Israel yang bertanggung jawab atas luka tersebut. "Ini lingkungan yang sangat kacau di sana," kata Vance kepada wartawan.

Reli Quds Day di Teheran Diserang Saat Berlangsung

Pada Jumat 13 Maret — bertepatan dengan Hari Al-Quds, hari terakhir Jumat Ramadhan yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina — pemerintah Iran menggelar reli besar-besaran di Teheran yang dihadiri langsung oleh para pejabat tinggi, termasuk Kepala Keamanan Ali Larijani, Presiden Masoud Pezeshkian, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Di tengah reli berlangsung, ledakan-ledakan mengguncang wilayah sekitar lokasi — menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa lainnya. Dalam rekaman yang beredar, ledakan terdengar saat Kepala Kehakiman Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i sedang berpidato, dan kamera menangkap asap mengepul di latar belakang. Para pejabat yang hadir tidak meninggalkan panggung. Mohseni-Eje'i berseru: "Kami akan berdiri sampai napas terakhir, sampai menit terakhir."

Iran secara resmi menuduh Israel sebagai dalang serangan selama reli berlangsung dan bersumpah membalas dengan "pelajaran yang tak terlupakan."

Amunisi Cluster Iran: Kebakaran di Kota-Kota Israel

Militer Israel mengkonfirmasi bahwa Iran kini secara aktif menggunakan cluster munitions (amunisi tandan) dalam serangan ke Israel. Berbeda dengan rudal balistik yang sering berhasil dicegat oleh sistem intersepsi jarak jauh Israel, bomblets yang dihamburkan amunisi tandan menimbulkan tantangan yang jauh lebih sulit bagi sistem pertahanan udara Israel. Kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di sekitar Tel Aviv dan Israel tengah pada Jumat, termasuk di kota Shoham — bukan akibat puing intersepsi seperti yang pertama kali diklaim polisi Israel, melainkan akibat langsung amunisi tandan Iran, menurut klarifikasi beberapa pejabat Israel.

Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS Jatuh di Irak: Enam Awak Tewas

CENTCOM mengkonfirmasi bahwa seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar udara Angkatan Udara AS tewas ketika pesawat mereka jatuh di Irak barat pada Kamis. Insiden ini tidak disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan kawan — melainkan melibatkan tabrakan dengan tanker pengisian bahan bakar kedua. Seorang pejabat Angkatan Udara mengungkapkan kepada CNN bahwa pesawat tersebut tidak dilengkapi sistem ejeksi atau parasut untuk evakuasi awak di udara, sehingga tidak ada satu pun dari enam awak yang bisa menyelamatkan diri.

Dengan ini, total prajurit AS yang tewas sejak perang dimulai kini mencapai 11 orang — mencakup kematian akibat serangan Iran maupun insiden operasional.

2.200 Marinir AS Menuju Timur Tengah: USS Tripoli Dikerahkan

Pentagon mengonfirmasi pengiriman sebuah Marine Expeditionary Unit (MEU) berkekuatan sekitar 2.200 personel yang ditempatkan di tiga kapal amfibi AS menuju Timur Tengah. Kapal utamanya adalah USS Tripoli, sebuah kapal serbu amfibi. Pengiriman ini awalnya diperintahkan dari Okinawa, Jepang, untuk mendukung operasi militer yang sedang berjalan dan kemungkinan misi evakuasi. AS juga telah mengerahkan hampir 10.000 drone bertenaga AI yang dikenal sebagai Merops — dikembangkan oleh Perennial Autonomy, perusahaan pertahanan yang didukung mantan CEO Google Eric Schmidt — ke kawasan Timur Tengah.

