Postingan

Bisikan Hati yang Tak Boleh Dibungkam

Antara Diam dan Iman: Saat Netralitas Jadi Pengkhianatan Pernahkah kamu melihat temanmu diejek beramai-ramai, lalu memilih diam karena takut ikut jadi sasaran? Atau menyaksikan kabar bohong menyebar di grup WhatsApp, tapi engkau hanya menggulung layar dan pura-pura tak tahu? Di dalam hati kecilmu mungkin bergumam: “Aku tidak memihak siapa-siapa. Aku netral.” Tapi benarkah demikian? Ketika Diam Menjadi Pilihan Banyak dari kita memilih diam bukan karena tidak peduli, tapi karena merasa tak berdaya. “Apa gunanya aku bicara? Toh, tidak akan didengar.” Atau, “Nanti malah ribut, lebih baik diam saja.” Para peneliti pernah menemukan fenomena menarik: semakin banyak orang yang menyaksikan suatu kejadian buruk, semakin kecil kemungkinan seseorang mengambil tindakan. Ini disebut efek penonton . Setiap orang menunggu orang lain bertindak—dan akhirnya, tak seorang pun maju. Di kelas, di media sosial, bahkan di lingkungan sekitar, diam sering kali lahir dari rasa takut, lelah, atau kebin...

Psikologi Syukur: Antara Tahadduts binni'mah dan Narsisme Digital

Menceritakan Nikmat: Antara Tahadduts binni'mah, Pamer, dan Kesombongan Perspektif Psikologi Akademis dan Keislaman Pendahuluan: Fenomena Kontemporer dalam Lensa Psikologi Sosial Fenomena menampilkan berbagai kenikmatan yang diperoleh—seperti harta, pencapaian, atau pengalaman tertentu—melalui media sosial semakin marak terjadi dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Praktik ini kerap memunculkan beragam respons. Sebagian pihak memandangnya sebagai bentuk pamer (riya) dan kesombongan, sementara sebagian lainnya menilai hal tersebut sebagai manifestasi tahadduts bin ni'mah, yaitu menceritakan nikmat yang justru dianjurkan dalam ajaran Islam. Dari perspektif psikologi sosial, fenomena ini dapat dipahami melalui konsep self-presentation (presentasi diri) yang dikemukakan oleh Erving Goffman (1959). Menurut teori ini, individu secara natural berusaha mengelola kesan yang ditampilkan kepada orang lain. Media sosial menjadi panggung modern ( digital stage ) di mana individ...

Istiqamah: Ketahanan Spiritual dalam Perjalanan Panjang

Istiqamah: Ketahanan Spiritual dalam Perjalanan Panjang Seri 3 dari 3: Dari Diam ke Kesadaran Pengantar: Dari Aksi Menuju Transformasi Berkelanjutan Dalam dua seri sebelumnya, kita telah membangun fondasi pemahaman yang komprehensif: mengapa diam bukanlah netral, mekanisme psikologis pembiaran, konsekuensi sosial dari kebisuan kolektif, dan strategi praktis untuk bertindak. Namun, pengetahuan dan strategi saja tidak cukup. Tantangan terbesar dalam keterlibatan sipil dan aktivisme moral bukanlah memulai, tetapi mempertahankan konsistensi dalam jangka panjang . Bagaimana kita bisa tetap berkomitmen pada prinsip ketika menghadapi kelelahan, kekecewaan, atau tekanan sosial? Bagaimana kita menghindari burnout tanpa menjadi sinis atau apatis? Seri ketiga dan terakhir ini akan mengeksplorasi dimensi istiqamah ( الاستقامة - konsistensi, keteguhan) dalam perjalanan menolak pembiaran. Kita akan melihat bagaimana spiritualitas Islam menawarkan sumber daya unik untuk ketahanan jan...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...