Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Pertanyaan Refleksi Mendalam: Ramadhan dan Diri Sendiri

Pertanyaan Refleksi Mendalam: Ramadhan dan Diri Sendiri Pertanyaan-pertanyaan untuk menggugah hati, mengoreksi diri, dan mempersiapkan transformasi spiritual I. Refleksi tentang Ramadhan yang Telah Lewat Tentang Kesungguhan Jika saya harus menilai Ramadhan tahun lalu dengan skala 1-10, berapa nilainya? Dan apa yang membuat saya memberi nilai tersebut? Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk media sosial, menonton drama, atau scrolling dibandingkan dengan waktu untuk membaca Al-Qur'an di Ramadhan yang lalu? Apakah saya pernah menangis karena merindukan ampunan Allah di Ramadhan yang lalu? Atau air mata saya lebih sering keluar karena drama di layar kaca? Ketika bangun sahur, apakah saya langsung salat tahajjud, atau langsung tidur lagi setelah makan? Di hari-hari terakhir Ramadhan, apakah saya semakin semangat atau justru semakin lelah dan menunggu Idul Fitri? Tentang Perubahan (atau Ketiadaannya) Apa perubahan nyata dalam diri saya setelah Ramadhan tahun lal...

Framework Kepemimpinan Muslim (seri 3)

III. SYARAT DAN KUALIFIKASI PEMIMPIN MENURUT ULAMA SALAF A. Pandangan Al-Māwardī (Al-Ahkam al-Sultaniyyah) 1. Tujuh Syarat Utama Imam Imam Al-Māwardī (974-1058 M), seorang ulama besar mazhab Syafi'i yang hidup pada masa Daulah Abbasiyah, adalah salah satu tokoh paling penting dalam tradisi fikih siyasah (hukum tata negara Islam). Karya monumentalnya, الْأَحْكَامُ السُّلْطَانِيَّةُ ( Al-Aḥkām as-Sulṭāniyyah , Hukum-hukum Pemerintahan), hingga kini masih menjadi rujukan utama dalam memahami konsep kepemimpinan politik Islam. Dalam karya tersebut, Al-Māwardī merumuskan secara sistematis dan komprehensif tentang berbagai aspek kepemimpinan Islam, mulai dari hakikat khilafah, syarat-syarat imam, mekanisme pengangkatan, wewenang dan kewajiban, hingga problematika kepemimpinan yang menyimpang. Salah satu kontribusi paling penting Al-Māwardī adalah perumusan tujuh syarat yang harus dipenuhi oleh seorang imam atau khalifah. Ketujuh syarat ini bukan sekadar daftar kriteria yang di...

Framework Kepemimpinan Muslim (seri 2)

II. LANDASAN TEOLOGIS KEPEMIMPINAN ISLAM A. Konsep Khilafah dan Imamah 1. Definisi dan Dasar Al-Qur'an Kepemimpinan dalam Islam memiliki dimensi teologis yang sangat mendalam, jauh melampaui sekadar struktur kekuasaan politik atau manajemen organisasi. Dua konsep fundamental yang menjadi basis teologis kepemimpinan Islam adalah الْخِلَافَةُ ( al-khilāfah , perwakilan atau penggantian) dan الْإِمَامَةُ ( al-imāmah , kepemimpinan atau keimaman). Kedua konsep ini, meskipun memiliki nuansa makna yang sedikit berbeda, sama-sama menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Islam bukanlah hak prerogatif manusia untuk berkuasa sesuka hati, melainkan amanah suci yang diberikan Allah kepada manusia dengan konsekuensi pertanggungjawaban yang berat. Konsep khilafah pertama kali diperkenalkan Allah dalam Al-Qur'an ketika Ia memberitahukan kepada para malaikat tentang rencana-Nya menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 30: وَإِذْ قَا...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip