Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-18: Israel Invasi Darat Lebanon, Trump Ragukan Mojtaba Masih Hidup, Selat Hormuz Lumpuh Total — 1.000 Kapal Menumpuk di Pintu Masuk
Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-18: Israel Invasi Darat Lebanon, Trump Ragukan Mojtaba Masih Hidup, Selat Hormuz Lumpuh Total — 1.000 Kapal Menumpuk di Pintu Masuk
Reportase | Selasa, 17 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, Reuters, NBC News, ABC News, Euronews, Newsweek, Wikipedia
Perang memasuki hari ke-18 dengan dua eskalasi besar yang mengubah peta konflik secara fundamental. Pertama: Israel secara resmi mengumumkan operasi darat terbatas di Lebanon selatan — ground operation pertama sejak perang terbuka dimulai — sementara Hizbullah telah meluncurkan lebih dari 1.000 roket dan drone ke Israel sejak 2 Maret. Kedua: Trump secara terbuka menyatakan tidak tahu apakah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi baru Iran, masih hidup — sebuah pengakuan mengejutkan yang menimbulkan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya yang mengendalikan Iran saat ini. Di Selat Hormuz, sekitar 1.000 kapal kini menumpuk tak bergerak di pintu masuk selat, termasuk 200 tanker minyak, sementara jalur tersibuk di dunia itu tinggal sunyi. Iran mempertegas: selat hanya tertutup untuk musuh — "dari perspektif kami, selat terbuka." Sementara minyak dunia dan darah terus mengalir di kawasan yang tak kunjung menemukan jalan damai.
"They have no leadership; the leadership is gone." — Presiden Donald Trump, Gedung Putih, Senin 16 Maret 2026, saat ditanya soal kondisi Mojtaba Khamenei (CNN / Euronews)
Israel Invasi Darat Lebanon Selatan: Limited and Targeted Ground Operation
Pada Senin 16 Maret, IDF secara resmi mengumumkan dimulainya "operasi darat terbatas dan bertarget" di Lebanon selatan — langkah paling signifikan dalam eskalasi konflik Lebanon sejak Hizbullah bergabung dalam perang pada 2 Maret. IDF menyebut operasi ini sebagai bagian dari "upaya pertahanan yang lebih luas untuk membangun dan memperkuat postur pertahanan ke depan, termasuk penghancuran infrastruktur teroris dan eliminasi teroris yang beroperasi di kawasan tersebut."
Juru bicara IDF Letnan Kolonel Nadav Shoshani menyatakan bahwa pasukan Israel kini beroperasi di area-area baru yang lebih jauh ke dalam Lebanon selatan dibandingkan pekan lalu. Sepekan sebelumnya, IDF sudah menguasai lima "hardened positions" di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon. Kementerian Pertahanan Israel menegaskan: warga Syiah di Lebanon selatan yang telah dievakuasi tidak boleh kembali ke rumah mereka di selatan Sungai Litani hingga keselamatan warga Israel utara terjamin.
Lima negara Barat — Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris — mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan agar operasi darat besar-besaran Israel di Lebanon "dihindari." Para pemimpin negara tersebut menyatakan "sangat prihatin dengan eskalasi kekerasan di Lebanon" dan memperingatkan bahwa operasi darat berskala besar "akan membawa konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan dapat memicu konflik berkepanjangan."
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan Lebanon "tidak menginginkan perang ini" dan bekerja siang malam untuk menghentikannya. Ia menyatakan Lebanon tidak bisa menerima menjadi arena perang pihak lain, dan menyerukan dukungan untuk ratusan ribu warganya yang terpaksa mengungsi.
Trump: "Saya Tidak Tahu Apakah Mojtaba Hidup atau Mati"
Dalam salah satu pernyataan paling mengejutkan sejak perang dimulai, Trump pada Senin sore 16 Maret menyatakan kepada para wartawan bahwa ia tidak mengetahui apakah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup atau sudah meninggal. "Mereka tidak punya kepemimpinan; kepemimpinannya sudah pergi," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa ketidakjelasan kondisi Mojtaba menyulitkan AS untuk mengetahui dengan siapa mereka bisa bernegosiasi di Tehran.
