Singa dan Kucing: Ketika Metafora Membentuk Cara Kita Membaca JI
Singa dan Kucing: Ketika Metafora Membentuk Cara Kita Membaca JI Catatan atas artikel “JI: Dari Singa Gurun Pasir Menjadi Kucing Peliharaan” Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Artikel “JI: Dari Singa Gurun Pasir Menjadi Kucing Peliharaan” menarik bukan hanya karena kronologi sejarah yang disajikannya, tetapi terutama karena metafora yang dipilih untuk menggambarkan perubahan Jamaah Islamiyah (JI). Singa dan kucing bukan sekadar hiasan bahasa. Metafora membawa penilaian. Singa menghadirkan citra keberanian, kekuatan, kemandirian, bahkan keliaran. Sebaliknya, kucing peliharaan memberi kesan jinak, domestik, terkendali, dan bergantung pada pemiliknya. Ketika keduanya ditempatkan pada dua fase perjalanan sebuah kelompok, pembaca dapat diarahkan pada kesan: dahulu perkasa, sekarang jinak; dahulu independen, sekarang terkendali; dahulu melawan, sekarang menyesuaikan diri. Di sinilah persoalannya menjadi lebih luas daripada sekadar sejarah sebuah organisasi. Kita perlu membedakan antara kritik te...