Serangan Israel Hari Ke-14: Shiraz, Ahvaz, dan Peringatan Evakuasi Tabriz

Dalam 24 jam menjelang 13 Maret, IDF menyelesaikan beberapa gelombang serangan ke tiga kota besar Iran secara bersamaan. Di Shiraz, Israel menghantam fasilitas bawah tanah untuk produksi dan penyimpanan rudal balistik, serta pangkalan angkatan udara dan menara kontrol bandara setempat. Di Teheran, sasaran mencakup situs-situs pertahanan udara utama, fasilitas produksi senjata dan komponen rudal balistik, serta pos-pos pemeriksaan pasukan Basij. Di Ahvaz, markas Pasukan Darat IRGC dan markas keamanan internal dihantam.

Pada dini hari 14 Maret, militer Israel mengeluarkan "peringatan mendesak" kepada warga sipil di kawasan dekat Tabriz, kota besar di barat laut Iran, agar segera meninggalkan wilayah tersebut sebelum serangan yang akan segera dilakukan. "Dalam jam-jam mendatang, IDF akan beroperasi di wilayah ini, sebagaimana dilakukan dalam beberapa hari terakhir di seluruh Tehran, untuk menghantam infrastruktur militer rezim Iran," tulis militer Israel di akun X berbahasa Persia mereka.

Serangan Iran Meluas: Dubai, Kuwait, Saudi Arabia, dan Ledakan Kembali di Teheran

Iran terus menggempur kawasan dengan gelombang drone dan rudal. Beberapa insiden yang terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir:

Lokasi Insiden Terkonfirmasi
Dubai, UEA Drone Iran menghantam menara Creek Harbour dan beberapa hotel; Bandara Internasional Dubai sempat terganggu; ledakan di al-Badaa, serpihan jatuh di Sheikh Zayed Road
Kuwait Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran beberapa drone, hanya kerusakan material dilaporkan; dua petugas pemadam kebakaran tewas saat bertugas
Arab Saudi Dua drone menuju ladang minyak Shaybah di tenggara dicegat; satu drone lagi dicegat di kawasan gedung kedutaan asing; Ras Tanura sempat mengalami serangan
Bahrain 114 rudal dan 190 drone Iran telah dicegat sejak perang dimulai; warga diperingatkan menuju tempat aman
Irak Serangan terhadap AS di Erbil; seorang chief warrant officer Prancis tewas, beberapa tentara Prancis lainnya terluka; AS memperbarui peringatan Level 4 untuk Irak
Yordania 119 rudal dan drone Iran telah ditargetkan; 14 orang cedera
Teheran Ledakan besar kembali terdengar di pusat kota pada dini hari 14 Maret; sasaran termasuk Space Research Center Iran di barat Teheran

Korban Jiwa Terkini: Lebih dari 2.300 Tewas di Seluruh Kawasan

Berdasarkan data kumulatif dari berbagai sumber resmi dan lembaga independen per pagi 14 Maret 2026:

  • Iran: Kementerian Kesehatan Iran menyatakan 1.444 orang tewas dan 18.551 terluka sejak 28 Februari — dengan korban berusia antara 8 bulan hingga 88 tahun. Lembaga independen Human Rights Activists News Agency (HRANA) memperkirakan angka sebenarnya jauh lebih tinggi, mencapai minimal 1.858 korban tewas termasuk warga sipil dan militer.
  • Lebanon: Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 773 korban tewas sejak Israel memperluas serangannya pada 2 Maret. Di antaranya 12 tenaga medis — dokter, perawat, dan paramedis — yang tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah pusat layanan kesehatan di Borj Qalaouiye. Markas batalyon penjaga perdamaian Nepal di bawah UNIFIL di Meiss el-Jabal juga terkena tembakan artileri Israel.
  • Amerika Serikat: 11 prajurit tewas — delapan akibat serangan Iran, tiga akibat insiden operasional termasuk kecelakaan pesawat di Irak.
  • Negara Teluk: 19 orang tewas di berbagai negara Teluk.
  • Israel: 15 warga sipil tewas; 124 lainnya terluka dalam satu gelombang serangan malam.