Ini merupakan pertama kalinya seorang presiden AS secara publik mempertanyakan apakah kepala negara lawan masih hidup di tengah perang yang sedang berlangsung. Pernyataan Trump sejalan dengan klaim Hegseth sebelumnya bahwa Mojtaba "terluka dan kemungkinan rusak wajahnya." Sejak dinobatkan pada 8 Maret, Mojtaba tidak pernah muncul secara fisik di depan publik — hanya mengeluarkan satu pernyataan tertulis yang dibacakan seorang penyiar pada 12 Maret.
Juru bicara IRGC, Brigjen Ali Mohammad Naini, dalam respons terhadap klaim AS bahwa kemampuan militer Iran sudah hampir habis, menyatakan bahwa sebagian besar persenjataan IRGC masih utuh — dan bahwa rudal-rudal yang digunakan selama ini berasal dari "produksi satu dekade lalu." Iran, menurut Naini, belum menggunakan rudal-rudal yang diproduksi pasca-perang 12 hari Juni 2025.
Hormuz: 1.000 Kapal Menumpuk, Araghchi — "Selat Terbuka untuk Non-Musuh"
Gambaran paling dramatis dari perang ini pada hari ke-18 adalah Selat Hormuz. Seorang jurnalis AP yang meliput langsung di kawasan melaporkan kepada Al Jazeera bahwa sekitar 1.000 kapal kini berlabuh di sekitar pintu masuk Selat Hormuz — termasuk sekitar 200 tanker minyak — menunggu tanpa bisa bergerak, sementara jalur tersibuk untuk perdagangan minyak global itu praktis lumpuh. Selat yang biasanya dilalui 20 persen minyak global dan sekitar 20 juta barel per hari kini hampir kosong selama lebih dari sembilan hari berturut-turut.
Namun Menlu Iran Abbas Araghchi dalam konferensi pers di Tehran pada Senin memberikan klarifikasi penting tentang kebijakan Iran: "Dari perspektif kami, selat itu terbuka. Selat itu hanya tertutup untuk musuh kami, bagi mereka yang melakukan agresi tidak adil terhadap negara kami, dan bagi sekutu mereka." Ia menegaskan Iran tidak memiliki keberatan terhadap kapal dari negara-negara yang tidak berpihak kepada AS dan Israel.
Bukti nyata kebijakan ini muncul ketika tanker Aframax Karachi — membawa minyak mentah Das dari Abu Dhabi — menjadi kapal non-Iran pertama yang melintas Selat Hormuz dengan sinyal AIS aktif, menurut laporan Marine Traffic. Ini mengkonfirmasi bahwa Iran sedang menerapkan selective passage: memblokir kapal-kapal Barat dan sekutu AS sambil memperbolehkan kapal dari negara-negara lain melintas — sebuah strategi yang memecah solidaritas internasional yang Trump butuhkan untuk membentuk koalisi pengawal maritim.
Sekitar 1.000 kapal tanker Iran sendiri justru dilaporkan sedang mengekspor lebih banyak minyak dari biasanya — memperkuat posisi keuangan Iran dalam jangka pendek bahkan di tengah blokade.
Trump Tunda Kunjungan ke China, Koalisi Hormuz Masih Tanpa Komitmen Nyata
Trump mengonfirmasi telah meminta China untuk menunda pertemuan puncaknya dengan Presiden Xi Jinping — yang awalnya dijadwalkan akhir Maret 2026 — selama "sebulan atau lebih" karena kebutuhan untuk tetap berada di AS di tengah perang. Ia menyatakan ingin terlebih dahulu mengetahui apakah China akan membantu membuka kembali Hormuz sebelum pertemuan berlangsung.
Namun respons internasional terhadap seruan Trump untuk membentuk koalisi kapal perang pengawal Hormuz tetap dingin:
| Negara | Posisi Terkini |
|---|---|
| Tiongkok | Serukan penghentian permusuhan segera; belum konfirmasi kirim kapal perang; China kecam serangan terhadap kapal komersial |
| Inggris | PM Starmer: misi buka Hormuz tidak akan jadi misi NATO; sedang bekerja dengan sekutu tanpa detail lebih lanjut |
| Jerman | Kanselir Merz: perang Iran "tidak ada hubungannya dengan NATO" dan "bukan perang NATO"; EU menolak perluas operasi angkatan laut di kawasan |
| Australia & Jepang | Keduanya menyatakan tidak berencana mengirim kapal perang ke Hormuz |
| Prancis | Presiden Macron berbicara dengan Pezeshkian; Iran katakan belum siap negosiasi; Prancis terus serukan gencatan senjata |
Gedung Putih menyatakan Trump mendapat "beberapa respons positif" dari berbagai negara — namun Trump sendiri mengakui beberapa negara "tidak antusias" untuk terlibat. Belakangan Trump mengklaim "berbagai negara sudah dalam perjalanan" menuju Hormuz, tanpa menyebut nama satu pun.
Kebakaran di Dubai, Abu Dhabi, Fujairah: Kawasan Teluk Terus Membara
Senin dini hari 16 Maret menjadi hari paling intens serangan Iran terhadap kawasan Teluk sejak perang dimulai. Beberapa insiden yang terkonfirmasi:
- Dubai: Sebuah drone Iran memicu kebakaran tangki bahan bakar dekat Bandara Internasional Dubai — bandara tersibuk di dunia. Penerbangan sempat ditangguhkan selama beberapa jam sebelum jadwal terbatas dilanjutkan. Api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa dilaporkan.
- Fujairah, UEA: Sebuah drone menghantam zona industri minyak Fujairah, memicu kebakaran besar di fasilitas tersebut. Pihak berwenang menyatakan tidak ada korban jiwa.
- Abu Dhabi: Sebuah rudal menghantam sebuah kendaraan sipil di kawasan al-Bahyah, menewaskan satu orang warga Palestina. Ini menaikkan total korban tewas di UEA menjadi tujuh orang sejak perang dimulai.
- Arab Saudi: 37 drone dicegat di wilayah timur pada Senin — termasuk drone yang menuju ladang minyak Shaybah di tenggara.
- Qatar: Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam Iran atas penargetan kawasan sipil dan menyerukan de-eskalasi — meski Qatar secara formal tidak ikut serta dalam koalisi AS–Israel.
- Irak: Serangan udara menghantam markas PMF pro-Iran di kawasan Jurf al-Sakhar dekat Babel; dua orang tewas.
