Menyambut 1447 H dan 2026 M dengan Hati yang Bersih, Jiwa yang Bangkit
Menyambut 1447 H dan 2026 M dengan Hati yang Bersih, Jiwa yang Bangkit
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tahun baru telah tiba—bukan hanya dalam kalender Masehi, tetapi juga dalam perjalanan hijriah kita yang terus berdetak mengikuti irama takdir Ilahi. Di awal 2026 ini, langit seolah mengajak kita untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, lalu melangkah ke depan dengan niat yang lebih lurus dan hati yang lebih ringan.
Renungan di Persimpangan Waktu
Waktu adalah amanah. Setiap detik yang berlalu tak pernah kembali. Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang banyak orang tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhari)
Begitu mudah kita menyia-nyiakan waktu dalam kebiasaan yang tak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Namun, tahun baru adalah pintu ampunan, kesempatan emas untuk taubatan nashuha (تَوْبَةً نَصُوحًا): penyesalan yang tulus, komitmen yang kuat, dan kembalinya jiwa kepada Sang Pencipta.
Sabar Bukan Sekadar Menahan, Tapi Menanam
Dalam bahasa Arab, sabr (صَبْرٌ) bukan berarti pasif. Ia berasal dari akar kata yang berarti “mengikat erat”. Sabar adalah ikatan kuat antara iman dan tindakan. Di tahun yang baru ini, mari kita jadikan sabar sebagai ladang: tempat kita menanam doa, usaha, dan keikhlasan—meski hujan ujian mengguyur.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya, orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Bayangkan: pahala tanpa batas! Bukan karena kita kuat, tapi karena Allah Maha Menghargai setiap tetes keringat yang jatuh dalam rangka menahan amarah, mengekang nafsu, atau tetap tersenyum meski hati terluka.
Hapus Noda, Bangun Akhlak
Resolusi terbaik bukan hanya soal tubuh yang lebih sehat atau rekening yang lebih gemuk—tapi akhlak (أَخْلَاق) yang lebih mulia. Nabi Muhammad ﷺ diutus bukan untuk menambah jumlah ritual, tapi untuk menyempurnakan akhlak.
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah aku lebih lembut kepada orang tua tahun ini?
- Apakah aku lebih adil, bahkan kepada yang tak kusukai?
- Apakah lidahku menjaga kehormatan saudaraku, atau justru mengoyaknya?
Ingat: Iman (إِيمَان) yang benar selalu terlihat dalam perilaku. Sebagaimana kata Umar bin Khattab رضي الله عنه, “Jangan lihat seberapa banyak shalatmu, tapi lihat bagaimana akhlakmu.”
Langkah Kecil, Niat Besar
Kita tak perlu menunggu momen dramatis untuk berubah. Cukup mulai hari ini:
- Bangun 10 menit lebih awal untuk beristighfar (اِسْتِغْفَار).
- Sisihkan sedekah, sekecil apa pun, sebelum sempat dihitung oleh nafsu.
- Hentikan satu kebiasaan buruk—sekecil menggunjing atau menunda-nunda.
- Baca satu ayat Al-Qur’an dengan tadabbur (تَدَبُّر), bukan sekadar lisan.
Langkah-langkah kecil ini, jika dilandasi niat ikhlas, akan menjadi tangga menuju derajat yang tinggi di sisi Allah.
Penutup: Tahun Baru, Jiwa Baru
Semoga 2026 menjadi tahun di mana iman kita tak hanya bertahan, tapi tumbuh; di mana sabar kita tak hanya menahan, tapi melahirkan cahaya; dan di mana akhlak kita menjadi bukti nyata bahwa kita benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Marilah kita tutup lembar lama dengan istighfar, dan buka lembar baru dengan bismillah (بِسْمِ اللَّهِ).
Barakallahu lana wa fīnā, wa ja‘alanā min al-mufliḥīn fī kulli ‘ām.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.