Hari Al-Quds di Tengah Perang: Ramadhan yang Berdarah

Jumat 13 Maret 2026 adalah hari terakhir Jumat di bulan Ramadhan — yang secara tradisional diperingati sebagai Hari Al-Quds Internasional. Di Teheran, reli berlangsung meski serangan terus berlanjut. Di Kuala Lumpur, massa berdemonstrasi menuju Kedutaan AS. Di Tehran sendiri, rentetan ledakan mengiringi prosesi hari besar tersebut.

Hamas — dalam pernyataan pada 14 Maret — menegaskan dukungannya terhadap hak Iran membela diri, namun secara eksplisit meminta Iran agar tidak menyerang negara-negara tetangga. Sebuah sinyal bahwa bahkan sekutu terdekat Iran pun mulai risau dengan dampak regional serangan IRGC yang tidak terbatas.

Sementara itu, Pangeran Reza Pahlavi — figur paling menonjol dari oposisi Iran di luar negeri — justru meminta rakyat Iran di dalam negeri untuk belum turun ke jalan. Ia memperingatkan agar menunggu hingga kondisi lebih kondusif. "Saya pikir pada akhir kampanye ini, tentu kesempatan itu akan tercipta dengan sendirinya, dan itu akan menjadi waktu yang lebih aman bagi rakyat untuk kembali ke jalanan," kata Pahlavi kepada New Nation. Ia juga menyebut adanya indikasi beberapa pejabat dan personel militer Iran mulai menolak perintah atau tidak melapor untuk bertugas.

Analisis: Eskalasi Menuju Perang Ekonomi Total

Serangan ke Pulau Kharg mengubah sifat perang ini secara fundamental. Selama dua pekan pertama, AS dan Israel membatasi diri pada target militer, nuklir, kepemimpinan, dan infrastruktur pertahanan Iran. Dengan menyentuh Kharg — bahkan hanya fasilitas militernya saja — AS mengirimkan pesan yang tidak bisa disalahpahami: seluruh ekonomi Iran kini berada dalam jangkauan ancaman.

Mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS Mark Kimmitt menyatakan kepada CNN bahwa dengan serangan Kharg, AS kini "memegang pulau itu sebagai sandera" untuk memastikan Iran membuka Hormuz. "Ini telah bergerak dari sekadar 'hancurkan militer, hancurkan rezim' — kita kini mencoba menghancurkan penopang hidup ekonomi negara ini," katanya, memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa mengirim harga minyak "di luar kendali."

International Maritime Organization (IMO) akan menggelar "sesi luar biasa" pekan depan untuk membahas ancaman terhadap perkapalan di Timur Tengah dan khususnya Selat Hormuz. Namun tidak ada solusi diplomatik yang tampak di cakrawala — sementara Trump sudah mengancam akan mempertimbangkan penghancuran infrastruktur minyak Kharg jika Iran tidak membuka selat, dan Iran sudah mengancam akan membakar seluruh aset minyak AS di kawasan jika infrastruktur energinya diserang.

"Kharg Island adalah jantung ekonomi Iran. Menyentuhnya — bahkan hanya fasilitas militernya — berarti mengirimkan ultimatum ekonomi kepada seluruh bangsa Iran. Dan Iran sudah menjawab: satu serangan terhadap minyak kami, seluruh minyak kawasan yang terkait AS akan kami hancurkan." — Analisis Al Jazeera, 14 Maret 2026

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan pembaruan terkini dari Al Jazeera Live Blog, CNN Live Updates, ABC News, RFE/RL, CBS News, Reuters, Iran International, dan Wikipedia per Sabtu, 14 Maret 2026, pagi hingga siang WIB. Angka korban dan kondisi di lapangan bersifat dinamis dan terus diperbarui oleh sumber-sumber resmi setempat.

Artikel Populer

Malam Yang Penuh Salam Hanya Masuk Ke Dalam Hati Yang Penuh Salam

Ledakan di Kedutaan Besar AS di Oslo

Trilogi Penghujung Ramadhan

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya