Menghindari Sikap Berlebihan Dalam Beragama
Menghindari Sikap Berlebihan Dalam Beragama Oleh: Abdullah Madura Seorang kawan pernah bercerita kepada saya dengan nada bangga: ia selalu berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. "Biar aman," katanya. "Biar tidak kelewatan kalau ternyata hilal sudah kelihatan." Niatnya baik. Semangat beragamanya tidak perlu diragukan. Tapi Nabi ﷺ justru melarangnya. Dan di sinilah letak pelajaran yang sering kita abaikan: niat yang baik saja tidak cukup. Ibadah punya jalurnya sendiri. Syariat punya batas-batasnya yang harus dihormati — bukan karena Allah ingin mempersulit, melainkan karena batas itulah yang menjaga kita tetap waras, tenang, dan tidak terjebak dalam kecemasan yang tidak perlu. لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ "Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang biasa berpuasa (sunnah), maka silakan ia berpuasa....