Data Militer dan Korban Jiwa per Hari Ke-18
| Pihak / Wilayah | Tewas | Catatan Terbaru |
|---|---|---|
| Iran (warga sipil) | 1.444+ (resmi) | 18.551+ terluka; 700 missile & 3.600 drone Iran sudah diluncurkan ke sasaran AS–Israel; 29 provinsi dari 31 terdampak (ACLED: hampir 2.000 insiden) |
| Militer Iran | 4.400+ (Hengaw) | IDF: 2/3 peluncur rudal balistik Iran dinetralisir; 80% sistem pertahanan udara Iran dihancurkan; 65+ kapal perang Iran ditenggelamkan |
| Lebanon | 850+ | 105 anak-anak; 66 perempuan; operasi darat terbatas Israel resmi dimulai di Lebanon selatan; hampir 1 juta warga mengungsi |
| Israel | 15+ | 4 cedera serangan Senin; Hizbullah tembakkan 1.000 roket & drone ke Israel sejak 2 Maret; IDF luncurkan 7.600 serangan udara ke Iran + 1.100 di Lebanon |
| AS (prajurit) | 14 | 13 akibat serangan Iran; 1 insiden kesehatan di Kuwait; 17 lokasi AS di Timur Tengah dilaporkan rusak akibat serangan Iran (NYT) |
| Negara Teluk | 27+ | UEA: 7 tewas; Kuwait: 2 pemadam kebakaran gugur; Saudi: 2 tewas; Yordania: 28 cedera; Qatar: 16 cedera |
| Total tewas kawasan | 2.300+ | Tersebar di Iran, Lebanon, Israel, negara-negara Teluk, dan Irak; pengungsi total kawasan melebihi 5 juta jiwa |
Diplomasi: Macron–Pezeshkian, Iran Belum Siap Bernegosiasi
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara langsung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin — dan menyatakan Iran "belum siap untuk pembicaraan guna mengakhiri perang." Ia menegaskan adanya kebutuhan jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap Iran sebelum pembicaraan apa pun bisa dimulai. Ini merupakan kontak diplomatik langsung pertama antara kepala pemerintahan Iran dan pemimpin negara Barat sejak perang dimulai.
Araghchi, sementara itu, menyatakan Iran "terbuka untuk mengadakan diskusi dengan negara-negara yang ingin mengakses selat dengan aman" — sebuah sinyal bahwa Iran membedakan antara negosiasi gencatan senjata (yang ditolak) dengan pembahasan teknis akses Hormuz (yang mungkin terbuka). Duta Besar Iran untuk PBB terus mengajukan protes diplomatik soal serangan ke fasilitas kesehatan, sekolah, dan situs budaya bersejarah.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengirimkan memo ke seluruh pos diplomatiknya di dunia, menginstruksikan para diplomat AS untuk mendesak negara-negara tuan rumah masing-masing agar segera mendesignasi IRGC dan Hizbullah sebagai organisasi teroris — sebuah tekanan diplomatik yang juga ditujukan untuk mengisolasi Iran secara internasional.
Analisis: Jebakan Tiga Pihak yang Mengunci Jalan Keluar
Pada hari ke-18, tiga pihak utama tampak terjebak dalam logika eskalasi yang saling mengunci satu sama lain:
Trump menginginkan kemenangan cepat dan terukur yang bisa ia klaim kepada pemilih AS yang sudah merasakan kenaikan harga bensin 23 persen. Namun IDF menyatakan butuh tiga pekan lagi — dan Iran mengklaim belum menggunakan senjata terbaiknya. Kemenangan cepat tak tersedia.
Iran, di bawah IRGC yang efektif mengendalikan keputusan militer, menolak gencatan senjata karena meyakini Hormuz adalah satu-satunya kartu pemenang yang tersisa. Melepas Hormuz tanpa jaminan konkret berarti menyerahkan satu-satunya daya tekan yang mereka miliki.
Israel menginginkan penghancuran total ancaman Iran secara permanen — namun bahkan setelah 7.600 serangan udara ke Iran dan 1.100 ke Lebanon, Hizbullah masih menembakkan 1.000 roket dan drone, dan Lebanon kini menghadapi invasi darat yang pemimpin-pemimpinnya dari Lima Besar pun memperingatkan akan menjadi bencana kemanusiaan baru.
Di persimpangan tiga jalan buntu inilah dunia menunggu hari ke-19.
"From our perspective, the strait is open. It is only closed to our enemies, to those who carried out unjust aggression against our country and to their allies." — Menlu Iran Abbas Araghchi, konferensi pers Tehran, 16 Maret 2026 (Euronews / Al Jazeera)
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan pembaruan terkini dari Al Jazeera Live Blog, CNN, Reuters, NBC News, ABC News, Euronews, Newsweek, ACLED, dan Wikipedia per Selasa, 17 Maret 2026. Angka korban dan kondisi lapangan bersifat dinamis dan terus diperbarui oleh sumber-sumber resmi setempat.