Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Membaca sebagai Ibadah Akal: Menghidupkan Tradisi Tadabbur dalam Literasi

Membaca sebagai Ibadah Akal: Menghidupkan Tradisi Tadabbur dalam Literasi Barakallahu fikum , saudara-saudariku yang dirahmati Allah. Dalam khazanah keilmuan Islam, kita mengenal istilah tadabbur ( تَدَبُّر )—merenungkan makna secara mendalam. Istilah ini tidak hanya untuk Al-Qur'an, tetapi juga menjadi metode para ulama dalam menelaah setiap teks. Sayangnya, di zaman yang penuh distraksi ini, banyak dari kita—termasuk santri dan mahasiswa—membaca tanpa tadabbur . Halaman berganti, mata bergerak, tetapi akal tidak bekerja. Padahal Allah SWT berfirman dalam QS. Muhammad ayat 24: أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci?" Pertanyaan ini berlaku tidak hanya untuk kitab suci, tetapi untuk seluruh aktivitas membaca kita. Apakah kita membaca dengan hati dan akal yang terbuka, atau sekadar menyelesaikan kewajiban? Problematika Membaca di Kalangan Santri dan...

Memaknai Penghujung Tahun dengan Taubat dan Harapan

Memaknai Penghujung Tahun dengan Taubat dan Harapan Renungan Akhir Tahun 2025 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberi kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan kita semua yang mengikuti jejak beliau hingga akhir zaman. Ikhwan fillah dan akhwat fillah yang dirahmati Allah... Malam ini kita berdiri di penghujung tahun 2025. Detik demi detik berlalu, membawa kita semakin dekat dengan perhitungan yang sesungguhnya—bukan pergantian tahun di kalender dunia, tetapi pertemuan dengan Sang Maha Pencipta di hari yang tidak ada tawar-menawar. Waktu: Amanah yang Sering Kita Sia-siakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi: "Manfaatkanlah lima perkar...

Buah Ketaatan, Kejujuran, dan Keikhlasan: Menyatu dalam Jiwa yang Utuh

Buah Ketaatan, Kejujuran, dan Keikhlasan: Menyatu dalam Jiwa yang Utuh Dalam perjalanan ruhani seorang hamba, tiga mutiara batin— ketaatan , kejujuran , dan keikhlasan —bukan hanya tuntutan agama, melainkan juga fondasi kesehatan jiwa yang utuh. Ketiganya saling menjalin, membentuk karakter yang kokoh, tenang, dan bercahaya dari dalam. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah: 119) Ayat ini menggabungkan takwa (ketaatan) dengan kejujuran—dua pilar yang tak terpisahkan. Tambahkan keikhlasan, maka sempurnalah bangunan iman yang sejati. 1. Ketaatan: Harmoni Antara Nilai dan Perilaku Ketaatan dalam Islam bukan sekadar mengikuti aturan, melainkan penyerahan diri yang penuh kesadaran kepada Sang Pencipta. Dalam psikologi kognitif, ...

Lima Dimensi Modal Sukses #2: I. DIMENSI INTRAPERSONAL (Kualitas Diri)

I. DIMENSI INTRAPERSONAL (Kualitas Diri) Dimensi intrapersonal merupakan fondasi pertama dalam membangun kesuksesan yang hakiki. Ia adalah kualitas internal yang menjadi core identity seseorang—sebuah modal yang tidak terlihat namun memiliki dampak luar biasa dalam perjalanan menuju kesuksesan. Dalam perspektif Islam, pembangunan kualitas diri bukanlah sekadar pengembangan kompetensi teknis, melainkan transformasi mendalam yang menyentuh aspek spiritual, mental, emosional, dan karakter. Rasulullah SAW bersabda: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad) Hadits ini menggarisbawahi bahwa misi utama kerasulan Muhammad SAW adalah penyempurnaan karakter manusia. Ini menunjukkan betapa pentingnya kualitas diri dalam pandangan Islam—bahkan lebih penting dari pencapaian material semata. Seorang entrepreneur muslim yang sukses adalah mereka yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kerasul...

Lima Dimensi Modal Sukses #1: Fondasi Kesuksesan Holistik dalam Perspektif Islam

Lima Dimensi Modal Sukses: Fondasi Kesuksesan Holistik dalam Perspektif Islam Pendahuluan Kesuksesan sejati dalam pandangan Islam bukanlah semata-mata pencapaian materi atau status sosial yang tinggi, melainkan sebuah konsep holistik yang mencakup keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash: 77) Ayat ini menjadi landasan fun...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...